News & Research

Reader

Bursa Pagi: Asia Fluktuatif, IHSG Terkonsolidasi Berupaya Rebound
Monday, May 21, 2018       08:24 WIB

Ipotnews - Awali pekan ini, Senin (21/5), bursa saham Asia dibuka cenderung melemah dan bergerak fluktuatif pada awal sesi perdagangan. Investor menunggu kelanjutan perundingan dagang AS-China, setelah kedua pihak menyatakan akan "mengurangi" defisit perdagangan AS secara "substansial".
Perdagangaan saham pekan ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,24%, tertekan penurunan harga saham sektor keuangan. Penurunan indeks mereda, melemah 0,03% (-1,70 poin) di posisi 6.085,70 pada pukul 8:15 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak naik 0,20% (46,67 poin) menjadi 22.977,03, setelah dibuka menguat 0,13% didukung kenaikan harga saham sektor pertambangan, meskipun terjadi penurunan di sektor besi baja dan asuransi. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka turun 0,26% tertekan pelemahan harga saham teknologi dan besi baja, dan berbalik menguat 0,03% di posisi 2.461,45.
Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melaju 0,60% (184,88 poin) ke level 31.232,79 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China juga dibuka naik signifikan, 0,40% ke posisi 3.206,18.
Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren pergerakan indeks di bursa saham global dan regional yang cenderung melemah, setelah mengakhiri sesi perdagangan pekan lalu dengaan tergerus 0,56% ke level 5.783.
Sejumlah analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini kembali terkonsolidasi mencoba menguat. Secara teknikal, beberapa indikator memperlihatkan adanya peluang pelemahan lanjutan pada pergerakan indeks di area  oversold. 
Tim Riset Indo Premier berpendapat, masih berlanjutnya trenpelemahan rupiah dan aksi jual asing diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. Sementara itu naiknya beberapa komoditas seperti CPO, nikel, timah dan batubara akan menjadi katalis positif untuk indeks. IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan rentang  support  di level 5.740 dan  resistance  di 5.830.
Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: (Spec Buy, Support: Rp45.500, Resist: Rp46.800), (Spec Buy, Support: Rp1.120, Resist: Rp1.230), (Spec Buy, Support: Rp835, Resist: Rp865), (Spec Buy, Support: Rp1.915, Resist: Rp2.040).
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street akhir pekan lalu ditutup cenderung melemah, dengan menempatkan indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite di zona merah tertekan penuruhan harga saham sektor energi dan keuangan, di tengah meningkatnya sentimen negatif negosiasi hubungan dagang AS-China. Kamis pekan lalu, berkembang kabar bahwa Beijing menawarkan pemangkasan surplus perdagangan dengan AS senilai USD200 miliar, namun kabar tersebut disangkal pemerintah China.
Indeks Dow Jones terhindar dari teritori negatif, terangkat oleh kenaikan harga saham Boeing dan Caterpillar sebesar 2,1% dan 1,3%. Namun secara keseluruhan indeks Dow Jones dan S&P 500 turun 0,5% dibanding pekan sebelumnya, an Nasdaq anjlok 0,7%.  Yield  obligasi pemerintah USA tenor 10 tahun naik ke posisi 3,1 persen untuk pertama kali sejak 2011. Kekhawatiran terhadap kebijakan moneter ketat The Fed yang lebih cepat dari perkiraan mendorong pemodal menjual obligasi AS.
  • Dow Jones Industrial Average naik 1,11 poin di posisi 24.715,09.
  • Standard&Poor's 500 turun 0,26% (-7,16 poin) menjadi 2.712,97.
  • Nasdaq Composite tergerus 0,38% (-28,13 poin) ke level 7.354,34.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange anjlok 2,99% menjadi USD23,66.
Bursa saham utama Eropa akhir pekan lalu juga ditutup melemah tertekan ketidakpastian politik di Italia dan ketegangan hubungan dagang AS-China. Indeks European-Stoxx 600 turun 0,28% menjadi 394,67 terseret penurunan harga saham sektor telekomunikasi sebesar 2% dan sektor berbasis sumber daya alam sebesar 1,2%. Masing-masing dipimpin kejatuhan harga saham Altice dan Telecom Italia sebesar 3,5%, dan saham Glencore rontok 4,4%setelah sempat terpenggal 7%. Tekanan juga terjadi pada saham-saham otomotif dan perbankan karena masih adanya ketidakpastian langkah partai politik Italia untuk membentuk pemerintahan .
  • FTSE 100 London melemah 0,12% (-9,18 poin) ke posisi 7.778,79.
  • DAX 30 Frankfurt turun 0,28% (-36,89 poin) ke level 13.077,72.
  • CAC 40 Paris menyusut 0,13% (-7,41 poin) menjadi 5.614,51.

Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York mengakhiri pekan lalu dengan mencatatkan kenaikan ke posisi tertinggi dalam 5 bulan, naik 5% sejak pertengahan Februari, didukung kenaikan imbal hasil US Treasury 10 tahun menembus 3,10%. Apresiasi dolar juga ditopang oleh data ekonomi AS yang yang mendukung ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed yang lebih agresif .
Kecemasan pasar terhadap kondisi politik di Itali, menekan euro sehingga mencatatkan penurunan selama 5 pekan berturut-turut terhadap dolar AS. Namun Citi berpendapat , reli dolar tak akan bertahan lama, karena defisit anggaran yang diperkirakan akan menggelembung lebihdari USD1 triliun pada 2019. Indeks Dolar AS yang mengukur kurs  greenback  terhadap enam mata uang negara maju naik 0,18% menjadi 93,670, dan membukukan kenaikan mungguan sebesar 1,2%.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Currency

Value

Change

% Change

Euro (EUR-USD)

1.1772

-0.0023

-0.19%

Poundsterling (GBP-USD)

1.3469

-0.0047

-0.35%

Yen (USD-JPY)

110.78

0.01

+0.01%

Yuan (USD-CNY)

6.38

0.0128

+0.20%

Rupiah (USD-IDR)

14,155.50

98.00

+0.70%

Sumber : Bloomberg.com, 18/5/2018 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges akhir pekan lalu ditutup melemah, tertekan aksi  profit taking  para traders menyusul reli harga di tengah kemerosotan produksi minyak Venezuela. Pelaksanaan pemilu di Venezuela dapat memicu tambahan sanksi AS jika Presiden Nicolas Maduro terpilih lagi untuk jabatan selama 6 tahun, walaupun partai oposisi telah memperluas boikot. Produksi minyak Venezuela berpotensi turun di bawah 1 juta barel per hari. Secara keseluruhan harga minyak WTI dan Brent masih menguat dibanding akhir pekan sebelumnya, melanjutkan kenaikan dalam 6 pekan berturut-turut. Kenaikan harga sempat terjadi didorong kuatnya permintaan dan sanksi AS atas Iran.
  • Harga minyak mentah berjangka WTI turun 21 sen menjadi USD71,28 per barel.
  • Harga minyak mentah berjangka Brent turun 81 sen menjadi USD 78,49 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange akhir pekan lalu  rebound  setelah tensi politik di Italia memicu aksi jual masif obligasi di negara tersebut. Tuntutan kepada partai politik populis untuk membentuk pemerintahan berikutnya yang berjanji untuk menaikkan anggara belanja menyebabkan para investor di Italia menghindari pasar obligasi dan sebaliknya membeli emas. Commerzbank dalam risetnya mengatakan krisis utang di Italia akan memiliki dampak lebih besar dibandingkan krisis serupa di Yunani. Namun secara keseluruhan, harga emas turun 2% dibandingkan akhir pekan sebelumnya.
  • Harga emas pasar spot naik 0,2% menjadi USD1.292,12 per ounce.
  • Harga emas untuk pengiriman bulan Juni naik USD1,90 (0,2%) menjadi USD1.291,30 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

powered by: IPOTNEWS.COM