News & Research

Reader

Bursa Pagi: Global-Regional Melaju di Jalur Hijau, IHSG Berpeluang Menguat
Wednesday, October 06, 2021       08:22 WIB

Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Rabu (6/10), dibuka menguat, melanjutkan tren kenaikan indeks acuan pada penutupan bursa saham utama Eropa dan Wall Street,  rebound  dari tekanan penurunan di sesi sebelmnya. Indeks MSCI Asia-Pasifik ex-Jepang menguat 0,12%.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indes ASX 200, Australia sebesar 0,2%. Indeks berlanjut menguat 0,18% (13,4 poin) menjadi 7.261,8 pada pukul 8:15 WIB.
Indeks Kospi, Korea Seatan dibuka meningkat 0,71%, dan berlanjut melaju 0,92% ke posisi 2.989,55.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang juga melaju 0,92% (256,54 poin) ke level 28.078,66, setelah dibuka melaju 0,85% dan Topix melompat 0,92%.
Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik 0,64% (155,05 poin) ke posisi 24.259,2 paa pukul 8:35 WIB. Bursa saham China hari ini masih libur merayakan Golden Week.
Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren positif pergerakan indeks acuan di bursa saham global dan regional, setelah merosot 0,86% ke level 6.288 pada penutupan sesi perdagangan kemarin. Namun sebaliknya, harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange melaju 0,94% ke level USD22,56.
Beberapa analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini akan kembali berupaya melanjutkan tren kenaikan dibayangi sentimen terkait kebijakan kenaikan tarif pajak. Secara teknikal, sejumlah indikator pergerakan indeks memperlihakan adanya risiko pelemahan terbatas, dengan peluang menguat pada akhir sesi perdagangan.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya indeks di bursa Wall Street seiring  rebound saham sektor teknologi diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. Sementara itu berlanjutnya kenaikan harga komoditas akan menjadi tambahan sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan.
IHSG diprediksi akan bergerak menguat dengan  support  di level 6,240 dan  resistance  di level 6,340. Beberapa ekuitas yang dicermati antara lain;
  • Saham : (Buy). Support: Rp3,380, Resist: Rp3,460, (Buy). Support: Rp8,725, Resist: Rp8,825, (Buy). Support: Rp4,080, Resist: Rp4,220, (Buy on Weakness). Support: Rp1,360, Resist: Rp1,390.
  • ETF : (Sell). Support Rp93, Resist: Rp95, (Sell). Support: Rp920, Resist: Rp934, (Sell). Support: Rp432, Resist: Rp442.

Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir dengan meningkat tajam. Sektor keuangan, jasa komunikasi dan teknologi memimpin kenaikan, ketika investor menunggu data penggajian bulanan AS. akhir pekan ini, yang dapat mempengaruhi keputusan  tapering  The Fed. Data dari Institute for Supply Management menunjukkan indeks aktivitas non-manufaktur AS naik menjadi 61,9 pada bulan lalu dari 61,7 di Agustus.
Sektor keuangan memimpin kenaikan S&P 500, melonjak 1,78%. Sektor-sektor terkait pertmbuhan juga naik. Saham energi, kapal pesiar, penerbangan, dan ritel juga menguat. Apple, Microsoft, Amazon dan Alphabet, melonjak lebih dari 1%. Facebook rebound 2,1% setelah terjungkal kerena aplikasi dan platform Instagram tak bisa diakses selama berjam-jam. PepsiCo naik 0,6% setelah mengatrol perkiraan pendapatan setahun penuh
  • Dow Jones Industrial Average meningkat 0,92% (311,75 poin) menjadi 34.314,67.
  • S&P 500 melaju 1,05% (45,26 poin) ke posisi 4.345,73.
  • Nasdaq Composite melonjak 1,25% (178,35 poin) ke level 14.433,83.

Bursa saham utama Eropa tadi malam juga berakhir menguat tajam, investor regional mengesampingkan kejatuhan Wall Street di awal pekan ini. Meski masih menunjukkan adanya ekspansi, indeks PMI final zona euro mengindikasikan bahwa pertumbuhan bisnis pada September terbebani masalah inflasi dan rantai pasokan. IHS Final Markit Composite PMI zona euro periode September berada di posisi 56,2, turun dari 59,0 pada Agustus.
Indeks STOXX 600 melompat 1,17% menjadi 456,03, dipimpin lonjakan harga saham sektor perbankan sebesar 3,4%. Saham teknologi melejit 2,1%. Saham jaringan roti dan kue asal Inggris, Greggs, melesat 10,5% setelah menaikkan perkiraan keuntungan didukung penjualan yang kuat. GN Store Nord, Denmark, anjlok 7% setelah memotong perkiraan pertumbuhan pendapatan 2021
  • DAX 30 Jerman melaju 1,05% (157,94 poin) ke posisi 15.194,49.
  • FTSE 100 Inggris meningkat 0,94% (66,09 poin) menjadi 7.077,10.
  • CAC 40 Prancis melonjak 1,52% (98,62 poin) ke level 6.576,28.

Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup menguat. Trader tetap berhati-hati menjelang rilis data penggajian non-pertanian AS di September, yang dapat memberikan petunjuk kebijakan The Fed selanjutnya. Data  non-farm payrolls  Jumat nanti diperkirakan menunjukkan peningkatan berkelanjutan di pasar tenaga kerja, dengan ekspektasi penambahan 488.000 pekerjaan.
Analis mengatakan, angka yang mengecewakan akan mendorong sikap  dovish  The Fed, tetapi data yang melesat, yang diiringi kenaikan inflasi dan diperburuk oleh krisis energi akan memberi lebih banyak tekanan pada The Fed untuk mulai melakukan  tapering.  Investor mulai mengkhawatiran plafon utang AS karena tenggat waktu semakin dekat untuk terhindar dari  default . Indeks Dolar AS (Indeks DXY) naik 0,2% menjadi 93,981.
Kurs spot dolar

Currency

Value

Change

% Change

Time (ET)

Euro (EUR-USD)

1.1596

-0.0002

-0.02%

7:22 PM

Poundsterling (GBP-USD)

1.3628

-0.0001

-0.01%

7:22 PM

Yen (USD-JPY)

111.50

0.04

+0.04%

7:22 PM

Yuan (USD-CNY)

6.4448

-0.0260

-0.40%

9/30/2021

Rupiah (USD-IDR)

14,252.50

-14.00

-0.10%

3:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 5/10/2021 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea dini hari tadi berakhir dengan melanjutkan kenaikan sesi sebelumnya. Minyak WTI mencapai level tertinggi sejak 2014 dan Brent melesat ke posisi tertinggi tiga tahun, setelah OPEC + sepakat untuk mematuhi peningkatan output sesuai pakta Juli lalu, sebesar 400.000 bph setiap bulan setidaknya hingga April 2022. Meski ada tekanan untuk meningkatkan produksi, OPEC + khawatir gelombang keempat infeksi Covid-19 dapat menekan pemulihan permintaan.
Harga minyak telah meroket lebih dari 50% tahun ini, menambah tekanan inflasi di sejumlah negara konsumen minyak mentah, yang dikhawatirkan akan menggagalkan pemulihan dari pandemi Covid-19. Akhir bulan lalu Joint Technical Committee OPEC + memperkirakan defisit pasokan 1,1 juta bph tahun ini, yang bisa berubah menjadi surplus 1,4 juta bph tahun depan.
  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik USD1,31 (1,7%) menjadi USD78,93 per barel.
  • Harga minyak mentah berjangka Brent naik USD1,30 (1,6%) menjadi USD82,56 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange dini hari tadi ditutup melemah. Kenaikan imbal hasil US Treasury 10 tahun menjadi 1,5223%, dan penguatan dolar memukul daya tarik emas sebagai  safe-haven . Investor menunggu rilis data penggajian non-pertanian AS pekan ini yang diperkirakan akan menunjukkan peningkatan berkelanjutan di pasar tenaga kerja, sehingga dapat mempengaruhi The Fed untuk segera memulai kebijakan  tapering .
Penguatan indeks saham acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street semakin memudarkan daya tarik emas. Harga logam berharga lainnya; perak tergelincir 0,3% menjadi USD22,59 per ounce, platinum turun 0,5% menjadi USD962,59, dan paladium menguat 0,2% menjadi USD1.909,33.
  • Harga emas di pasar spot melorot 0,5% menjadi USD1.760,30 per ounce
  • Harga emas berjangka AS turun 0,4% menjadi USD1.760,9 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

powered by: IPOTNEWS.COM