CUAN Miliki 27,78% Saham SINI, Negosiasi Pengambilalihan Belum Capai Kesepakatan Definitif
Thursday, October 01, 2026       02:17 WIB

AI News - PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk masih berada dalam fase negosiasi untuk mengakuisisi PT Singaraja Putra Tbk; hingga 30 September 2026, belum ada perjanjian definitif maupun persentase saham yang akan diambil alih, meskipun

sudah menguasai 27,78% saham .

Poin Penting

  • kini memegang 27,78% saham secara langsung maupun tidak langsung.
  • Negosiasi baru dimulai setelah penghentian pembicaraan Desember 2025 dan diumumkan pada 4 September 2026.
  • Sampai 30 September 2026 belum terdapat perjanjian definitif atau target waktu penyelesaian transaksi.
  • Melalui PT Kreasi Jasa Persada dan PT Petrosea Tbk, masing-masing memegang 7,90% dan 19,88% saham setelah rights issue.

Apa Status Terkini Negosiasi Pengambilalihan antara dan ?


Negosiasi masih berada pada tahap diskusi dan belum menghasilkan perjanjian definitif, sebagaimana dilaporkan oleh CNBC Indonesia. Manajemen menyatakan bahwa hingga tanggal 30 September 2026 belum ada kesepakatan final mengenai jumlah saham, harga, maupun jadwal penyelesaian, dan tidak ada tanggal target yang ditetapkan. Diskusi mencakup mekanisme transaksi, persentase saham yang akan diambil alih, serta harga yang diantisipasi, namun semua masih berada dalam ruang negosiasi. Kondisi ini berarti investor harus menunggu perkembangan lebih lanjut sebelum menilai dampak kepemilikan kontrol pada .

Berapa Besaran Kepemilikan Saham di dan Bagaimana Strukturnya?


saat ini menguasai 27,78% saham , dengan kepemilikan tidak langsung melalui entitas anak PT Kreasi Jasa Persada (KJP) serta partisipasi PT Petrosea Tbk yang memperoleh hak rights issue. Menurut Bisnis Indonesia, KJP memegang 7,90% dan memegang 19,88% saham setelah hak rights issue tersebut. Struktur ini meningkatkan posisi sebagai pemegang saham signifikan, meskipun belum mencapai kontrol mayoritas. Penguasaan tersebut memberikan landasan untuk melanjutkan negosiasi, namun keputusan akhir masih tergantung pada kesepakatan mengenai tambahan saham yang akan diakuisisi.

Apa Faktor yang Membuat Negosiasi Belum Mencapai Kesepakatan Definitif?


Belum tercapai kesepakatan karena para pihak belum sepakat mengenai jumlah saham yang akan diambil alih, harga transaksi, dan jadwal penyelesaian, seperti dijelaskan oleh manajemen dalam keterbukaan informasi terbaru. Selain itu, negosiasi sebelumnya yang berakhir pada 29 Desember 2025 harus dihentikan, sehingga proses baru dimulai pada 4 September 2026 dengan pembahasan kembali semua aspek kritis. Meski tidak ada hambatan material yang diidentifikasi, ketidakpastian mengenai persentase saham final serta target waktu membuat proses tetap terbuka. Implikasinya bagi pasar adalah penundaan potensi perubahan struktur kepemilikan hingga seluruh parameter disepakati secara resmi.

 Disclaimer: This article was produced automatically by Artificial Intelligence (AI) through the compilation and synthesis of information from multiple news sources. It is not independent reporting and does not constitute investment advice. 


Sumber : AI News

powered by: IPOTNEWS.COM