News & Research

Reader

Bursa Pagi: Global-Regional Melesat, Rilis Data Cadev Bayangi Laju IHSG
Tuesday, April 07, 2020       08:17 WIB

Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (7/4), dibuka melompat, melanjutkan tren kenaikan indeks acuan pada penutupan bursa saham utama Eropa dan Wall Street, didukung oleh harapan akan melambatnya penyebaran Covid-19 di seluruh dunia. Indeks MSCI Asia ex-Jepang naik 0,73%.
Mengawali perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200, Australia dibuka melonjak lebih dari 2% jelang pengumuman kebijakan suku bungan Reserve Bank of Australia. Harga minyak naik pada pembukaan pasar Asia. Indeks berlanjut melaju 1,91% (101,20 poin) ke posisi 5.388,00 pada pukul 8:05 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak melonjak 2,15% (398,47 poin) ke level 18.974,77, setelah dibuka melesat 3,09% dan Topix melejit 2,66%. Indeks Kospi, Korea Selatan, dibuka melompat 2,18% diwarnai lonjakan harga saham Samsung Electronics sebesar 2,57%, dan berlanjut meningkat 1,13% menjadi 1.812,14.
Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melesat 1,45% (343,93 poin) ke level 24.093,05 pada pukul 8:40 WIB. Indeks Shanghai Composite, China melaju 1,56% ke posisi 2.806,97.
Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren kenaikan tajam indeks saham gabungan di bursa saham global dan regional, setelah berhasil berjaya di teritori positif sepanjang sesi perdagangankemarin dan ditutup melonjak 4,07% ke level 4.811. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange meambung 11,45% menjadi USD15,57.
Sejumlah analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini akan melanjutkan tren  bullish  namun berpotensi melemah merespon rilis data cadangan devisa Maret 2020. Beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi   bullish continuation,  masih bersifat  technical rebound. 
Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya indeks bursa global dan regional yang dipicu oleh mulai turunnya kasus baru infeksi Covid-19 dan stabilnya jumlah pasien di AS diprediksi akan menjadi sentimen positif. Sementara itu menguatnya beberapa harga komoditas seperti CPO, nikel dan timah akan menjadi tambahan katalis positif di pasar.
IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan  support  di level 4,640 dan  resistance  di level 4,990. Beberapa ekuitas yang direkomendasikan antara lain:
  • Saham: (Buy, Support: Rp4,020, Resist: Rp4,620), (Buy, Support: Rp920, Resist: Rp1,095), (Buy, Support: Rp545, Resist: Rp735), (Buy, Support: Rp820, Resist: Rp970).
  • ETF: (Buy, Support: Rp747, Resist: Rp786), (Buy, Support: Rp295, Resist: Rp313), (Buy, Support: Rp353, Resist: R379).

Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir melambung, rebound dari penurunan tajam pada pekan sebelumnya, merespon pergerakan data kasus Covid-19 di AS yang melambat. Saham Boeing melambung lebih dari 19%, Raytheon Technologies, American Express dan Visa masing-masing melesat lebih dari 11%. Saham ritel seperti Nordstrom, Kohl dan Macy's juga naik tajam. Sektor utilitas,  consumer discretionary,  dan teknologi melonjak lebih dari 7%.
Investor merespon positif data kasus infeksi Covid-19 Johns Hopkins University, yang menurun menjadi 28.200 kasus baru pada Minggu lalu, dari pertambahan sebelumnya lebih dari 30.000 kasus per hari. Sementara itu, Negara Bagian New York melaporkan 594 kematian akibat Covid-19, Minggu, kurang dari 630 pada Sabtu, menandai penurunan harian pertama kasus kematian terkait virus korona. Perlambatan tingkat kematian di Eropa juga menawarkan beberapa harapan bahwa AS akan segera mencapai puncaknya dan langkah-langkah  social distancing  membuahkan hasil positif.
  • Dow Jones Industrial Average melambung 7,73% (1.627,46 poin) ke level 22.679,99.
  • Nasdaq Composite juga melesat 7,33% (540,16 poin) ke posisi 7.913,24.
  • S&P 500 melejit 7,03% (175,03 poin) menjadi 2.663,68.

Bursa saham utama Eropa tadi malam juga ditutup dengan membukukan kenaikan tajam, mersepon data kasus infeksi virus korona yang tampaknya melambat di kawasan itu. Data infeksi dan kematian virus korona di di Italia dan Spanyol, pusat pandemi Eropa, mencatatkan kasus kematian Covid-19 harian terendah selama lebih dari dua pekan pada Minggu lalu. Jerman melaporkan penurunan tingkat kasus yang baru, Minggu, hari ketiga berturut-turut, menjelang akhir masa  lockdown  pada 19 April.
Indeks STOXX 600 melonjak 3,73% menjadi 320,58, dipimpin lonjakan harga saham otomotif sebesar 9%. Saham perusahaan keamanan Inggris, G4S, melesat lebih dari 15%, Rolls-Royce melambung hampir 17% setelah mengumumkan likuiditas keseluruhan sebesar USD8,23 miliar.
  • DAX 30 Frankfurt melesat 5,77% (549,40 poin) ke level 10.075,17.
  • FTSE 100 London melonjak 3,08% (166,89 poin) menjadi 5.582,39.
  • CAC 40 Paris melejit 4,61% (191,56 poin) ke posisi 4.346,14.

Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup menguat. Poundsterling melemah terhadap dolar dan euro, menyusul laporan PM Inggris Boris Johnson yang dipindahkan ke perawatan intensif (ICU) setelah gejala virus korona-nya memburuk. Inggris tidak memiliki rencana suksesi formal jika perdana menteri tidak bisa menjalankan tugasnya secara normal, tetapi Johnson, 55, meminta Menteri Luar Negeri Dominic Raab untuk mewakilinya.
Euro melemah menjelang rencana pertemuan menteri keuangan zona euro, Selasa ini, untuk membahasa tiga opsi cepat mendukung ekonomi selama epidemi Covid-19. Para menteri itu memiliki waktu hingga 9 April untuk merancang paket yang dapat disetujui di tengah pandangan yang sangat bertentangan.Indeks Dolar AS naik 0,11% menjadi 100,685.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Currency

Value

Change

% Change

Time (ET)

Euro (EUR-USD)

1.0796

0.0003

+0.03%

7:36 PM

Poundsterling (GBP-USD)

1.2225

-0.0006

-0.05%

7:36 PM

Yen (USD-JPY)

109.17

-0.05

-0.05%

7:36 PM

Yuan (USD-CNY)

7.0915

0.0057

+0.08%

4/3/2020

Rupiah (USD-IDR)

16,412.50

-17.50

-0.11%

3:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 6/4/2020 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak turun, karena Arab Saudi dan Rusia menunda pertemuan untuk mengatasi kelebihan pasokan di seluruh dunia karena pandemi virus korona memukul permintaan. Permintaan bahan bakar anjlok sekitar 30% di seluruh dunia karena virus korona, sementara negara-negara itu membanjiri pasar dengan pasokan yang tidak dibutuhkan. Senin, Kirill Dmitriev, salah satu negosiator minyak Moskow, mengatakan Rusia dan Saudi hampir mencapai kesepakatan untuk memangkas produksi.
OPEC + mengupayakan kesepakatan untuk memangkas produksi sekitar 10% pasokan dunia, atau 10 juta barel per hari, tapi mereka menginginkan langkah itu menjadi upaya global, yang menyertakan pemimpin produksi dunia, Amerika Serikat. Harga WTI jatuh lebih dalam dari Brent setelah laporan dari penyedia data Genscape menunjukkan stok di pusat penyimpanan Cushing di Oklahoma, naik sekitar 5,8 juta barel pekan lalu.
  • Harga minyak mentah berjangka Brent turun USD1,06 (-3,1%) menjadi USD33,05 per barel.
  • Harga minyak mentah berjangka WTI turun USD2,26, (-8%) menjadi USD26,08 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup menguat, melonjak 2% ke level tertinggi lebih dari tiga pekan, setelah mencapai level tertinggi sejak 11 Maret, yakni USD1.655,69 per ounce di awal sesi. Emas terpengaruh oleh ekspektasi langkah-langkah stimulus global untuk melawan kerusakan ekonomi yang disebabkan wabah virus korona. Analis mengatakan permintaan fisik terus mendominasi dan mendukung harga emas. Sejumlah besar stimulus mendilusi mata uang sehingga mendongkrak permintaan emas.
Tingkat kematian akibat virus korona di Eropa melambat, sementara kematian di Jepang dan tempat lain di Asia berakselerasi. Kepemilikan ETF emas terbesar di dunia, SPDR Gold Trust, naik 0,7% menjadi 978,99 ton pada sesi Jumat. Harga logam mulia lainnya; palladium anjlok 1,7% menjadi USD2.151,01 per ounce, platinum melejit 1,9% menjadi USD734,02, dan perak melambung 3,3% menjadi USD14,86.
  • Harga emas di pasar spot melesat 3% menjadi USD1.665,93 per ounce.
  • Harga emas berjangka naik 3,9% menjadi USD1.711 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

powered by: IPOTNEWS.COM