News & Research

Reader

Bursa Pagi: Global-Regional Menyusut, IHSG Berpotensi Koreksi Dekati Jenuh Beli
Thursday, April 02, 2020       08:15 WIB

Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Kamis (2/4), dibuka cenderung melemah, melanjutkan tren penurunan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street, seiring memburuknya sentimen akibat dampak wabah virus korona terhadap pertumbuhan ekonomi global. Indeks MSCI Asia ex-Jepang turun 0,5%.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan tajam indeks ASX 200, Australia sebesar 1,98%, di tengah kejatuhan harga saham sektor keuangan yang mencapai 4,9% dan hampri semua sektor melemah. Indeks berlanjut meluncur turun 2,56% (-134,50 poin) ke level 5.124,10 pada pukul 8:05 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang melorot 0,88% (-158,13 poin) ke posisi 17.907,28, setelah dibuka turun 0,47%, dan Topix menyusut 0,75%. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka sedikit melemah di kisaran level 1,685 dan berlanjut menyusut 0,19% menjadi 1.682,33.
Melanjutkan tren penurunan global, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melorot 1,07% (-247,12 poin) ke posisi 22.838,67 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China turun 0,52% menjadi 2.720,23.
Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren penurunan indeks di bursa saham global dan regional, setelah kemarin gagal mempertahankan manuvernya di zona hijau dan ditutup turun 1,61% ke level 4.466. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange rontok 7,47% menjadi USD13,63.
Sejumlah analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini akan melanjutkan tren koreksi, melanjutkan pelemahan. Bebrapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi koreksi lanjutan mendekati zona jenuh beli.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, melemahnya indeks bursa global dan regional seiring dengan kekhawatiran bahwa aktifitas perekonomian akan terhenti lebih lama dari perkiraan sebelumnya akibat penyebebaran pandemi Covid-19, diprediksi akan menjadi sentimen negatif. Sementara itu terus bertambahnya jumlah korban terinfeksi dan meninggal akibat Covid-19 di dalam negeri yangtelah mencapai masing-masing 1.677 dan 157 orang akan menjadi tambahan katalis negatif di pasar.
IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan  support  di level 4,280 dan  resistance  di level 4,570.Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;
  • Saham: (Sell on Strength, Support: Rp970, Resist: Rp1,060), (Buy on Weakness, Support: Rp1,345, Resist: Rp1,470), ( SELL , Support: Rp3,590, Resist: Rp3,940), (Buy on Weakness, Support: Rp6,200, Resist: Rp6,500).
  • ETF: ( SELL , Support: Rp459, Resist: Rp489), ( SELL , Support: Rp406, Resist: Rp426), ( SELL , Support: Rp118, Resist: Rp127).

Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup dengan membukukan penurunan tajam, dihantui kekhawatiran virus korona akan membuat ekonomi terhenti lebih lama dari perkiraan. Presiden AS Donald Trump, mengatakan bahwa AS harus berpersiap menghadapi "dua pekan yang sangat menyakitkan" akibat virus korona. Pejabat Gedung Putih memproyeksikan kematian di AS antara 100.000 dan 240.000 akibat virus tersebut. Gubernur New York, Andrew Cuomo, Rabu, memproyeksikan tingkat kematian yang tinggi di negara bagiannya hingga Juli.
Boeing, American Express dan Dow Inc semua anjlok lebih dari 7,5%. Sektor investasi real estat, utilitas, energi dan keuangan menyusut setidaknya 5%. Indeks manufaktur ISM AS pada Maret turun menjadi 49,1, dari 50,1 di Februari, menandakan kontraksi dalam aktivitas manufaktur AS. Data dari ADP dan Moody's Analytics menunjukkan perusahaan AS memangkas 27.000 pekerjaan hingga 12 Maret lalu.
  • Dow Jones Industrial Average anjlok 4,4% (-973,65 poin) menjadi 20.943,51.
  • S&P 500 melorot 4,4% (-114,09 poin) ke posisi 2.470,50.
  • Nasdaq Composite melorot 4,4% (-339,52 poin) ke level 7.360,58.

Bursa saham utama Eropa tadi malam juga berakhir melemah, karena sentimen pasar global terus memburuk di tengah penyebaran wabah virus korona. Indeks pembelian manajer (PMI) manufaktur zona euro periode Maret, berada di level terendah 92-bulan, sebesar 44,5, sedikit di atas ekspektasi,tetapi anjlok dari 49,2 di bulan sebelumnya.
Indeks STOXX 600 anjlok 2,90% menjadi 310,77, dipimpin kejatuhan harga saham perjalanan dan wisata sebesar 6,3%. Saham perbankan melorot 5,8% setelah bank asal Inggris mengumumkan pembatalan dividen pada 2020 karena tekanan dari Bank of England. Harga saham peritel Swiss, Dufry, rontok 19%, operator bioskop Cineworld terjungkallebih dari 17%. Sementara itu, SalMar Norwegia melambung lebih dari 10%.
  • DAX 30 Frankfurt merosot 3,94% (-391,09 poin) ke level 9.544,75.
  • FTSE 100 London melorot 3,83% (-217,39 poin) ke posisi 5.454,57.
  • CAC 40 Paris anjlok 4,30% (-188,88 poin) menjadi 4.207,24.

Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup menguat. Pasar bersiap-siap untuk menghadapi salah satu masa kontraksi ekonomi terburuk dalam beberapa dekade karena pandemi virus korona hanya menunjukkan sedikit tanda pelonggaran. Analis mengatakan tindakan terkoordinasi oleh bank sentral untuk meningkatkan pasokan dolar membantu menenangkan volatilitas yang ekstrim, tetapi pasar uang masih perlu waktu untuk menyelesaikannya.
Laporan Ketenagakerjaan Nasional ADP, menunjukkan penggajian swasta turun 27.000 pekerjaan bulan lalu, penurunan pertama sejak September 2017, namun lebih baik dari perkiraan 150.000 kehilangan pekerjaan. Aktivitas manufaktur AS periode Maret mengalami kontraksi lebih sedikit dari perkiraan, tetapi gangguan yang disebabkan oleh pandemi virus korona menekan pesanan baru yang diterima oleh pabrik ke level terendah 11 tahun, memperkuat penilaian bahwa ekonomi sedang dalam resesi. Indeks dolar, ukuran  greenback  terhadap enam mata uang negara maju naik 0,63% menjadi 99,673.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Currency

Value

Change

% Change

Time (ET)

Euro (EUR-USD)

1.0947

-0.0017

-0.16%

7:30 PM

Poundsterling (GBP-USD)

1.2383

0.0012

+0.10%

7:30 PM

Yen (USD-JPY)

107.27

0.10

+0.09%

7:30 PM

Yuan (USD-CNY)

7.0999

0.0177

+0.25%

11:29 AM

Rupiah (USD-IDR)

16,450.00

140.00

+0.86%

3:57 AM

Sumber : Bloomberg.com, 1/4/2020 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak melemah. Data Badan Informasi Energi menunjukkan persediaan minyak AS pekan lalu melonjak 13,8 juta barel, level tertinggi sejak 2016, sementara permintaan bensin mengalami penurunan mingguan terbesar karena pandemi virus korona.
Harga minyak mentah Brent menyusut 66% dalam tiga bulan pertama 2020, kerugian kuartalan terbesar yang pernah ada. Produksi Arab Saudi dikabarkan melejit jadi lebih dari 12 juta barel per hari dalam beberapa bulan terakhir. Trump akhir pekan lalu dikabarkan bertemu beberapa eksekutif industri energi, termasuk CEO Exxon Mobil dan Chevron Corp, untuk membahas bantuan bagi industri tersebut, termasuk kemungkinan tarif impor minyak dari Arab Saudi.
  • Harga minyak mentah berjangka WTI melemah 17 sen (-0,8%) menjadi USD20,31 per barel.
  • Harga minyak mentah berjangka Brent anjlok USD21,65 (-5,1%) menjadi USD24,99 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup melemah, namun menguat di pasar spot, investor memburu aset  safe-haven  setelah rilis data ekonomi AS yang suram. Sektor manu faktur A merika mengalami kontraksi pada Maret, mencapai level terendah sejak 2009. Data penggajian sektor wasta AS juga turun pada Maret untuk pertama kalinya sejak 2017. Kekhawatiran penurunan ekonomi semakin memburuk di tengah meningkatnya  lockdown  dan pembatasan lainnya secara global.
Sejumlah indikator menunjukkan bahwa pandemi virus korona telah mendorong ekonomi global menuju jurang resesi yang dalam. Kepemilikan SPDR Gold Trust, ETF emas terbesar di dunia, naik 0,3% menjadi 967 ton pada sesi Selasa. Harga logam mulia lainnya; platinum anjlok 1,4% menjadi USD711,76 per ounce, palladium merosot 5,3% menjadi USD2.228,16, dan perak turun 0,6% menjadi USD13,88.
  • Harga emas di pasar spot naik 0,6% menjadi USD1.580,29 per ounce.
  • Harga emas berjangka turun 0,3% menjadi USD1.591,40 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

powered by: IPOTNEWS.COM


Berita Terbaru

Wednesday, May 27, 2020 - 13:31 WIB
Dolar Teruskan Apresiasi, Yuan Terpukul Ketegangan di Hong Kong
Wednesday, May 27, 2020 - 12:58 WIB
China, HK stocks fall as rising Sino-U.S. tensions weigh
Wednesday, May 27, 2020 - 12:28 WIB
Bursa Siang: USA-China Tegang, IHSG Melandai
Wednesday, May 27, 2020 - 12:03 WIB
IHSG Sesi I Bergerak Flat, Berakhir di Zone Merah
Wednesday, May 27, 2020 - 11:53 WIB
Financial Statements 1Q 2020 of ICBP
Wednesday, May 27, 2020 - 11:51 WIB
Target Price ASII
Wednesday, May 27, 2020 - 11:49 WIB
Hampir Selesai, Survei Seismik ELSA Di Jambi Merang Kurang Dari Sepertiga Pekerjaan
Wednesday, May 27, 2020 - 11:49 WIB
Target Price AALI
Wednesday, May 27, 2020 - 11:48 WIB
Financial Statements 1Q 2020 of YPAS
Wednesday, May 27, 2020 - 11:47 WIB
BI Perpanjang Jadwal Operasional dan Layanan Publik Menjadi 15 Juni 2020