News & Research

Reader

Bursa Pagi: Asia Menguat, Profit Taking Bayangi Peluang Kenaikan IHSG
Friday, May 18, 2018       08:27 WIB

Ipotnews - Jelang akhir pekan, Jumat (18/5), bursa saham Asia dibuka relatif menguat, mengabaikan tekanan penurunan indeks di bursa saham Wall Street, di tengah kenaikan imbal hasil US Treasury dan ketidakpastian perundingan dagang AS-China.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencataatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,18%, didukung kenaikan harga saham sektor kesehatan dan energi sebesar 2,95% dan 1,08%, di tengah pelemahan harga saham sektor keuangan. Penguatan indeks melemah menjadi 0,03% (1,70 poin) di posisi 6.096,00 padap pukul 8:15 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak naik 0,33% (76,18 poin) menjadi 22.914,55, setelah dibuka menguat 0,18% merspon rilis data indeks harga konsumen inti sebelum pembukaan bursa. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka naik 0,33% didorong kenaikan harga saham perkapalan, dan melaju 0,43% ke level 2.459,03.
Lanjutkan tren penguatan Asia, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik 0,30% (91,82 poin) ke level 31.033,97 pada pukul 8:35 WIB. Namun indeks Shanghai Composite, China dibuka melemah 0,10% ke posisi 3.151,08.
Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren kenaikan indeks di bursa Eropa dan Asia, setelah gagal bertahan di zona hojau pada penutupan sesi perdagangan kemarin, turun 0,44% ke level 5.815,920. Sejumlah analis mengekspektasikan, pergerakan IHSG hari ini berpotensi menguat, didukung kenaikan suku bunga acuan BI semalam, namun perlu diwaspadai kemungkinan munculnya aksi ambil untung jelang akhir pekan.
Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya peluang penguatan indeks, terkonsolidasi negatif namun dengan momentum yang rendah sehingga berpeluang naik.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, dinaikannya suku bunga acuan oleh Bank Indonesia sebesar 25 bps menjadi 4,50%, sesuai dengan ekspektasi pasar, diprediksi akan menjadi katalis positif indeks. Naiknya beberapa harga komoditas seperti CPO dan nikel juga akan menambah sentimen positif. IHSG diprediksi akan bergerak menguat dengan rentang  support  di level 5.780 dan  resistance  di 5.865.
Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: (Spec Buy, Support: Rp384, Resist: Rp400), (Spec Buy, Support: Rp424, Resist: Rp448), (Spec Buy, Support: Rp2.030, Resist: Rp2.250), (Spec Buy, Support: Rp2.290, Resist: Rp2.390).
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir di zona merah setelah mengalami sesi yang kacau balau diterpa oleh kebingungan investor dalam menanggapi berita perdagangan dan kenaikan harga minyak. Presiden AS Donald Trump secara terbuka meragukan kemungkinan keberhasilan pembicaraan perdagangan dengan China. Kekhawatiran akan berkurangnya produksi minyak mentah Iran karena sanksi AS melambungkan harga minyak, memperburuk kekhawatiran terhadap inflasi dan hambatan ekonomi.
Hasil Survei Outlook Bisnis Federal Reserve Philadelphia mengindikasikan peningkatan aktivitas sektor manufaktur regional untuk periode Mei, meningkat 11 poin menjadi pembacaan 34,4, mengalahkan ekspektasi pasar sebesar 21,0. Imbal hasil acuan US Treasury 10 tahun naik menembus 3,1% untuk pertama kalinya sejak 2011. Rilis data tunjangan pengangguran AS berada di posisi 222.000, naik 11.000 dari pekan sebelumnya. Saham Cisco anjlok 4,8% dan Walmart melorot 1,9% meski melaporkan laba yang melampaui ekspektasi. Coca-Cola ditutup melonjak 1,8% karena mendapatkan  upgrade  dari Barclays
  • Dow Jones Industrial Average melemah 0,22% (54,95 poin) menjadi 24.713,98.
  • Standard&Poor's 500 berkurang 0,09% (-2,33 poin) ke posisi 2.720,12.
  • Nasdaq Composite turun 0,21% (-15,82 poin) ke level 7.382,47.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 0,53% menjadi USD24,39.
Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup menguat tajam, didukung lonjakan hargacsaham terkait komoditas. Indeks European-Stoxx naik 0,66% menjadi 395,79, dipimpin kenaikan harga saham di sektor ritel hampir 2% didorong oleh meroketnya harga saham Orcado lebih dari 44% setelah menandatangani kesepakatan eksklusif dengan grosir Kroger, AS. Harga saham sektor minyak dan gas naik 1,6%, ditopang kenaikan harga minyak mentah Brent yang menembus USD80 per barel, tertinggi sejak November 2014.
Saham perjalanan dan hiburan naik lebih dari 1%, didukung kenaikan harga saham  game online  William Hill sebesar 4,2%.Saham Altice, Belanda melambung 12,4% karena mencatatkan penambahan jumlah pelanggan  broadband  untuk pertama kali sejak 2014. Saham pelayaran Moller-Maersk terpuruk 8,9% ,terpukul harga minyak, risiko geopolitik dan ketegangan perdagangan yang meningkat.
  • FTSE 100 Lodon melaju 0,70% (53,77 poin) ke posisi 7.787,9.
  • DAX 30 Frankfurt melonjak 0,91% (118,28 poin) menjadi 13.114,61.
  • CAC 40 Paris melesat 0,98% (54,38 poin) ke level 5.621,92.

Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup menguat ditopang kenaikan tajam imbal hasil US Treasury dalam beberapa hari terakhir, merespons data ekonomi AS yang solid. Imbal hasil surat utang AS bertenor 10-tahun menembus 3,122%, tertinggi dalam hampir tujuh tahun. Sejak awal 2018, imbal US Treasury 10-tahun telah meningkat lebih dari 50 basis poin. Kenaikan imbal hasil US Treasury memperkuat ekspektasi akan kenaikan suku bunga Federal Reserve sedikitnya dua kali pada tahun ini.
Data tunjangan pengangguran AS akhir pekan lalu tercatat 222.000, naik pekan sebelumnya sebesar 211.000. Indeks untuk aktivitas manufaktur Philadelphia naik 11 poin menjadi 34,4, mengalahkan ekspektasi pasar sebesar 21,0. Indeks dolar, yang mengukur kurs  greenback  terhadap enam mata uang negara maju naik 0,07% menjadi 93,469.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Currency

Value

Change

% Change

Time (ET)

Euro (EUR-USD)

1.1795

0.00

0.00%

7:19 PM

Poundsterling (GBP-USD)

1.3514

-0.0002

-0.01%

7:19 PM

Yen (USD-JPY)

110.80

0.03

+0.03%

7:19 PM

Yuan (USD-CNY)

6.3672

-0.0043

-0.07%

11:29 AM

Rupiah (USD-IDR)

14,057.50

-39.50

-0.28%

4:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 18/5/2018 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate di bursa komoditas New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup relatif mendatar, namun tetap di jalur kenaikan mingguan di tengah ekspektasi sanksi AS terhadap Iran yang akan memangkas pasokan global. Harga minyak mentah Brent North Sea di bursa London ICE Futures Exchanges sempat menembus USD80,85 per barel, tertinggi sejak November 2014.
Pelaku pasar mengestimasi sanksi tersebut akan memangkas ekspor minyak Iran kurang dari 200.000 barel per hari, dan menurunkan pasokan global kurang dari 500.000 barel setelah enam bulan, meski tidak didukung Uni Eropa dan China. Badan Informasi Energi AS menyebutkan, persediaan minyak mentah AS hingga akhir pekan lalu turun 1,404 juta barel melebihi ekspektasi penurunan sebesar 0,763 juta barel. Persediaan bensin menyusut 3,790 juta barel, mengalahkan ekspektasi penurunan 1,421 juta barel.
  • Harga minyak mentah berjangka WTI untuk pengiriman Juni bertahan di USD71,49 per barel.
  • Harga minyak minyak mentah Brent naik 9 sen menjadi USD79,36 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi juga berakhir relatif mendatar, setelah jatuh ke level terendah 2018 terpukul kenaikan imbal hasil obligasi AS. Harga emas anjlok lebih dari dua persen pekan ini, karena penguatan dolar dan kenaikan imbal hasil US Treasury 10-tahun ke posisi tertinggi tujuh tahun. Namun sinyal kegagalan perundingan dagang AS-China, dan perundingan damai Korut-Korsel menahan kejatuhan harga emas dan sempat bangkit dari level terendah empat setengah bulan di posisi USD1.285,41 per ounce.
  • Harga emas di pasar spot  flat  di posisi USD1.290,75 per ounce.
  • Harga emas untuk pengiriman Juni turun USD2,10 menjadi USD1.289,40 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

powered by: IPOTNEWS.COM