News & Research

Reader

Bursa Pagi: Asia Dibuka Melaju, IHSG Jenuh Jual Berupaya Tinggalkan Tren Bearish
Tuesday, April 13, 2021       08:17 WIB

Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (13/4), dibuka menguat, keluar dari tren pelemahan tipis indeks acuan pada penutupan bursa saham utama Eropa dan Wall Street, menunggu rilis data inflasi AS, Selasa ini. Indeks MSCI Asia-Pasifik ex-Jepang sedikit menguat, jelang rilis data perdagangan China untuk periode Maret.
Perdagangan sham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan tipis indeks ASX 200, Australia di kisaran level 6.975. Indeks berlabjut menguat 0,11% (7,90 poin) menjadi 6.981,90 pada pukul 8:05 WIB
Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka menguat 0,18%, dan berlanjut meningkat 0,66% ke posisi 3.156,25.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang melompat 0,72% (213,87 poin) ke level 29.752,87, setelah dibuka naik 0,23% dan Topix bertambah 0,13%.
Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik 0,37% (104,56 poin) ke posisi 28.557,84 pada pukul 8:35 WIB. Namun indeksShanghai Composite, Chinasedikit melemah 0,05% menjadi 3.411,29.
Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapakn pada pergerakan tipis indeks acuan di bursa saham global dan regional yang berlawanan arah, setelah terbenam di zona merah dalam sesi perdagnagn kemarin, ditutup anjlok 2% ke level 5.948. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange terperosok 2,58% ke level USD21,11.Beberapa analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih akan melanjutkan tren  bearish,  dengan mencoba untuk menguat, di area jenuh jual.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, terkoreksinya indeks di bursa Wall Street seiring sikap hati-hati investor menjelang rilis data inflasi dan laporan keuangan emiten 1Q21 diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. Sementara itu terkoreksinya mayoritas harga komoditas kecuali minyak mentah dan batu bara berpeluang menjadi tambahan sentimen negatif.
IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahan dengan support di level 5,880 dan resistance di level 6,020. Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;
  • Saham : (Buy on Weakness). Support: Rp1,160, Resist: Rp1,205, (Buy on Weakness). Support: Rp775, Resist: Rp805, (Buy on Weakness). Support: Rp6,525, Resist: Rp6,700, (Buy). Support: Rp6,875, Resist: Rp7,125.
  • ETF : (Sell). Support: Rp432, Resist: 442, (Sell). Support: Rp165, Resist: Rp171, (SelI). Support: Rp440, Resist: Rp450.

Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup melemah, investor menunggu isyarat dari laporan keuangan perusahaan yang akan datang dan data inflasi pekan ini. Gejolak pasar menurun ke level sebelum pandemi di tengah meningkatnya optimisme pembukaan kembali ekonomi. Wall Street relatif tenang, Indeks Volatilitas Cboe (VIX) atau pengukur ketakutan pasar, diperdagangkan di bawah 18 selama empat hari terakhir, level yang tidak terlihat sejak Februari 2020. Musim laporan keuangan kuartal pertama dimulai pekan ini, dengan ekspektasi berita positif dan tren naik secara luas. Survei ekonom  Dow Jones  memperkirakan kenaikan CPI 0,5% (mom) dan peningkatan 2,5% (yoy)Survei ekonom  Dow Jones  memperkirakan kenaikan CPI 0,5% (mom) dan peningkatan 2,5% (yoy)
Saham Nuance Communications melambung hampir 16% setelah Microsoft mengumumkan akan membeli perusahaan pengenalan suara itu. Saham Nvidia melesat 5,6% setelah raksasa  chip  itu memperkirakan pendapatan kuartal pertama untuk tahun fiskal 2022 di atas proyeksi sebelumnya dan memperkirakan permintaan terus melebihi pasokan untuk sebagian besar tahun ini. Saham Carnival dan Norwegian Cruise Line terjungkal lebih dari 4%. United Airlines anjlok 3,9% setelah memperkirakan pendapatan kuartal I melorot 66%. Tesla naik 3,7% setelah Canaccord Genuity meng- upgrade  sahamnya menjadi "buy"
  • S&P 500 sedikit melemah 00,2% (-0,81 poin) di posisi 4.127,99.
  • Dow Jones Industrial Average berkurang 0,16% (-55,20 poin) menjadi 33.745,40.
  • Nasdaq Composite turun 0,36% atau 50,19 poin ke level 13.850,00.

Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup lebih rendah, kendati Inggris mulai melonggarkan penguncian, Senin. Tempat makan dan fasilitas hotel luar ruangan, salon, pusat kebugaran, toko, dan atraksi luar ruangan diizinkan untuk dibuka kembali. Rilis data penjualan ritel zona euro melonjak 3% pada Februari lalu, mengalahkan ekspektasi analis.
Indeks STOXX 600 menyusut 0,46% menjadi 435,24, dipimpin kejatuhan harga saham teknologi sebesar 1,3%. Saham DiaSorin melambung 9,6% setelah mengumumkan kesepakatan untuk membeli Luminex Corp, AS. Emiten utilitas Prancis, Veolia dan Suez, melesat 9,7% dan 7,7%, setelah mengumumkan kesepakatan merger. Saham Siemens Gamesa anjlok 4,6%.
  • DAX 30 Jerman melemah 0,13% (-19,16 poin) menjadi 15.215,00.
  • FTSE 100 Inggris turun 0,39% (-26,63 poin) ke level 6.889,12.
  • CAC 40 Prancis berkurang 0,13% (-7,73 poin) ke posisi 6.161,68.

Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup melema,  trader  menunggu rilis data inflasi dan penjualan ritel AS pekan ini. Investor memperkirakan tekanan harga akan meningkat karena kenaikan stimulus fiskal dan moneter, serta dibukanya kembali bisnis dari penutupan terkait Covid-19. Imbal hasil obligasi turun dari sesi tertinggi tetapi menguat setelah lelang Senin dengan permintaan yang positif. Chairman Federal Reserve Jerome Powell, mengatakan ekonomi ASmerika berada pada "titik perubahan" dan tampaknya akan  rebound  kuat dalam beberapa bulan mendatang. Tetapi dia juga memperingatkan risiko dari pembukaan kembali ekonomi yang tergesa-gesa.
Poundsterling naik merespon fase terbaru dari rencana pembukaan kembali ekonomi Inggris. Yen juga menguat. Analis mengatakan, spekulan memangkas  net short position  dolar mereka selama 12 pekan berturut-turut, yang dapat menghambat kenaikan  greenback  lebih lanjut. Indeks Dolar (Indeks DXY), ukuran kurs  greenback  terhadap sekeranjang mata uang enam negara maju, berkurang 0,04% menjadi 92,164.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Currency

Value

Change

% Change

Time (ET)

Euro (EUR-USD)

1.1912

0.0001

+0.01%

7:19 PM

Poundsterling (GBP-USD)

1.3748

0.0007

+0.05%

7:18 PM

Yen (USD-JPY)

109.40

0.02

+0.02%

7:18 PM

Yuan (USD-CNY)

6.5483

-0.0043

-0.07%

11:29 AM

Rupiah (USD-IDR)

14,595.00

30.00

+0.21%

3:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 12/4/2021 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak menguat, didorong optimisme laju vaksinasi virus korona AS. AS telah memvaksinasi penuh 22% dari populasinya, sedangkan Inggris memvaksinasi 11%, menurut pelacakan  Reuters . Namun di Prancis dan Jerman baru sekitar 6% yang divaksinasi. Serangan dron dan rudal balistik kelompok bersenjata Houthi, di Yaman ke Arab Saudi, ikut mendongkrak harga minyak. Badan Informasi Energi mengatakan produksi minyak AS dari tujuh formasi  shale  utama diperkirakan naik sekitar 13.000 barel per hari (bph) pada Mei menjadi 7,61 juta bph.
Namun, harga minyak mentah masih tetap berada di kisaran dalam tiga pekan terakhir, karena meningkatnya ekspektasi akan melonjaknya aktivitas ekonomi AS diimbangi lambatnya tingkat vaksinasi di Eropa, dan antisipasi pasokan tambahan dari Iran dalam beberapa bulan mendatang. India sekarang menyumbang satu dari setiap enam infeksi virus korona harian di seluruh dunia, dan kasus juga meningkat di bagian lain Asia. Permintaan minyak Asia tetap lemah dan beberapa pembeli meminta volume yang lebih rendah pada Mei.
  • Harga minyak mentah berjangka Brent naik 33 sen (0,4%) menjadi USD63,28 per barel.
  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik 38 sen (0,5%) menjadi USD59,70 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup melemah, karena kenaikan  yield  US Treasury membebani daya tarik emas sebagai  safe haven.  Imbal hasil US Treasury tetap sedikit lebih tinggi setelah lelang surat utang bertenor tiga tahun yang positif. Investor menunggu rilis data inflasi dan penjualan ritel AS.
Analis mengatakan, emas kemungkinan mendapat keuntungan jika inflasi naik jauh lebih tinggi dari target The Fed, di atas 2%. Harga logam mulia lainnya; perak anjlok 1,7% menjadi USD24,82 per ounce, paladium melesat 1,3% menjadi USD2.674,68, dan platinum merosot 2,3% menjadi USD1.170,90.
  • Harga emas di pasar spot turun 0,6% menjadi USD1.732,14 per ounce.
  • Harga emas berjangka AS turun 0,7% menjadi USD1.732,70 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

powered by: IPOTNEWS.COM