News & Research

Reader

Bursa Pagi: Asia Dibuka Meningkat, IHSG Bearish Ada Peluang Berbalik Arah
Monday, November 15, 2021       08:22 WIB

Ipotnews - Membuka pekan ketiga November, Senin (15/11), bursa saham Asia dibuka menguat, melanjutkan tren penguatan indeks pada sesi penutupn bursa saham utama Eropa dan Wall Street akhir pekan lalu. Indeks MISC Asia-Pasifik ex-Jepang naik 0,15%. Pasar menunggu rilis sejumlah data ekonomi China, hari ini.
Mengawali perdagangan saham hari ini, indeks ASX200, Australia dibuka menguat 0,29%. Indeks berlanjut naik 0,42% (31,2 poin) menjadi 7.474,2 pada pukul 8:10 WIB.
Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka naik 0,39%, dan berlanjut meningkat 0,88% ke level 2.994,91.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang masih bergerak menguat 0,61% (179,18 poin) ke posisi 29.789,15, setelah dibuka meningkat 0,61%, dan Topix melaju 0,65%. Saham Softbank Group melompat 2%. Rilis data awal PDB Jepang Juli-September melorot 3% (yoy), jauh lebih buruk dari ekspektasi kontraksi 0,8%.
Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka meningkat 0,55% (138,82 poin) ke level 25.466,79 pada pukul 8:46 WIB. Indeks Sghanghai Composite, China naik 0,26% menjadi 3.548,29.
Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren kenaikan indeks acuan di bursa saham global dan regional, setelah mengakhiri sesi perdagangan pekan lalu dengan penurunan 0,6% ke level 6.651. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange melemah 0,29% menjadi USD23,94.
Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini akan kembali tertahan dalam tren  bearish , menuju level support. Secara teknikal sejumlah indikator memperlihatkan pergerakan indeks akan kembali terkoreksi, namun akan membuka peluang  rebound  jika mampu bertahan di atas level support.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya indeks di bursa Wall Street seiring  rebound  hargasaham sektor teknologi, diprediksi akan menjadi sentimen positif untuk IHSG .
Sementara itu naiknya beberapa harga komoditas dan ekspektasi kembali surplusnya neraca perdagangan Oktober akan menjadi tambahan sentimen positif di pasar.
IHSG diprediksi akan bergerak menguat dengan  support  di level 6,610 dan  resistance  di level 6,690. Beberapa ekuitas yang dicermati, antara lain;
  • Saham: (Buy). Support: Rp8,850, Resist: Rp9,050, (Buy). Support: Rp4,850, Resist: Rp4,930, (Buy on Weakness). Support: Rp2,970, Resist: Rp3,040, (Buy on Weakness). Support: Rp1,590 , Resist: Rp1,615.
  • ETF: (Buy on Weakness). Support Rp478, Resist: Rp484, (Buy on Weakness). Support: Rp258, Resist: Rp263, (Buy on Weakness). Support: Rp391, Resist: Rp396.

Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street akhir pekan lalu ditutup menguat, namun secara mingguan mencatatkan pelemahan pertama dalam enam pekan terakhir, setelah laporan inflasi AS terpanas dalam 30 tahun. University of Michigan melaporkan, indeks sentimen konsumen AS awal November berada di level terendah dalam satu dekade. Banyak responden survei menyatakan kekhawatiran terhadap inflasi.
Rilis data ketenagakerjaan menunjukkan, 4,43 juta orang berhenti bekerja, terjadi eksodus karena AS memiliki 10,44 juta lowongan pekerjaan di bulan itu. Saham Johnson&Johnson naik 1,2% menyusul laporan pemecahan divisi kesehatan konsumen menjadi perusahaan publik yang terpisah. Emiten teknologi  mega-cap  reli. Facebook melesat 4%. Apple, Microsoft dan Amazon naik lebih dari 1%.
  • Dow Jones Industrial Average naik 0,5% (179,08 poin) menjadi 36.100,31.
  • S&P 500 meningkat 0,72% (33,58 poin) ke posisi 4.682,85.
  • Nasdaq Composite melaju 1% (156,68 poin) ke level 15.860,96.

Bursa saham utama Eropa menutup pekan lalu di zona hijau, membukukan kenaikan mingguan keenam kalinya. Rilis data produksi industrial zona euro periode September turun 0,2% (mom), lebih rendah dari ekspektasi, mencatatkan kenaikan tahunan 5,2%. Pejabat ECB mengakui, inflasi zona euro bis turun lebih lambat dari yang diperkirakan, sebagian karena hambatan rantai pasokan. Saham perjalanan dan liburan anjlok 3,7% karena Jerman, Prancis, dan Belanda kembali mengalami lonjakan kasus Covid-19.
Indeks STOXX 600 naik 0,3%, ke level tertinggi baru 486,75, meningkat 0,8% dibanding akhir pekan lalu. Saham Richemont melambung 10,9%, karena mengalahkan perkiraan laba enam bulan dan mengatakan sedang mencari investor untuk bisnis Yoox yang merugi. Saham AstraZeneca rontok 6,9%. Saham produsen keperluan rumah tangga melonjak 1,9%, namun saham migas merosot 0.9%. Sektor pertambangan membukukan kinerja terbaik mingguan dengan melonjak 4%.
  • DAX 30 Jerman sedikit menguat 0,07% (10,96 poin) di posisi 16.094,07.
  • FTSE 100di Inggris drop 0,49% (-36,27 poin) menjadi 7.347,91.
  • CAC 40 Prancis naik 0,45% (31,85 poin) ke level 7.091,4

Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York mengakhiri pekan lalu dengan sedikit melemah. Dolar melemah setelah survei University of Michigan menunjukkan penurunan sentimen konsumen AS pada awal November ke level terendah dalam satu dekade. Lonjakan inflasi memotong standar hidup rumah tangga.
Namun  greenback  berada di jalur kenaikan mingguan terbesar dalam hampir tiga bulan, karena lonjakan inflasi AS mendorong spekulasi kenaikan suku bunga AS. Imbal hasil US Treasury lima tahun naik ke level tertinggi sejak Februari 2020. Indeks Dolar AS (indeks DXY) melemah 0,04 persen menjadi 95,116. Indeks volatilitas mata uang mencapai level tertinggi baru enam bulan.
Kurs spot dolar

Currency

Value

Change

% Change

Euro (EUR-USD)

1.1445

-0.0006

-0.05%

Poundsterling (GBP-USD)

1.3414

0.0042

+0.31%

Yen (USD-JPY)

113.89

-0.1700

-0.15%

Yuan (USD-CNY)

6.3797

-0.0117

-0.18%

Rupiah (USD-IDR)

14,219.00

-58.60

-0.41%

Sumber : Bloomberg.com, 12/11/2021 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges ditutup turun pada akhir pekan lalu. Kekhawatiran bahwa The Fed akan mempercepat rencana untuk meningkatkan suku bunga demi menjinakkan inflasi, menekan harga minyak. Harga minyak turun untuk minggu ketiga berturut-turut, terpukul oleh penguatan dolar dan spekulasi bahwa AS mungkin akan melepaskan Cadangan Minyak Strategis AS untuk mendinginkan harga.
Meskipun ada sinyal positif dari sisi permintaan, karena lonjakan perjalanan udara, kebijakan moneter dan fiskal yang lebih ketat akan meredam harga minyak. Secara mingguan, Brent turun 0,7%, sementara WTI turun 0,6%. OPEC memangkas perkiraan permintaan minyak dunia di kuartal IV sebesar 330.000 bph dari perkiraan bulan lalu. Harga energi yang tinggi menghambat pemulihan ekonomi dari pandemi COVID-19.
  • Harga minyak berjangka Brent turun 70 sen (-0,8%) menjadi USD82,17 per barel.
  • Harga minyak berjangka WTI turun 80 sen (1%) menjadi USD80,79 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange akhir pekan lalu ditutup menguat. Emas mencatatkan kenaikan mingguan sebesar 2,8%, terbaik dalam enam bulan, mengabaikan penguatan dolar AS pada pekan lalu. Daya tarik emas sebagai lindung nilai inflasi meningkat, dipicu oleh lonjakan harga konsumen AS. Kenaika imbal hasil US Treasury membatas penguatan harga emas. Analis Societe Generale memperkirakan harga emas rata-rata $ 1.950 per ounce pada kuartal pertama 2022
Emas telah naik USD110 sejak 3 November, didukung oleh kekhawatiran inflasi yang mendalam dan jaminan dari bank sentral utama bahwa suku bunga akan tetap rendah untuk saat ini.. Harga logam berharga lainnya; perak naik 0,4% ke harga USD25,32 per ounce, paladium naik 2,8% menjadi USD2.116,45, dan platinum turun 0,2% menjadi USD1.083,49.
  • Harga emas di pasar spot naik 0,3% menjadi USD1,866.87 per ounce.
  • Harga emas berjangka AS naik 0,3% menjadi USD1.868.5 per unce.

(AFP, CNBC , Reuters)

powered by: IPOTNEWS.COM


Berita Terbaru