- IHSG dibuka menguat di 6.018. Penurunan sebelumnya hanya liquidity grab, area 6.000 jadi batas krusial penentu arah pasar.
- Ditopang ekspansi PMI Manufaktur (52,4), surplus dagang tajam (USD 3,55 miliar), dan inflasi aman (3,28% YoY).
- Saham Pilihan IPOT (Buy on Breakout) -- (Target: 5.750 SL: 5.000), (Target: 610 SL: 535), dan (Target: 1.575 SL: 1.410).
Ipotnews - Di perdagangan akhir pekan ini, Jumat (2/10), IHSG dibuka menguat di level 6.018, naik 9 poin dari penutupan perdagangan kemarin yang terkoreksi tajam 1,02 persen ke level 6.009. Pelemahan indeks kemarin disertai aksi jual bersih investor asing sebesar Rp239,8 miliar.
Mengacu pada data IPOT X, pada pukul 09.05 WIB indeks masih di zona penguatan meski menyempit dengan menguat tpis 0,05 persen atau 6 poin ke level 6.015 dan sempat menyentuh level tertinggi 6.044 di zona hijau serta terendah di level 6.009 di zona merah.
Enam sektor menguat dan lima sektor lainnya melemah yaitu sektor transportasi -0,16 persen menjadi 1.696, keuangan -0,11 persen menjadi 1.306 dan bahan baku -0,04 persen menjadi 1.634, konsumer primer -0,39 persen menjadi 898 dan teknologi -0,54 persen menjadi 5.609.
Untuk sektor yang menguat yaitu kesehatan 0,05 persen menjadi 1.416, industri 0,04 persen menjadi 1.602, properti 0,11 persen menjadi 734, infrastruktur 0,02 persen menjadi 1.695, konsumer non primer 0,35 persen menjadi 670, energi 0,29 persen menjadi 3.109.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas ( IPOT ), Imam Gunadi memperkirakan IHSG berpeluang bergerak dalam area konsolidasi setelah berhasil bertahan di atas level psikologis 6.000. Rentetan rilis data ekonomi domestik yang positif, mulai dari ekspansi manufaktur hingga surplus neraca perdagangan yang melampaui ekspektasi serta inflasi yang tetap terjaga, diharapkan mampu menjadi penopang utama sentimen pasar saham dalam jangka pendek
Pada perdagangan sebelumnya, IHSG sempat bergerak tertekan dan menguji batas psikologis sebelum akhirnya ditutup bertahan di atas level tersebut. Secara teknikal, pergerakan indeks masih berada dalam tren bearish karena posisinya yang berada di bawah indikator Moving Average 5 (MA5) hingga Moving Average 60 (MA60). Meskipun demikian, batas 6.000 dinilai masih menjadi penentu krusial arah pergerakan pasar ke depan.
"Penurunan yang sempat menembus level 6.000 kemarin kemungkinan hanya disebabkan oleh liquidity grab. Selama IHSG mampu bertahan di atasnya, pergerakan akan relatif aman. Namun, jika ditutup di bawah level tersebut, IHSG berpotensi menuju level support berikutnya di kisaran 6.840," ujar Imam dalam sesi IPOT Live.
Di sisi lain, sentimen fundamental domestik justru menunjukkan pemulihan yang cukup solid. Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia periode September 2026 mencatatkan lonjakan signifikan ke level 52,4, naik dari posisi 49,8 pada bulan sebelumnya, sekaligus menandakan kembalinya aktivitas industri ke zona ekspansif.
Penguatan ini didorong oleh peningkatkan pesanan baru (new orders) baik dari permintaan domestik maupun ekspor, yang mendorong laju produksi ke tingkat tercepat sejak Februari 2026. Kenaikan permintaan bahan baku ini juga memicu domino effect positif terhadap ekosistem industri manufaktur.
Selain itu, neraca perdagangan Indonesia periode Agustus 2026 mencatatkan surplus sebesar 3,55 miliar dolar AS, jauh melebihi konsensus pasar yang hanya memperkirakan surplus sebesar 0,63 miliar dolar AS. Sementara dari sisi harga, inflasi September 2026 naik tipis ke angka 3,28 persen YoY dari sebelumnya 3,19 persen YoY, masih berada dalam rentang target sasaran 2,5 1 persen.
"Dengan rilis inflasi yang tetap terjaga dan deretan sentimen positif domestik tersebut, hal ini seharusnya dapat menjadi katalis penopang bagi pergerakan IHSG hari ini. Meski begitu, investor diimbau untuk tetap menjaga money management secara ketat serta memastikan porsi entry yang terukur," tambahnya.
Untuk strategi perdagangan, IPOT merekomendasikan saham dengan strategi buy on breakout di level 5.250 dengan target harga 5.750 dan stop loss 5.000. Selain itu, direkomendasikan buy on Breakout di level 560 dengan target 610 dan stop loss 535. Adapun direkomendasikan buy on breakout di level 1.465 dengan target 1.575 dan stop loss 1.410.(Marjudin/AI)
Sumber : Admin
powered by: IPOTNEWS.COM