News & Research

Reader

Barisan ETF Potensial Positif, Namun XPFT, XIHD, XPSG Disarankan Dilepas
Friday, May 17, 2019       08:55 WIB

Ipotnews - Pergerakan 21 ETF saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir pekan ini, Jumat (17/5), berpotensi ke arah positif setelah dua hari beruntun tertekan dalam.
Potensi penguatan nilai aktiva bersih (NAV) barisan ETF seiring dengan teknikal pasar saham hari ini yang secara teknikal berada di target kenaikan. "Indeks ( IHSG ) meskipun membentuk pola long black marubozu yang merupakan sinyal bearish continuation namun sudah overshoot lower band, stochastic oversold sedangkan MACD histogram divergence negatif. Target kenaikan indeks pada level 5.970 kemudian 6.045 dengan support di level 5.820 dan 5.750," ujar Tim Analis Indo Premier Sekuritas dalam risetnya pagi ini.
Untuk potensi itu, perhatikan teknikal 3 ETF yang disarankan dilepas (sell) oleh Indo Premier:
1. (494), Rekomendasi: SELL
Candle ditutup dibawah lowerband dengan membentuk pola long black marubozu yang merupakan sinyal bearish continuation, stochastic oversold, MACD histogram divergence negatif. Target pelemahan harga pada level 484 kemudian 475 dengan resist di level 503 dan 512.
2. (475), Rekomendasi: SELL
Candle ditutup dibawah lowerband dengan membentuk pola long black marubozu yang merupakan sinyal bearish continuation, stochastic oversold, MACD histogram divergence negatif. Target pelemahan harga pada level 467 kemudian 459 dengan resist di level 483 dan 491.
3. (419), Rekomendasi: SELL
Candle ditutup dibawah lowerband dengan membentuk pola long black marubozu yang merupakan sinyal bearish continuation, stochastic oversold, MACD histogram divergence negatif. Target pelemahan harga pada level 411 kemudian 404 dengan resist di level 426 dan 434.
Sebagai pembanding, pada perdagangan kemarin, pasar saham kembali tertekan cukup dalam dengan penurunan IHSG 1,42%, alhasil barisan 21 ETF yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia memerah dengan penyusutan nilai aktiva bersih (NAV) berkisar 1,47% hingga 1,86%.
Sejalan dengan melemahnya IHSG , (ETF berbasis saham-saham emiten BUMN ) mencatatkan penurunan NAV terbatas ditutup pada level Rp703 (-1,47%) dipicu oleh turunnya harga 18 saham dengan bobot investasi 75,8% dari total 21 saham emiten BUMN yang ditentukan oleh Manajer Investasi (Indo Premier Investment Management) menjadi saham portofolio dengan pengelolaan investasi aktif.
(ETF berbasis saham-saham index FTSE Indonesia) membukukan penurunan NAV terdalam ditutup pada level Rp494 (-1,86%) didorong oleh turunnya 29 saham dengan bobot investasi 96,77% dari total 31 saham universe indeks FTSE Indonesia yang ditentukan oleh Manajer Investasi (Pinnacle Persada Investama) menjadi saham portofolio dengan pengelolaan investasi pasif (Indexing).

Sumber : admin

powered by: IPOTNEWS.COM