News & Research

Reader

BKPM Gaet Perusahaan AS untuk Relokasi Usahanya ke Indonesia
Sunday, July 05, 2020       14:47 WIB

Ipotnews - Badan Koordinasi Penanaman Modal ( BKPM ) berhasil menarik tujuh perusahaan asing melakukan relokasi investasi ke Indonesia. Salah satunya adalah PT CDS Asia (Alpan Lighting) asal Amerika Serikat (AS). Perusahaan yang bergerak di bidang industri lampu tenaga surya ini memutuskan memindahkan pabriknya dari Xiamen, China ke Indonesia. Kesediaan untuk relokasi industri itu terkait tarif impor Indonesia ke AS yang lebih kompetitif dibandingkan dengan China.
Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal BKPM , Ikmal Lukman mengatakan, lebih rendahnya tarif impor menjadi daya tarik bagi investor, khususnya yang sedang ingin merelokasi usahanya dari negara lain. Semakin rendah tarif impor maka akan semakin kompetitif sebuah industri dalam bersaing di pasar global lantaran biaya produksinya lebih rendah.
"Alpan Lighting merelokasi pabriknya dari China ke Indonesia karena tarif impor dari Indonesia ke Amerika Serikat 0 persen. Jauh lebih kompetitif dibandingkan dengan tarif impor 25 persen dari China ke Amerika Serikat," ujar Ikmal dalam keterangannya, Minggu (5/7).
Menurutnya, Alpan Lighting sempat mempertimbangkan negara lain sebagai tujuan relokasinya. Namun BKPM sangat agresif melakukan pendekatan dan memberikan fasilitasi berbagai kemudahan dalam hal pengurusan perizinan. Dengan upaya-upaya tersebut, Ikmal meyakini kedepannya akan banyak investor asing lain yang akan merelokasi investasinya ke Indonesia.
"Sesuai dengan yang disampaikan Bapak Kepala BKPM (Bahlil Lahadalia) bahwa di tengah kondisi covid-19, kita harus berpikir di luar kebiasaan dan melakukan inovasi-inovasi dengan penyesuaian kondisi saat ini," tambah Ikmal.
Nilai investasi Alpan Lighting diperkirakan hingga mencapai USD14 juta dengan potensi penyerapan tenaga kerja sebanyak 3.500 orang. Pabrik akan didirikan di Kawasan Industri (KI) Wijayakusuma, Jawa Tengah. Saat ini, Alpan Lighting sudah pada tahap konstruksi dan rencananya akan memulai produksi pada semester 2 tahun 2020. Nantinya seluruh hasil produksi di Indonesia ditujukan untuk diekspor.
BKPM terus berupaya meningkatkan investasi, baik dari perusahaan yang sudah beroperasi di Indonesia maupun investor baru. Untuk mendapatkan investasi tersebut, BKPM membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus yang mempunyai tiga tugas utama. Pertama, mengidentifikasi potensi investor asing yang berencana merelokasi investasinya dan melakukan pendekatan langsung. Kedua, melakukan diplomasi dan negosiasi langsung agar bisa mendatangkan investor. Ketiga, memfasilitasi perizinan investor dari tingkat pusat dan daerah.
"Sampai dengan saat ini, BKPM mencatat total nilai investasi dari 7 perusahaan yang relokasi sebesar USD850 juta (sekitar Rp11,9 triliun) dengan potensi penyerapan tenaga kerja sebanyak 30.000 orang. Selanjutnya, BKPM akan mengejar 17 perusahaan yang sudah berniat merelokasi,"imbuhnya. (Marjudin)

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM


Berita Terbaru

Tuesday, Aug 11, 2020 - 14:37 WIB
Financial Statements 2Q 2020 of JKON
Tuesday, Aug 11, 2020 - 14:34 WIB
Financial Statements 2Q 2020 of MLPL
Tuesday, Aug 11, 2020 - 14:31 WIB
Pefindo Beri Peringkat “idAAA(sf)” Untuk KIK EBA Mandiri JSMR01
Tuesday, Aug 11, 2020 - 14:25 WIB
S.Korea shares scale two-year high on recovery, U.S. stimulus hopes
Tuesday, Aug 11, 2020 - 14:21 WIB
Financial Statements 1Q 2020 of TIRA
Tuesday, Aug 11, 2020 - 14:15 WIB
Financial Statements 1Q 2020 of MDIA
Tuesday, Aug 11, 2020 - 14:11 WIB
Financial Statements 1Q 2020 of IKBI
Tuesday, Aug 11, 2020 - 14:06 WIB
Financial Statements 1Q 2020 of AYLS
Tuesday, Aug 11, 2020 - 14:02 WIB
Sensex, Nifty hit 5-month highs as metal stocks shine
Tuesday, Aug 11, 2020 - 14:02 WIB
Financial Statements 1Q 2020 of BEKS