News & Research

Reader

Bursa Pagi: Global-Regional Beda Arah, Peluang Laju IHSG Dibayangi Pelemahan
Thursday, October 10, 2019       08:40 WIB

Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Kamis (10/10) dibuka melemah, gagal melanjutkan tren kenaikan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street yang terdorong oleh ekspektasi positif perundingan dagangAS-China Kamis ini.  South China Morning Post  pagi ini mengabarkan, pertemuan di level deputi tidak mencapai kemajuan karena China menolak mendiskusikan isu transfer teknologi.Indeks MSCI Asia ex-Jepang turun 0,32%.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan pelemahan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,13%. Harga minyak melemah pada pembukaan pasar Asia. Indeks berlanjut melemah 0,19% (-12,30 poin) ke posisi 6.534,40 pada pukul 8:25 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang juga melemah 0,10% (20,44 poin) menjadi 21.435,94, setelah dibuka turun 0,6%, dan Topix merosot 0,88%. Indeks tertekan oleh kejatuhan harga saham Fanuc sebesar 1,82%. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka anjlok 1,28%, harga saham SK Hynix anjlok 2,97%, dan berlanjut melorot 1,30% ke level 2.019,58
Melanjutkan tren pelemahan Asia, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka turun 0,22% (-57,24 poin) menjadi 25.625,57 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China sedikit melemah 0,04% di posisi 2.024,78.
Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren pergerakan indeks yang berawanan arah di bursa saham global dan regional, setelah gagal melanjutkan tren kenaikan pada sesi perdagangan kemarin dan ditutup melemah 0,17% ke posisi 6.029.
Sejumlah analis memprediksikan, pergerakan IHSG hari ini masih akan bergerak di rentang konsolidasi, berpeluang berbalik arah dengan dibayangi tekanan pelemahan. Beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi penguatan di area jenuh jual.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, memudarnya optimisme investor terkait kesepakatan dagang AS-China, dengan adanya laporan bahwa pertemuan tingkat wakil menteri gagal mencapai kesepakatanmenjelang pertemuan inti Kamisini, diprediksiakan menjadi sentimen negatif untuk indeks.
Sementara itu melemahnya nilai tukar rupiah serta sejumlah harga komoditas seperti minyak mentah dan nikel juga diprediksi akan menambah katalis negatif di pasar. IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan  support  di level 5.995 dan  resistance  di level 6.060.
Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;
  • Saham: (Buy, Support: Rp935, Resist: Rp1.045), (Buy, Support: Rp780, Resist: Rp815), (Buy, Support: Rp10.750, Resist: Rp11.075), (Buy, Support: Rp4.090, Resist : Rp4.150).
  • ETF: ( SELL , Support: Rp523, Resist: Rp527), ( SELL , Support: Rp1.078, Resist: Rp1.090), ( SELL , Support: Rp470, Resist: Rp474).

Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir menguat untuk kali pertama dalam tiga hari. Para  trader  berharap adanya kesepakatan dari perundingan perdagangan AS-China yang dimulai Kamis. Sejumlah media melaporkan China siap untuk menerima kesepakatan perdagangan parsial selama tidak ada tarif yang dikenakan oleh AS. Beijing akan menawarkan konsesi non-inti seperti pembelian produk pertanian sebagai imbalannya. Sementara itu, risalah Federal Reserve menunjukkan para petinggi bank sentral AS itu mencemaskan atas perlambatan global, meskipun prospek AS tetap bagus untuk saat ini. Pasar berjangka memperkirakan The Fed akan menurunkan suku bunga lagi pada bulan ini.
Saham Apple berkontribusi terhadap penguatan Wall Street, melonjak 1,3% setelah analis Canaccord Genuity menaikkan target harganya. Sektro teknologi melompat lebih dari 1%. Saham Johnson & Johnson anjlok 2%, setekah dewan juri di Pennsylvania memutuskan perusahaan itu harus membayar ganti rugi atas obat kejiwaan Risperdal senilai USD8 miliar. American Airlines melesat 3,1% setelah menaikkan tolok ukur pendapatan utamanya menjadi 2,5% dari 1,5% untuk kuartal ketiga.
  • Dow Jones Industrial Average naik 0,7% (181,97 poin) menjadi 26.346,01.
  • S&P 500 meningkat 0,91% (26,34 poin) ke posisi 2.919,40.
  • Nasdaq Composite melaju 1,02% (79,96 poin) ke level 7.903,74.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,80% menjadi USD23,81.
Bursa saham utama Eropa tadi malam juga berakhir di zona hijau, setelah muncul laporan bahwa China bersedia untuk membahas kesepakatan perdagangan secara parsial dengan AS. Indeks STOXX 600 naik 0,42% menjadi 380,30, dipimpin kenaikan harga saham otomotif dan teknologi.
Di Inggris, PM Boris Johnson dikabarkan menghadapi kemungkinan pemberontakan dari dalam kabinetnya karena kekhawatiran Inggris akan keluar dari Uni Eropa tanpa kesepakatan. Saham GVC Holdings Inggris melambung lebih dari 5% setelah meng- upgrade  prospeknya untuk kali kedua dalam tiga bulan. Perusahaan daur ulang Norwegia, Tomra Systems, terjerembab sekitar 4%.
  • FTSE 100 London naik 0,33% (23,35 poin) menjadi 7.166,50.
  • DAX 30 Frankfurt melompat 1,04% (124,06 poin) ke level 12.094,26.
  • CAC 40 Paris meningkat 0,78% (42,52 poin) ke posisi 5.499,14.

Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi melesat ke level tertinggi satu pekan terhadap mata uang  safe havens  yen Jepang dan franc Swiss, di tengah meningkatnya harapan kesepakatan dalam perundingan dagang AS-China.Wakil Perdana Menteri Liu He, yang memimpin delegasi China, dijadwalkan melakukan perjalanan ke Washington untuk menghadiri perundingan perdagangan putaran berikutnya, Kamis dan Jumat. Namun, beberapa analis menganjurkan untuk berhati-hati menyikapi optimisme seputar perundingan perdagangan AS-China.
Rilis risalah rapat The Fed September lalu menunjukkan sebagian besar penyusun kebijakan mendukung perlunya penurunan suku bunga, tetapi mereka tetap terpecah untuk kebijakan moneter di masa mendatang. Poundsterling melorot setelah partai Irlandia Utara yang mendukung pemerintah Inggris mengatakan akan dengan tegas menentang konsesi Uni Eropa terkait  backstop  Irlandia di bawah kesepakatan Brexit. Indeks dolar, yang mengukur kurs  greenback  terhadap enam mata uang negara maju turun 0,02% menjadi 99,118.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Currency

Value

Change

% Change

Time (ET)

Euro (EUR-USD)

1.0987

0.0016

+0.15%

7:28 PM

Poundsterling (GBP-USD)

1.2214

0.0008

+0.07%

7:28 PM

Yen (USD-JPY)

107.12

-0.36

-0.33%

7:28 PM

Yuan (USD-CNY)

7.1328

-0.0116

-0.16%

11:29 AM

Rupiah (USD-IDR)

14172.5

11

+0.08%

4:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 9/10/2019 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi sedikit berubah setelah investor mencerna data pasokan minyak AS pada pekan lalu yang memberikan gambaran variatif, serta meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Harga minyak berjangka sempat naik setelah Turki melancarkan invasi ke Suriah utara untuk mengejar milisi Kurdi. Tetapi laporan mingguan terbaru Badan Informasi Energi AS menunjukkan peningkatan cadangan minyak mentah pada akhir pekan lalu sekitar 2,9 juta barel, lebih besar dari perkiraan kenaikan 1,4 juta barel.
Di pihak lain, stok bensin turun 1,2 juta barel dan produk distilasi turun3,9 juta barel, jauh lebih besar dari ekspektasi. Sementara itu,  output  minyak mentah AS jelang akhir pekan lalu melesat ke rekor tertinggi 12,6 juta bph. Menjelang penutupan pasar, WTI dan Brent melandai setelah rilis risalah rapat September The Fed Federal Reserve, yang menunjukkan bahwa pelaku pasar mungkin mengantisipasi lebih banyak penurunan suku bunga ketimbang yang dianggap perlu oleh bank sentral AS.
  • Harga minyak WTI untuk pengiriman November turun 4 sen menjadi USD52,59 per barel.
  • Harga minyak Brent untuk pengiriman Desember naik 8 sen menjadi USD58,32 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup menguat didorong spekulasi penurunan suku bunga lebih lanjut oleh The Fed. Investor masih menunggu risalah rapat September The Fed, tetapi harapan kesepakatan perdagangan China-AS mendukung sentimen risiko dan membatasi kenaikan harga emas. Chairman The Fed, Jerome Powell, Selasa lalu memberi sinyal keterbukaan untuk penurunan suku bunga lebih lanjut demi menangkis risiko ekonomi global dan mengatakan The Fed akan "segera mengumumkan langkah-langkah untuk menambah pasokan cadangan dari waktu ke waktu."
Analis mengatakan, The Fed menambah jumlah likuiditas yang signifikan ke pasar dan mereka meningkatkan jumlah uang beredar, sehingga harga emas meningkat. Pasar mencermati perkembangan geopolitik, setelah Turki meluncurkan operasi militer terhadap pejuang Kurdi di timur laut Suriah. Logam lainnya, perak naik 0,1% menjadi USD17,73 per ounce, platinum menguat 0,4% menjadi USD893,56, dan palladium meningkat 0,1% menjadi USD1.678,10.
  • Harga emas di pasar spot naik 0,1% menjadi USD1.506,27 per ounce.
  • Harga emas berjangkanaik 0,5% menjadi USD1.511,70 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

powered by: IPOTNEWS.COM