- Harga CPO turun 1% tertekan minyak mentah, pasar Dalian, dan isu gencatan senjata.
- Permintaan melemah, termasuk dari India, serta sawit kurang menarik untuk biodiesel.
- Pergerakan harga sangat dipengaruhi minyak global dan sentimen geopolitik.
Ipotnews - Minyak kelapa sawit (CPO) berjangka Malaysia merosot lebih dari 1%, Rabu, tertekan pelemahan harga minyak dan penurunan minyak nabati di pasar Dalian. Ketidakpastian terkait prospek meredanya ketegangan di Timur Tengah turut menambah tekanan terhadap pasar.
Kontrak acuan CPO untuk pengiriman Juni di Bursa Malaysia Derivatives Exchange melorot 63 ringgit, atau 1,39%, menjadi 4.474 ringgit (USD1.132,37) per metrik ton pada jeda tengah hari, demikian laporan Reuters, di Kuala Lumpur, Rabu (25/3).
Paramalingam Supramaniam, Direktur Pelindung Bestari perusahaan pialang yang berbasis di Selangor, mengatakan pelemahan harga minyak mentah dan pasar Dalian membebani pasar sawit. Menurutnya, sentimen saat ini lebih banyak dipengaruhi pergerakan minyak mentah dibandingkan faktor fundamental.
"Segalanya bergantung pada sentimen minyak mentah dan perkembangan negosiasi untuk mengakhiri perang antara Iran dan Amerika Serikat," ujarnya.
Harga minyak dunia tercatat anjlok sekitar 4% di tengah prospek gencatan senjata yang berpotensi mengurangi gangguan pasokan dari kawasan produsen utama di Timur Tengah. Penurunan ini terjadi setelah muncul laporan bahwa Amerika Serikat telah mengirimkan rencana 15 poin kepada Iran untuk mengakhiri konflik.
Pelemahan harga minyak mentah membuat sawit menjadi kurang menarik sebagai bahan baku biodiesel.
Di sisi lain, permintaan yang melambat juga menekan harga. Sejumlah pejabat industri mengatakan kilang minyak nabati di India mengurangi pembelian sawit, minyak kedelai, dan minyak bunga matahari. Langkah ini didasarkan pada perkiraan bahwa reli harga yang dipicu konflik Iran tidak akan berlangsung lama.
Di pasar Dalian, kontrak minyak kedelai paling aktif turun 0,84%, sementara kontrak minyak sawitnya menyusut 1,63%. Di Chicago Board of Trade, harga minyak kedelai melemah 0,56%.
Harga sawit umumnya mengikuti pergerakan minyak pesaingnya karena berkompetisi memperebutkan pangsa pasar minyak nabati (vegetable oil) global.
Sementara itu, survei kargo diperkirakan merilis data estimasi ekspor produk minyak sawit Malaysia untuk periode 1-25 Maret pada hari ini, yang dapat memberikan petunjuk lebih lanjut terkait arah pasar.
Di pasar valuta, ringgit Malaysia--mata uang perdagangan minyak sawit--menguat 0,05% terhadap dolar AS, sehingga membuat komoditas ini sedikit lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang asing. (Reuters/AI)
Sumber : Admin
powered by: IPOTNEWS.COM