News & Research

Reader

Bursa Pagi: Dibuka Naik Asia Mengendur, Laju IHSG Berpotensi Negatif
Friday, April 03, 2020       08:21 WIB

Ipotnews - Jelang akhir pekan pertama April, Jumat (3/4), bursa saham Asia dibuka menguat, melanjutkan tren kenaikan indeks acuan di bursa saham utaa Eropa dan Wall Street yang didukung oleh lonjakan harga minyak dunia. Pasar menunggu rilis indeks PMI Caixin/Markit China siang ini.
Perdagangan saham hari dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,31%. Pergerakan indeks berlanjut melemah 0,10% (-5,40 poin) di posisi 5.148,90 pada pukul 8:10 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak melaju 0,81% (143,59 poin) ke level 17.962,31, setelah dibuka melonjak 1,16%, dan Topix melonjak 1,17%. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka naik 0,68%, dan berlanjut menguat 0,27% menjadi 1.729,48.
Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka merosot 0,89% (-207,11 poin) ke level 23.072,95 pada puykul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China turun 0,25% menjadi 2.773,58.
Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren kenaikan indeks di bursa saham global dan regional, setelah kemarin mampu mempertahankan manuvernya di zona hijau dan ditutup melaju 1,47% ke level 4.531. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange melesat 5,50% menjadi USD14,38.
Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini berpeluang untuk melanjutkan kenaikan namun berpotensi bergerak dalam kecenderungan negatif. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi penguatan lanjutan namun masih akan terkonsolidasi cenderung negatif.
Tim Riset Indoi Premier berpendapat, menguatnya indeks bursa global seiring dengan melonjaknya harga minyak mentah, setelah Trump menyatakan bawah Rusia dan Arab Saudi sepakat memangkas produksi, diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. Sementara itu naiknya beberapa harga komoditas lain seperti nikel, dan timah akan menjadi tambahan sentimen positif di pasar.
IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan  support  di level 4,420 dan  resistance  di level 4,630.Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;
  • Saham : (Buy, Support: Rp40,275, Resist: Rp47,100), (Buy, Support: Rp905, Resist: Rp1,010), (Buy, Support: Rp1,560, Resist: Rp1,910), (Buy, Support: Rp4,570, Resist: Rp4,880).
  • ETF: (Buy, Support: Rp290, Resist: Rp308), (Buy, Support: Rp332, Resist: Rp342), (Buy, Support: Rp770, Resist: Rp798).

Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir dengan membukukan kenaikan signifikan, didukung reli harga minyak yang meredakan kekhawatiran kerugian keuangan dan kehilangan pekerjaan di sektor energi. Presiden AS Donald Trump mengaku sudah berbicara dengan Presiden Rusia dan Putra Mahkota Saudi, dan memperkirakan kedua negara akan mengurangi produksi minyak sekitar 10 juta barel. Komentar itu mendorong harga minyak mentah WTI AS melambung hampir 25%, Brent melonjak 21%. Penurunan 58% harga minyak tahun ini sangat memukul industri  shale-oil  AS, pendorong ekonomi dan lapangan kerja. Chevron dan Exxon Mobil memimpin Dow lebih tinggi, masing-masing naik 11% dan 7,7%. Sektor energi S&P 500 menguat 9,1%.
Di sisi lain investor menimbang lonjakan besar-besaran klaim pengangguran yang menunjukkan besarnya dampak negatif    lockdown    untuk menghentikan penyebaran virus korona terhadap perekonomian. Laporan Departemen Tenaga Kerja yang menyebutkan lebih dari 6 juta orang mengajukan klaim permintaan pengangguran pada pekan 27 terakhir Maret. Ekonom memperkirakan 4 juta hingga 5 juta pekerja lainnya mengajukan klaim pengangguran, pekan lalu. Kisaran perkiraan itu setingginya mencapai 9 juta.
  • Dow Jones Industrial Average melonjak 2,24% (469,93 poin) ke level 21.413,44.
  • S&P 500 melompat 2,28% (56,40 poin) ke posisi 2.526,90.
  • Nasdaq Composite melaju 1,72% (126,73 poin) menjadi 7.487,31.

Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup sedikit lebih tinggi, berfluktuasi untuk sebagian besar sesi tersebut, setelah investor bereaksi terhadap rekor jumlah klaim pengangguran Amerika Serikat dan pergerakan di pasar energi. Pasar global terus mencerna perkembangan terkait pandemi virus korona. Jumlah kasus Covid-19 yang dikonfirmasi di AS melampaui 200.000, Rabu, dua kali lipat sejak Jumat. Pejabat Gedung Putih memproyeksikan 100.000 hingga 240.000 kematian di AS, dengan kematian akibat Covid-19 mencapai puncaknya selama dua pekan ke depan.
Indeks STOXX 600 menguat 0,42% menjadi 312,08, dipimpin lonjakan harga saham minyak dan gas lebih dari 5%, merespon berita bahwa Arab Saudi dan Rusia dapat segera meredakan ketegangan. Saham Aker BP, TGS-Nopec, dan Lundin semuanya melesat lebih dari 9%. John Wood Group, melambung sekitar 15%. Saham Carnival jatuh 22% sementara bank korporasi Natixis merosot 11%.
  • DAX 30 Frankfurt naik 0,27% (26,07 poin) menjadi 9.570,82.
  • FTSE 100 London meningkat 0,47% (25,65 poin) ke level 5.480,22.
  • CAC 40 Paris bertambah 0,33% (13,72 poin) ke posisi 4.220,96.

Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup menguat memasuki hari kedua berturut-turut. Investor berlindung di  greenback  karena mengkhawatirkan prospek resesi global. Klaim awal tunjangan pengangguran naik menjadi 6,65 juta, dari 3,3 juta pengangguran AS pada pekan terakhir Maret, mencatatkan rekor tertinggi, namun dolar tidak terlalu antusias merespons. Investor akan mencermati laporan penggajian non-pertanian AS untuk periode Maret.
Jajak pendapat ekonom Reuters memperkirakan kehilangan pekerjaan hingga 100.000 pada bulan lalu, pembalikan tajam dari kenaikan lapangan pekerjaan sebesar 273.000 pada Februari. Beberapa analis memperkirakan dolar tidak akan memperpanjang reli setelah Federal Reserve mengambil serangkaian tindakan, yang mulai berdampak, untuk memastikan pasokan mata uang tersebut cukup memadai. Indeks dolar naik 0,51% menjadi 100,180.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Currency

Value

Change

% Change

Time (ET)

Euro (EUR-USD)

1.0846

-0.0012

-0.11%

7:34 PM

Poundsterling (GBP-USD)

1.2386

-0.0010

-0.08%

7:34 PM

Yen (USD-JPY)

108.09

0.18

+0.17%

7:34 PM

Yuan (USD-CNY)

7.0858

-0.0141

-0.20%

11:29 AM

Rupiah (USD-IDR)

16,495.00

45.00

+0.27%

3:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 2/4/2020 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi tadi bergerak naik. Presiden AS Donald Trump menyatakan Arab Saudi dan Rusia akan mengakhiri perang harga yang berkontribusi terhadap kejatuhan minyak mentah dan akan mengumumkan pengurangan produksi minyak 10 juta barel dan bisa mencapai 15 juta barel.
Namun para pedagang masih mempertanyakan apakah pernyataan Trump masuk akal, terutama jika AS tidak berpartisipasi membatasi produksi. Trump juga tidak meminta produsen dalam negeri untuk memotong produksinya. Harga minyak entah juga mendapat dorongan, setelah  Bloomberg News  melaporkan China akan mulai membeli minyak untuk cadangan daruratnya.
  • Harga minyak mentah berjangka WTI melonjak 24,67% menjadi USD25,32 per barel.
  • Harga minyak mentah berjangka Brent naik USD4,40 (17,8%) menjadi USD29,14 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup melonjak lebih dari 1%. Pasar merespon rilis data klaim pengangguran AS yang mencatatkan rekor tertinggi untuk pekan kedua berturut-turut, meningkatkan kekhawatiran kerusakan ekonomi akibat virus korona.Analis mengatakan tanda-tanda pelemahan ekonomi yang berkepanjangan dan langkah-langkah stimulus yang semakin agresif oleh banyak negara dan bank sentral bakal memperkuat pijakan emas.
Kepemilikan dalam ETF emas terbesar di dunia, SPDR Gold Trust, naik 0,18% menjadi 968,75 ton pada sesi Rabu, tertinggi sejak Oktober 2016. Harga logam mulia lainnya; palladium turun 0,9% menjadi USD2.197,63 per ounce, platinum melesat 1% menjadi USD724,84, perak melonjak 3% menjadi USD14,42.
  • Harga emas di pasar spot naik 1,3% menjadi USD1.610,68 per ounce.
  • Harga emas berjangka melesat 2,9% menjadi USD1.637,70 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

powered by: IPOTNEWS.COM


Berita Terbaru

Wednesday, May 27, 2020 - 12:58 WIB
China, HK stocks fall as rising Sino-U.S. tensions weigh
Wednesday, May 27, 2020 - 12:28 WIB
Bursa Siang: USA-China Tegang, IHSG Melandai
Wednesday, May 27, 2020 - 12:03 WIB
IHSG Sesi I Bergerak Flat, Berakhir di Zone Merah
Wednesday, May 27, 2020 - 11:53 WIB
Financial Statements 1Q 2020 of ICBP
Wednesday, May 27, 2020 - 11:51 WIB
Target Price ASII
Wednesday, May 27, 2020 - 11:49 WIB
Hampir Selesai, Survei Seismik ELSA Di Jambi Merang Kurang Dari Sepertiga Pekerjaan
Wednesday, May 27, 2020 - 11:49 WIB
Target Price AALI
Wednesday, May 27, 2020 - 11:48 WIB
Financial Statements 1Q 2020 of YPAS
Wednesday, May 27, 2020 - 11:47 WIB
BI Perpanjang Jadwal Operasional dan Layanan Publik Menjadi 15 Juni 2020
Wednesday, May 27, 2020 - 11:45 WIB
Terjadi Perpindahan Basis Pelanggan, Ada Berkah Tersembunyi di EXCL