News & Research

Reader

Bursa Pagi: Asia Cenderung Turun, Batasi Ruang Penguatan IHSG
Monday, April 23, 2018       08:24 WIB

Ipotnews - Awali pekan ini, Senin (23/4), bursa saham Asia dibuka  mixed  cenderung melemah, terpengaruh tren penurunan indeks pada penutupan bursa saham Wall Street akhir pekan lalu dihantam kejatuhan harga saham sektor teknologi.
Perdagangan saham pekan ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,28% dengan menempatkan hampir semua sektor, kecuali telekomunikasi, di zona hijau. Pergerakan indeks berlanjut naik 0,42% (24,40 poin) ke leve 5.893,20 pada pukul 8:10 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak turun 0,26% (-57,02 poin) menjadi 22.105,22, setelah dibuka mendatar dengan mencatatkan sektor keuangan, perkapalan, dan otomotif di teritori positif. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka turun 0,08% diwarnai kejatuhan harga saham sektor otomotif dan ritel, dan berlanjut melemah 0,15% ke posisi 2.472,62.
Lanjutkan tren pelemahan Asia, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka turun 0,30% ke level 30.327,03 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China juga dibuka melemah 0,26% ke posisi 3.063,44.
Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren pergerakan indeks yang bervariasi di bursa saham global dan Asia, setelah membukukan penurunan pada penutupan sesi perdagangan akhir pekan lalu sebesar 0,29% di level 6.337. Sejumlah analis memprediksikan, pergerakan IHSG hari ini berpeluang menguji level yang lebih tinggi, memanfaatkan ruang pergerakan  bullish  yang terbatas. Namun secara teknikal, beberapa indikator memperlihatkan adanya kemungkinan pelemahan lanjutan di area negatif.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, terkoreksinya indeks bursa global dan regional serta harga komoditas nikel diprediksi menjadi sentimen negatif indeks. Di sisi lain mulai masuknya rilis laporan keuangan emiten kuartal I diperkirakan menjadi katalis positif untuk indeks harga saham gabungan. IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan rentang  support  di level 6.310 dan  resistance  di 6.370.
Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: (Spec Buy, Support: Rp36.200, Resist: Rp37.500), (Spec Buy, Support: Rp3.290, Resist: Rp3.430), (Spec Buy, Support: Rp2.210, Resist: Rp2.430), (Spec Buy, Support: Rp9.950, Resist: Rp10.250).
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street akhir pekan lalu ditutup melemah tertekan penurunan harga saham sektor teknologi yang terseret kejatuhan harga saham Apple Inc., 4,1%. Morgan Stanley mengatakan penjualan iPhone hingga kuartal II tahun ini diperkirakan akan mengecewakan. Penurunan indeks Wall Street juga dipengaruhi oleh kenaikan  yield  surat utang obligasi tenor 10 tahun yang menyentuh 2,96%, posisi tertinggi sejak 2014. Sementara yield surat utang tenor 2 tahun juga melonjak ke posisi tertinggi dalam 1 dekade terakhir. Saham General Electric menguat 4% setelah mengumumkan laba kuartal perdana tahun ini yang melampaui estimasi para analis.
Dow Jones Industrial Average anjlok 0,82% (-201,95 poin) ke posisi 24.462,94.
Nasdaq Composite rontok 1,27% (-91,93 poin) ke level 7.146,13.
Standard&Poor's 500 merosot 0,85% (-22,99 poin) menjadi 2.670,14.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange anjlok 0,88% menjadi USD27,07.
Bursa saham utama Eropa akhir pekan lalu bergerak relatif menguat, kendati secara keseluruhan indkes saham acuan Eropa bergerak cenderung stagnan, para investor mencermati rilis data kinerja laba emiten sambil memperhatikan pergerakan bursa global. Indes European-Stoxx 600 turun tipis 0,03% menjadi 381,84, namun secara mingguan menguat 0,7% dibanding pekan sebelumnya. Saham Ericcson melesat 7,5% setelah menyatakan ekspektasi kerugian yang lebih kecil dari perkiraan di periode kuartal pertama tahun ini. Saham Nokia ikut melaju 2,4%. Saham Reckitt Benckiser turun 2,8% setelah update prospek perusahaan yang lebih suram. Saham ASM International terjungkal hampir 8,5% setelah melaporkan penjualan bersih kuartal I-2018 sebesar 159 juta euro, turun 12 persen dibanding kuartal sebelumnya. Saham Air France KLM melorot 2,5%.
FTSE 100 London naik 0,54% (39,25 poin) ke posisi 7.368,17.
DAX 30 Frankfurt melemah 0,21% (-26,92 poin) menjadi 12.540,50.
CAC 40 Paris menguat 0,39% (21,19 poin) ke level 5.412,83.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New Yorkakhir pekan lalu ditutup menguat, di tengah meningkatnya imbal hasil US Treasury. Yield obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun naik ke atas 2,957%, dan surt utang bertenor 2 tahun naik mencapaai 2,457%, tertinggi sejak September 2008. Komentar  dovish  Gubernur Bank Sentral Inggris Mark Carney melemahkan poundsterling tetapi membantu mendongkrak dolar AS. Euro juga melemah, investor menunggu rpat Bank Sntral Eropa jelang akhir pekan nanti.Indeks dolar AS yang mengukur kurs  greenback  terhadap enam mata uang negara maju naik 0,42% menjadi 90,316.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Currency

Value

Change

% Change

Euro (EUR-USD)

1.2288

-0.0057

-0.46%

Poundsterling (GBP-USD)

1.40

-0.0087

-0.62%

Yen (USD-JPY)

107.66

0.29

+0.27%

Yuan (USD-CNY)

6.2965

0.0174

+0.28%

Rupiah (USD-IDR)

1.40

-0.0087

-0.62%

Sumber : Bloomberg.com, 20/4/2018 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges akhir pekan lalu ditutup berlawanan arah, setelah sempat bangkit dari penurunan tajam setelah "kicauan" Presiden AS Donald Trump yang menuding bahwa OPEC mempertahankan kenaikan harga minyak secara artifisial. Harga minyak WTI sempat melemah ke posisi USD67,50 per barel. Sementara itu harga minyak Brent sempat naik 29 sen ke posisi USD74,83 per barel. Beberapa menteri perminyakan OPEC dan non- OPEC bertemu di Jeddah, Arab Saudi pada akhir pekan lalu sebagai pendahuluan pembahasan kesepakatan pembatasan minyak pada pertemuan Juni mendatang. Laporan Baker Hughes menyebutkan, jumlah rig yang beroperasi di AS hingga akhir oekan lau, naik 5 unit menjadi 820 rig.
Harga minyak berjangka WTI naik 9 sen menjadi USD68,38 per barel.
Harga minyak berjangka Brent turun 95 sen menjadi USD72,83 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange akhir pekan lalu ditutup melemah, sekaligus mencatatkan penurunan mingguan untuk pertama kali di bulan ini. Ekspektasi kenaikan suku bunga the Fed, kenaikan dolar AS dan pandangan bahwa politik serta risiko keamanan global akan mereda, menurunkan minta investor unuk membeli emas. Prospek geopolitik di Semenanjung Korea mulai cerah seiring pernyataan Presiden Amerika AS Donald Trump yang mengharapkan pertemuan yang sukses dengan pemimpin Korut Kim Jong Un. Pejabat bank sentral AS mengatakan akan mempertahankan kebijakan kenaikan suku bunga tahun ini dan akan menahan  overheat  perekonomian serta menjaga risiko stabilitas finansial.
Harga emas di pasar spot turun 0,74% menjadi USD1.335,21 per ounce.
Harga emas untuk pengiriman Juni turun USD10,50 (-0,8%) menjadi USD1.338,30 per ounce.
(AFP, CNBC , Reuters)

powered by: IPOTNEWS.COM