News & Research

Reader

Bursa Pagi: Global-Regional Menguat, IHSG Konsolidasi dengan Momentum Bullish
Tuesday, September 14, 2021       08:21 WIB

Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (14/9), dibuka mixed cenderung menguat, berusaha melanjutkan tren kenaikan indeks acuan pada penutupan bursa saham utama Eropa dan AS, jelang rilis data inflasi konsumen AS periode Agustus, hari ini. Indeks MSCI Asia-Pasifik ex-Jepang naik tipis 0,08%.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan pelemahan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,14%. Pergerakan indeks berlanjut turun 0,29% (-22,4 poin) menjadi 7.403,80 pada pukul 8:15 WIB.
Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka naik 0,53%, dan berlanjut meningkat 0,55% ke level 3.145,18.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak naik 0,49% (148,17 poin) ke posisi 30.595,54, setelah dibuka menguat 0,35% dan Topix bertambah 0,37%.
Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka menguat tipis 0,05% (13,89 poin) di posisi 25.827,7 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China bertambah 0,17% menjadi 3.709.
Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren pergerakan indeks acuan di bursa saham global dan regional yang cenderung lebih tinggi, setelah gagal mempertahankan manuvernya di zona hijau pada sesi perdagangan kemarin, dan ditutup melemah 0,11% menjadi 6.088. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,47% menjadi USD21,47.
Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini berpeluang mengalami  technical rebound  dalam gelombang tekanan pelemahan. Secara teknikal, sejumlah indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya sinyal positif, terkonsolidasi pada area  middle , dengan momentum yang bergerak  bullish. 
Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya mayoritas indeks di bursa Wall Street dan semakin diperlonggarnya aturan PPKM diprediksi akan menjadi sentimen positif untuk IHSG . Sementara itu naiknya beberapa harga komoditas berpeluang menjadi tambahan sentimen positif di pasar.
IHSG diprediksi akan bergerak menguat dengan  support  di level 6,050 dan  resistance  di level 6,130. Beberapa ekuitas yang dicermati antara lain;
  • Saham : (Buy). Support: Rp484, Resist: Rp500, (Buy). Support: Rp1,350, Resist: Rp1,380, (Buy on Weakness). Support: Rp5,350, Resist: Rp5,450, (Buy on Weakness). Support: Rp456, Resist: Rp470.
  • ETF : (Buy on Weakness). Support Rp468, Resist: Rp475, (Buy on Weakness). Support: Rp161, Resist: Rp163, (Buy on Weakness). Support: Rp348, Resist: Rp353.

Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir cenderung menguat, jelang rilis data indeks harga konsumen Selasa ini, diikuti rilis data penjualan ritel dan sentimen konsumen. Pelaku pasar mencermati kemungkinan pengesahan paket anggaran Presiden Joe Biden senilai USD3,5 triliun, yang diprediksi mencakup usulan kenaikan tarif pajak perusahaan menjadi 26,5% dari 21%. Kasus Covid mencapai rata-rata 7 hari hingga Jumat sekitar 136.000, turun dari rata-rata 157.000 kasus baru pada akhir Agustus, menurut CDC.
Saham sektor kesehatan mencatat persentase penurunan terbesar, sementara saham energi perkasa didukung kenaikan harga minyak mentah. Saham-saham yang akan paling diuntungkan oleh kebangkitan ekonomi menikmati persentase kenaikan terbesar. Saham produsen vaksin Moderna dan Pfizer anjlok 6,6% dan 2,2%, setelah sejumlah ahli mengatakan suntikan booster Covid tidak diperlukan secara luas.Delta Air Lines dan Carnival Corp naik tipis. GM dan Citigroup, juga menguat.
  • Dow Jones Industrial Average meningkat 0,76% (261,91 poin) ke level 34.869,63.
  • S&P 500 naik 0,23% (10,15 poin) menjadi 4.468,73.
  • Nasdaq Composite turun tipis 0,07% (9,91 poin di posisi 15.105,58.

Bursa saham utama Eropa tadi malam juga berakhir menguat. Saham minyak, perbankan dan utilitas melesat di tengah harapan pemulihan ekonomi zona euro yang kuat, melebihi risiko dari perlambatan global. Investor Eropa merasa nyaman karena Bank Sentral Eropa pekan lalu menaikkan proyeksi pertumbuhan dan inflasi untuk tahun ini dan seterusnya, karena ekonomi zona euro pulih lebih cepat ketimbang ekspektasi dari guncangan pandemi.
Indeks STOXX 600 naik 0,29% menjadi 467,69. Sektor ekonomi yang sensitif, termasuk perbankan, minyak dan gas, serta konstruksi dan material, naik antara 0,9% dan 2,8%, sementara utilitas meningkat 1,6%. Pengecer persediaan hewan peliharaan online asal Jerman, Zooplus AG, melambung 9,0%. Associated British Foods anjlok 2,4%. Valneva jatuh 41,6%. Perusahaan migas Prancis-Amerika TechnipFMC melesat 7%. Produsen pulp&paper Swedia SCA rontok 6,7%.
  • DAX 30 Jerman meningkat 0,59% (91,61 poin) ke level 15.701,42.
  • FTSE 100 Inggris naik 0,56% (39,23 poin) ke posisi 7.068,43.
  • CAC 40 Prancis menguat 0,20% (13,16 poin) menjadi 6.676,93.

Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup menguat, didukung ekspektasi Federal Reserve akan mengurangi pembelian asetnya pada akhir tahun, meski terjadi lonjakan kasus Covid-19. Semua mata akan tertuju pada rilis data indeks harga konsumen AS, Selasa, setelah melonjaknya harga produsen pekan lalu menimbulkan keraguan tentang pandangan Federal Reserve bahwa inflasi bersifat sementara.
Mengikuti pendapat beberapa pejabat bank sentral lain, Presiden The Fed Philadelphia, Patrick Harker, menginginkan agar bank sentral memulai  tapering  tahun ini. Sejumlahpejabat The Fed diberitakan akan mencari kesepakatan untuk mulai mengurangi pembelian obligasi pada November. Selain inflasi, angka penjualan dan produksi ritel AS juga dijadwalkan untuk dirilis minggu ini.Indeks Dolar (Indeks DXY) yang sempat naik ke posisi 92,887, ditutup menguat 0,10% di posisi 92,675.
Kurs spot dolar

Currency

Value

Change

% Change

Time (ET)

Euro (EUR-USD)

1.1811

0.00

0.00%

7:17 PM

Poundsterling (GBP-USD)

1.3839

0.0001

+0.01%

7:17 PM

Yen (USD-JPY)

110.01

0.02

+0.02%

7:18 PM

Yuan (USD-CNY)

6.4518

0.0075

+0.12%

11:29 AM

Rupiah (USD-IDR)

14,252.50

50.00

+0.35%

3:58 AM

Sumber : Bloomberg.com, 13/9/2021 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges dini hari tadi ditutup di level tertinggi enam pekan. National Hurricane Center AS memproyeksikan Badai Tropis Nicholas akan mengikis pantai Texas Selatan, memperpanjang penutupan operasi sejumlah perusahaan minyak di Teluk Meksiko. Harga minyak tertahan oleh pemangkasan perkiraan OPEC tentang permintaan minyak dunia kuartal terakhir 2021.
Namun analis memperkirakan, OPEC + masih akan meningkatkan produksi. Laporan produktivitas pengeboran bulanan Badan Informasi Energi AS menyebutkan, produksi minyak AS dari tujuh formasi  shale  utama diperkirakan meningkat sekitar 66.000 bph pada Oktober menjadi 8,1 juta bph, tertinggi sejak April 2020. Pemerintah AS setuju untuk menjual cadangan darurat minyak mentah negara kepada delapan perusahaan AS, untuk mengumpulkan dana anggaran federal.
Harga minyak mentah berjangka Brent naik 59 sen (0,81%) menjadi USD73,51 per barel.
Harga minyak mentah berjangka WTI naik 73 sen (1,05%) menjadi USDD 70,45 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange dini hari tadi juga ditutup menguat, menjelang rilis indeks harga konsumen bulanan AS yang dapat menentukan arah kebijakan moneter The Fed. Angka penjualan dan produksi ritel Agustus juga akan dirilis minggu ini. Namun analis mengatakan penekanan The Fed adalah pada lapangan kerja dan tidak terlalu khawatir tentang inflasi, mengindikasikan sikap akomodatif yang positif bagi emas.
Akan tetapi akan "sulit bagi emas untuk lepas landas" karena dolar tetap kuat, menjelang rapat The Fed 21-22 September. Citi Research mempertahankan bias  hawkish  menjelang pertemuan 21 September, tetapi kejutan  dovish  akan memungkinkan emas menembus level lebih tinggi menuju USD1.900.Harga logam berharga lainnya; perak stabil di posisi USD23,71 per ounce, platinum naik 0,5% menjadi USD960,18, dan paladium anjlok 2,6% menjadi USD2.083,46.
  • Harga emas di pasar spot naik 0,3% menjadi USD1.792,05 per ounce.
  • Harga emas berjangka AS menguat 0,1% menjadi USD1.794,4 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

powered by: IPOTNEWS.COM