News & Research

Reader

Bursa Pagi: Asia Dibuka Naik, Dukung Peluang Laju IHSG
Monday, April 06, 2020       07:45 WIB

Ipotnews - Awali pekan kedua April, Senin (6/4), bursa saham Asia dibuka cenderung menguat, tidak merespon penundaan rencana pertemuan OPEC + pekan ini. Indeks MSCI Asia ex-Jepang dibuka sedikit lebih tinggi. Bursa saham China hari ini tutup. Investor terus memperhatikan perkembangan wabah Covid-19 yang telah menginfeksi lebih dari 1,2 juta orang dan 65,710 lebih korban meninggal, menurut data John Hopkins University.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,65%, di tengah penurunan harga minyak pada pembukaan pasar Asia. Indeks berlanjut melesat 1,73% (87,80 poin) ke level 5.155,30 pada pukul 7:30 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak menguat 0,35% (62,88 poin) ke posisi 17.883,07, setelah dibuka cenderung mendatar, dan Topix bertambah 0,1%. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melompat 1,02% dan berlanjut melaju 1,25% menjadi 1.747,00.
Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik, mencpai 0,31% menjadi 23.307,78 pada pukul 9:10 WIB.
Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren pergerakan indeks acuan di bursa saham Asia yang cenderung menguat, setelah berhasil mengakhiri pekan lalu dengan mencatatkan kenaikan signifikasn 2,02% ke level 4.623. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange melorot 2,85% menjadi USD13,97.
Sejumlah analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini berpeluang untuk melanjutkan proses kenaikan, bergerak fluktuatif cenderung menguat. Beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi penguatan lanjutan dalam kecenderungan sinyal negatif.
Tim Riset Indo Premier berpendapart, menguatnya indeks bursa regional dan sudah diterbitkannya permenkes tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB ) sehingga kepala daerah segera bisa mengajukan status PSBB untuk menghambat penyebaran Covid-19 di daerahnya diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. Sementara itu ditundanya rapat darurat OPEC + untuk membahas pemangkasan produksi yang sedianya akan diadakan pada hari Senin menjadi Kamis akan menjadi sentimen negatif di pasar.
IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan  support  di level 4,520 dan  resistance  di level 4,710.Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;
  • Saham: (Buy, Support: Rp2,020, Resist: Rp2,200), (Buy, Support: Rp2,680, Resist: Rp3,080), (Buy, Support: Rp444, Resist: Rp515), (Buy, Support: Rp4,270, Resist: Rp4,750).
  • ETF: (Buy, Support: Rp397, Resist: Rp410), (Buy, Support: Rp832, Resist: Rp844), (Buy, Support: Rp342, Resist: R354).

Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street mengakhiri pekan lalu dengan membukukan penurunan tajam, tertekan oleh lonjakan data kematian, akibat wabah virus korona di New York, naik 562 kematian dalam 24 jam menjadi lebih dari 2.900. Ada lebih dari 261.000 infeksi virus korona, dan lebih dari 6.600 kematian yang terkonfirmasi di AS menurut data Johns Hopkins University. Secara mingguan, indeks Dow Jones anjlok 2,7%, S&P 500 tergerus 2,1%, dan Nasdaq menyusut 1,7%.
Investor juga mencermati data laporan ketenagakerjaan AS yang suram. Data  nonfarm payrolls  AS pada Maret lalu, turun 701.000 terburuk sejak 2009, dan tingkat pengangguran melonjak menjadi 4,4%. Sementara itu, klaim pengangguran per 27 Maret melonjak 6,6 juta mencatatkan rekor tertinggi. Sektor utilitas dan keuangan memimpin pelemahan S&P 500, masing-masing turun 3,6% dan 2,3%. Saham American Express , United Health dan IBM masing-masing turun lebih dari 3%, sedangkan Walmart menguat 0,7%. Harga saham mendapat sedikit dorongan dari kenaikan harga minyak hingga 12%.
  • Dow Jones Industrial Average merosot 1,69%(-360,91 poin) ke level 21.052,53.
  • S&P 500 melorot 1,51% (-238,25 poin) menjadi 2.488,65.
  • Nasdaq Composite turun 1,53% (-114,23 poin) ke posisi 7.373,08.

Bursa saham utama Eropa juga menutup pekan lalu dengan melemah, karena data aktivitas bisnis yang suram dan pendapatan individu yang menurun tajam, menandai resesi ekonomi karena wabah virus korona. IOndeks PMI IHS Markit zona euro periode Maret anjlok menjadi 29,7, dari posisi 51,6 di Februari, jauh di bawah ekspektasi 31,4, karena sebagian besar ekonomi di kawasan itu ditutup untuk mencegah penyebaran virus korona. Para ekonom memperkirakan PDB riil kawasan euro menyusut sebanyak 43% pada kuartal kedua. Indeks STOXX 600 melorot 0,97% menjadi 309,06, dipimpin kejatuhan harga saham sub sektor asuransi setelah regulator Uni Eropa meminta mereka untuk menangguhkan dividen dan  buyback  saham untuk menopang likuiditas.
Secara mingguan STOXX 600 masih lebih rendah 0,6% dibanding akhir pekan sebelumnya. Saham sektor perbankan anjlok 2,2%, rontok 11% sepanjang pekan lalu. Saham minyak dan gas terperosok 4,6%, setelah naik tinggi pada sesi sebelumnya dengan harapan bahwa Arab Saudi dan Rusia akan mengakhiri perang harga. Saham-saham layanan kesehatan menguat 5,8% pekan lalu. Saham sektor ritel juga naik setelah data menunjukkan penjualan ritel zona euro pada Februari melonjak melebihi perkiraan.
  • DAX 30 Frankfurt turun 0,47% (-45,05 poin) menjadi 9.525,77.
  • CAC 40 Paris merosot 1,57% (-66,38 poin) ke level 4.154,58.
  • FTSE 100 London melorot 1,18% (-64,72 poin) ke posisi 5.415,50.

Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York mengakhiri pekan lalu dengan menguat memasuki hari ketiga berturut-turut. Investor berlindung dalam dolar AS di tengah memburuknya kejatuhan ekonomi akibat wabah Virus Corona. Dolar mengabaikan laporan pekerjaan non-pertanian AS yang menunjukkan hilangnya pekerjaan 701.000 pada bulan lalu, jauh dari ekspektasi 100.000, sekaligus mengakhiri 113 bulan berturut-turut pertumbuhan lapangan kerja AS secara historis.
Tingkat pengangguran naik menjadi 4,4% dari 3,5% bulan sebelumnya. Klaim awal tunjangan pengangguran AS naik menjadi 6,65 juta pada pekan terakhir Maret dari 3,3 juta pada pekan sebelumnya. Indeks dolar AS naik 0,4% menjadi 100,576, dengan kenaikan mingguan sebesar 2,3%, meski Federal Reserve (Fed) AS telah membanjiri pasar dengan likuiditas.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Currency

Value

Change

% Change

Euro (EUR-USD)

1.0801

-0.0057

-0.52%

Poundsterling (GBP-USD)

1.2269

-0.0127

-1.02%

Yen (USD-JPY)

108.55

0.64

+0.59%

Yuan (USD-CNY)

7.0915

0.0057

+0.08%

Rupiah (USD-IDR)

16,430.00

-65.00

-0.39%

Sumber : Bloomberg.com, 3/4/2020 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges, akhir pekan lalu ditutup melonjak seiring meningkatnya harapan bahwa kesepakatan pengurangan produksi akan segera tercapai. OPEC + mengumumkan akan mengadakan pertemuan virtual pada hari Senin. Presiden Rusia Vladimir Putin diberitakan mengatakan ingin melihat aksi global terhadap pemotongan sekitar 10 juta barel per hari, tetapi AS juga harus mengambil tindakan.
Sepanjang pekan lalu, harga minyak WTI naik 31,7%. Analis mengatakan, adalah tidak mungkin pemotongan produksi OPEC +, tanpa adanya bentuk partisipasi AS.
  • Harga minyak berjangka WTI melonjak USD3,02 (11,93%) menjadi $ 28,34 per barel.
  • Harga minyak berjangka Brent melesat 13,9% ke posisi USD34,11 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange akhir pekan lalu ditutup lebih tinggi setelah data penggajian sektor non pertanian AS menunjukkan situasi yang menyuram, mencerminkan korban ekonomi akibat virus korona. Penguatan dolar membatasi kenaikan harga emas. Lapangan kerja AS periode Maret turun 701.000, mengakhiri 113 bulan berturut-turut pertumbuhan lapangan kerja. Langkah-langkah ketat untuk mengendalikan wabah koronavirus menghambat aktivitas bisnis dan pabrik, membenarkan ekspektasi resesi. Dolar AS menguat lebih dari 2% secara mingguan, karena kekhawatiran resesi global semakin meningkat.
Harga emas naik lebih dari 1%, Kamis pekan lalu, setelah jumlah warga AS yang mengajukan klaim untuk tunjangan pengangguran di pekan terakhir Maret. Kepemilikan ETF emas terbesar di dunia, SPDR Gold Trust, naik 0,3% menjadi 971,97 ton pada Kamis. Harga logam mulai lainnya; paladium tergelincir 2,1% menjadi USD2.166,37 per ounce, turun 4% secara mingguan. Platinum turun 1,5% menjadi USD716,23, turun 3,2% secara mingguan. Harga perak turun 1,4% menjadi USD14,33 per ounce.
  • Harga emas di pasar spot naik 0,4% menjadi USD1.619,40 per ounce.
  • Harga emas berjangka naik 0,5% menjadi USD1.645.70 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

powered by: IPOTNEWS.COM


Berita Terbaru