News & Research

Reader

Bursa Pagi: Global-Regional Melaju, Buka Peluang Kenaikan IHSG
Wednesday, August 14, 2019       08:30 WIB

Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Rabu (14/8), dibuka naik melanjutkan laju indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street, menyambut penundaan pemberlakuan tarif impor 10% beberapa produk China oleh Washington. Tarif sejumlah barang yang semula direncanakan mulai diterapkanawal September, ditunda hingga 15 Desember. Indeks MSCI Asia ex-Jepang naik 0,59%. Tekanan politik di Hongkong masih tinggi, setelah dilanda kerusuhan selama beberapa hari terakhir
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,44%, diwarnai penurunan harga minyak mentah pada pembukaan pasar Asia. Indeks berlanjut menguat 0,34% (22,60 poin) ke posisi 6.591,10 pada pukul 8:15 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang dibuka melaju 0,83% (169,59 poin) ke level 20.625,03, setelah dibuka melompat 1,14%, Topix juga meningkat 0,96% di tengah lonjakan harga saham Fanuc hingga 2,81%. Indeks Kospi, Korea Selatan, dibuka melaju 1,37% saham SK Hynix melesat 4,16% , dan berlanjut meningkat 1,13% ke level 1.947,63.
Memperkuat laju kenaikan global, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melonjak 1,70% (429,80 poin) ke level 25.711,10 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China meningkat0,97% ke posisi 2.824,49.
Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada pergerakan positif indeks acuan di bursa saham global dan regional. Setelah kembali menghadapi tekanan jual pada sesi perdagangan kemarin dan ditutup turun 0,63% ke level 6.210. Aksi jual bersih investor asing ( net sell ) mencapai Rp1,03 triliun.
Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih bergerak dalam tren konsolidasi wajar dengan kecenderungan berbalik menguat. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks masih memperlihatkan adanya potensi koreksi menuju area  oversold , sehingga berpeluang menguat terbatas.
Tim Riset Indo Premier berpendapat,ekspektasi investor akan adanya resolusi dagang AS-China seiring dengan ditundanya pengenaan tarif impor terhadap barang-barang China diprediksi akan menjadi sentimen positif untuk indeks.
Sementara itu  rebound  nilai tukar rupiah serta menguatnya beberapa harga komoditas seperti minyak mentah, CPO, nikel dan timah diprediksi akan menjadi tambahan katalis positif di pasar. IHSG diprediksi akan bergerak menguat dengan  support  di level 6.175 dan  resistance di level 6.250.
Beberapa ekuitas yang direkomendasikan antara lain;
  • Saham: (Buy, Support: Rp3.240, Resist: Rp3.440), (Buy, Support: Rp485, Resist: Rp535), (Buy, Support: Rp1.180, Resist: Rp1.220), (Buy, Support: Rp2.190, Resist : Rp2.310).
  • ETF: ( SELL , Support: Rp447, Resist: Rp456), ( SELL , Support: Rp509, Resist: Rp518), ( SELL , Support: Rp528, Resist: Rp538).

Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir melaju, setelah AS memutuskan akan menunda bea masuk pada sejumlah barang China sehingga membangkitkan harapan resolusi janngka panjang perang dagang AS-China. Perwakilan Dagang Amerika Serikat ( USTR ), mengumumkan penundaan tarif produk-produk tertentu termasuk pakaian dan telepon seluler berdasarkan pertimbangan "kesehatan, keselamatan, keamanan nasional dan faktor lain" hingga 15 Desember dari 1 September.
Presiden Donald Trump mengatakan penunda taanrif menjelang musim Natal untuk menghindari dampak potensial terhadap musim belanja liburan akhir tahun. Saham Apple yang melejit lebih dari 4%. Perusahaan ritel menyambut potensi penundaan kenaikan bea masuk impor pakaian dan elektronik. Saham Best Buy melonjak lebih dari 6%, sementara Nike dan Nordstrom naik sekitar 2%. Laporan indeks harga konsumen AS menunjukkan inflasi seperti yang diprediksi bulan lalu.
  • Dow Jones Industrial Average melonjak 1,44% (529 poin) menjadi 26.279,91.
  • S&P 500 melompat 1,48% (42,57 poin) ke posisi 2.926,32.
  • Nasdaq Composite melesat 1,95% (142,95 poin) ke level 8.016,36.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,89% menjadi USD24,80.
Bursa saham utama Eropa tadi malam juga berbalik arah, ditutup di zona hijau setelah investor bereaksi terhadap penundaan tarif tambahan AS terhadap pada beberapa impor produk China. Indeks STOXX 600 naik 0,54% menjadi 372,40, didukung kenaikan harga saham di sektor yang sensitif terhadap perdagangan seperti otomotif dan sumber daya dasar. Saham sektor teknologi Eropa melonjak 1%.
Harga saham raksasa baja dan pertambangan ArcelorMittal naik tajam lebih dari 5% setelah pengumuman USTR . SalMar memimpin kenaikan di Eropa, melejit hampir 7% setelah DNB meng- upgrade  perusahaan peternakan ikan Norwegia itu menjadi " hold " dari " sell ". Saham Henkel anjlok 7% setelah menurunkan prospek setahun penuh untuk penjualan dan laba. Senat Italia dijadwalkan bertemu untuk menetapkan tanggal mosi tidak percaya pada pemerintah, setelah Partai Lega menyatakan bahwa koalisinya dengan Five Star Movement tidak bisa berjalan.
  • FTSE 100 London naik 0,33% (24,18 poin) menjadi 7.250,90.
  • DAX 30 Frankfurt meningkat 0,60% (70,45 poin) ke posisi 11.750,13.
  • CAC 40 Paris melaju 0,99% (52,76 poin) ke level 5.363,07.

Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup menguat, setelah USTR mengumumkan penundaan tarif 10% pada beberapa produk China yang dijadwalkan mulai September menjadi 15 Desember. Dolar AS juga terangkat setelah Depertemen Tenaga Kerja AS melaporkan indeks harga konsumen Juli mengalami peningkatan 0,3% dibanding Juni atau 1,8% (yoy), meski meredanya ketegangan perdagangan dapat mengurangi laju inflasi lebih lanjut.
Tekanan terhadap imbal hasil US Treasury mereda, dimana perbedaan antara imbal hasil US Treasury bertenor 2 dan 10 tahun sempat turun hingga 0,6 basis poin, terendah selama lebih dari 12 tahun. Pasar keuangan telah sepenuhnya memperhitungkan penurunan suku bunga Federal Reserve pada September. Ekspektasi bahwa suku bunga akan dipotong 25 basis poin naik menjadi 95,0% dari 84,6% sehari sebelumnya. Indeks dolar, patokan kurs  greenback  terhadap enam mata uang negara maju naik 0,44% menjadi 97,812, dan yuan melonjak 1,25% menjadi 7,0125 per dolar.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Currency

Value

Change

% Change

Time (ET)

Euro (EUR-USD)

1.1176

0.0005

+0.04%

7:23 PM

Poundsterling (GBP-USD)

1.206

0.00

0.00%

7:24 PM

Yen (USD-JPY)

106.64

-0.10

-0.09%

7:24 PM

Yuan (USD-CNY)

7.0433

-0.0148

-0.21%

10:25 AM

Rupiah (USD-IDR)

14,325.00

75.00

+0.53%

4:56 AM

Sumber : Bloomberg.com, 13/8/2019 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak menguat tajam, setelah Washington menunda pemberlakuan tarif impor 10% untuk beberapa produk China. Langkah tersebut meredakan kekhawatiran atas perang perdagangan global yang memukul pasar dalam beberapa bulan terakhir. Perang dagang AS-China menyebabkan pertumbuhan permintaan energi mengalami tekanan hebat.
Namun harga minyak dalam perdagangan pasca-  settlement     melemah  setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan stok minyak mentah AS secara tak terduga naik 3,7 juta barel menjadi 443 juta pada pekan lalu, jauh dari ekspektasi penurunan 2,8 juta barel. Pasar menunggu rilis data stok minyak mentah dari pemerintah AS, Rabu ini. Sejak jatuh ke level terendah sejak Januari pada 7 Agustus, Brent melonjak 9% dan WTI 12%. Badan Informasi Energi AS memperkirakan output minyak AS dari tujuh formasi utama  shale oil  akan naik 85.000 barel per hari pada September nanti menjadi 8,77 juta bph.
  • Harga minyak mentah berjangka Brent naik 4,5% menjadi USD61,20 per barel.
  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik 4,0% menjadi USD57,10 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup berbalik arah dari level tertinggi enam tahun, anjlok hingga 2%, setelah sebelumnya mencapai level tertinggi sejak April 2013 di posisi USD1.534,31, merespon pengumuman penunda tarif impor AS pada beberapa produk China. Emas sempat melonjak ke level tertinggi lebih dari 6 tahun pada sesi awal dipicu oleh kejatuhan peso Argentina dan kerusuhan di Hong Kong. Fokus pasar kinitertuju pada simposium tahunan Federal Reserve pekan depan untuk mendapatklam petunjuk tentang arah pergerakan suku bunga di masa mendatang.
Pedagang melihat peluang 86,2% untuk penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin oleh The Fed, pada September ini. Kepemilikan ETF emas terbesar di dunia, SPDR Gold Trust, melonjak 0,9% menjadi 847,77 ton pada sesi Senin. Harga logam lainnya; perak turun 0,6% menjadi USD16,96 per ounce, platinum naik 0,2% menjadi USD853,81, dan palladium melonjak 1,9% menjadi USD1.454,03 per ounce.
  • Harga emas di pasar spot turun 0,7% menjadi USD1.501,36 per ounce.
  • Harga emas berjangka AS turun 0,3% menjadi USD1.512,6 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

powered by: IPOTNEWS.COM


Berita Terbaru

Wednesday, Aug 21, 2019 - 09:29 WIB
Premier Insight : TOWR - Sarana Menara Nusantara booked 1H19 contract of Rp42.6tn
Wednesday, Aug 21, 2019 - 09:26 WIB
Technical Analisis : XIIT : Buy
Wednesday, Aug 21, 2019 - 09:26 WIB
Technical Analisis : XBLQ : Buy
Wednesday, Aug 21, 2019 - 09:20 WIB
Technical Analisis : XMTS : SELL
Wednesday, Aug 21, 2019 - 09:18 WIB
Technical Analisis : Siloam International Hospitals Tbk. : Buy
Wednesday, Aug 21, 2019 - 09:17 WIB
Ini resep jitu Bank Jatim untuk menekan NPL di bawah level 3%
Wednesday, Aug 21, 2019 - 09:16 WIB
Technical Analisis : Wijaya Karya Tbk. : Buy
Wednesday, Aug 21, 2019 - 09:16 WIB
Target Price PTBA
Wednesday, Aug 21, 2019 - 09:15 WIB
Technical Analisis : XL Axiata Tbk. : Buy
Wednesday, Aug 21, 2019 - 09:14 WIB
Technical Analisis : Target pelemahan indeks pada level 6.265 kemudian 6.230