News & Research

Reader

Bursa Pagi: Wall Street dan Asia Menguat, IHSG Bullish Rentan Tekanan
Friday, January 11, 2019       08:33 WIB

Ipotnews - Jelang akhir pekan, Jumat (11/1), bursa saham Asia dibuka menguat melanjutkan tren kenaikan indeks acuan di bursa saham Wall Street, yang diwarnai kekhawatiran Ketua Federal Reserve Jerome Powell terhadap utang AS. Investor juga mewaspadai risiko deflasi di China.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penguatan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,12%. Penguatan indeks didukung rilis perbaikan data penjualan ritel periode November yang naik 0,4%, melebihi ekspektasi sebesar 0,3%. Indeks berlanjut naik 0,14% (8,00 poin) di posisi 5.803,30 pada pukul 8:15 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak melaju 1,02% (204,96 poin) ke level 20.368,76, setelah dibuka melompat lebih dari 0,8%, diwarnai lonjakan harga saham Fast Retailing hampir 4%, meskipun rilis data belanja rumah tangga November turun 0,6%, melebihi ekspektasi. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka naik 0,3% dan berlanjut menguat 0,28% menjadi 2.069,16.
Melanjutkan tren penguatan Asia, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik 0,64% (170,59 poin) ke level 26.692,02 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China menguat 0,18% di posisi 2.539,55.
Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) dihadapkan pada tren kenaikan indeks di bursa global dan rregional, setelah berhasil dari tekanan pelemahan Asia dengan dukungan penguatan rupiah pada sesi perdagangan kemarin, dan ditutup melaju 0,90% ke level 6.238. Sejumlah analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini massih berpotensi melanjutkan kenaikan, didukung rilis data ekonomi yang positif dan capital inflow. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya sinyal bullish continuation kendati masih rentan tekanan di area jenuh beli.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya indeks bursa global dan regional seiring dengan optimisme akan hubungan dagang antara Amerika dan China diprediksi akan menjadi katalis positif untuk indeks haga saham gabungan. Tambahan sentimen positif juga datang penguatan harga komoditas minyak mentah, nikel dan timah. IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatandengan rentang support di level 6.285 dan resistance di 6.380.
  • Saham : (Buy, Support: Rp7.275, Resist: Rp7.600), (Buy, Support: Rp3.270, Resist: Rp3.600), (Buy, Support: Rp11.600 Rp, Resist: Rp12.225), ( Buy, Support :Rp3.810, Resist :Rp3.880).
  • ETF: (Buy, Support: Rp735, Resist: Rp745), (Buy, Support: Rp695, Resist: Rp703), (Buy, Support: Rp500, Resist: Rp 507).

Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir dengan mencatatkan kenaikan sesi kelima beruntun, mengesampingkan data penjualan musim liburan sejumlah emiten ritel. Penguatan indeks didorong oleh ekspektasi positif laporan pendapatan kuartal keempat 2018 sejumlah emiten keuangan mulai pekan depan, yang diprediksi mengalami peningkatan hampir 15% yoy. Namun pertumbuhan diprediksi jauh lebih rendah di masa mendatang, Thomson Reuters mengekspektasikan pendapatan kuartal pertama diperkirakan naik sebesar 3,9%. Laju indeks juga terbebani oleh berlanjutnya government shutdown.
Harga saham Macy's longsor lebih dari18% setelah melaporkan penjualan November-Desember yang hanya tumbuh 1,1% dan memangkas prediksi laba karena musim belanja liburan yang mengecewakan. Emiten ritel lainnya berguguran; Target anjlok 2,9%, Best Buy merosot 1,6%, Gap terperosok 3,1%. Harga saham penerbangan juga melempem; American Airlines terjerembab 4,1% karena memangkas proyeksi laba setelah musim liburan.
  • Dow Jones Industrial Average naik 0,51% (122,80 poin) menjadi 24.000,76.
  • S&P 500 meningkat 0,45% (11,68 poin) ke level 2.596,59.
  • Nasdaq Composite bertambah 0,42% (28,99 poin) ke posisi 6.986,07.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 1,87% menjadi USD26,67.
Bursa saham utama Eropa tadi malam berakhir sedikit menguat, investor masih fokus pada perkembangan perang dagang dan pengumuman PHK di sejumlah pabrikan otomotif. Indeks Stoxx 600 menguat 0,34% menjadi 348,88, dipimpin kejatuhan harga saham otomotif setelah Jaguar Land Rover (JLR) mengatakan akan memangkas 10% tenaga kerjanya. Ford juga mengatakan akan memangkas ribuan pekerja sebagai bagian dari upaya perbaikan kinerjanya di Eropa. Saham Osram rontok lebih dari 6% karena mengatakan ada penurunan permintaan dari pabrikan otomotif.
Sektor ritel Eropa turun 0,5%, setelah British Retail Consortium melaporkan penurunan penjualan Natal di Inggris yang mencapai level terburuk sejak krisis keuangan 2008. Saham Marks & Spencer turun lebih dari 1%, karena penurunaan penjualan Natal 2018 sebesar 2,2% . Namun Tesco melejit 2,1 persen setelah meng-update kinerja penjuala Natalnya dengan peningkatan 2,2%.
  • FTSE 100 London naik 0,52% (36,24 poin) ke level 6.942,87.
  • DAX 30 Frankfurt menguat 0,26% (28,27 poin) ke posisi 10.921,59.
  • CAC 40 Paris melemah 0,17% (-7,92 poin) menjadi 4.805,66.

Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir menguat, bangkit dari posisi terendah tiga bulan, setelah Kepala The Fed, Jerome Powell mengatakan berniat untuk terus merampingkan neraca bank sentral. Powell menilai tidak ada risiko jangka pendek resesi AS dan memperkirakan momentum perbaikan data ekonomi akan terus berlanjut. Ia menegaskan The Fed dapat bersabar dengan kebijakan moneternya, namun juga bisa bergerak "fleksibel dan cepat" jika data ekonomi mendukung.
Analis mengartikan, bahwa The Fed akan terus berusaha memperketat kebijakan moneter jika data ekonomi terus membaik, dan Powell terlihat optimis dengan data ekonomi AS. Namun beberapa presiden The Fed mengatakan, pernyataan Powell terlalu hawkish, dan The Fed masih bisa bersabar dan lebih mendengarkan sinyal pasar. Investor menunggu kelanjutan dari hasil perundingan perdagangan AS-China. Indeks dolar, ukuran greenback terhadap enam mata uang negara maju, naik 0,34% menjadi 95,539.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Currency

Value

Change

% Change

Time (ET)

Euro (EUR-USD)

1.1502

0.0002

+0.02%

6:19 PM

Poundsterling (GBP-USD)

1.2749

0.0002

+0.02%

6:19 PM

Yen (USD-JPY)

108.36

-0.07

-0.06%

6:19 PM

Yuan (USD-CNY)

6.7885

-0.0275

-0.40%

10:29 AM

Rupiah (USD-IDR)

14,052.50

-72.50

-0.51%

3:58 AM

Sumber : Bloomberg.com, 10/1/2018 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi tadi bergerak menguat, namun dibatasi oleh minimnya penjelasan hasil perundingan perdagangan AS-China, dan data ekonomi China yang lemah. Reli di pasar global mulai tersendat setelah Washington dan Beijing mengeluarkan pernyataan positif yang kurang jelas detailnya. Indeks harga produsen China periode Desember naik dengan laju terlambat dalam lebih dari dua tahun, menimbulkan kekhawatiran deflasi dan dampaknya terhadap ekonomi global.
  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik 23 sen menjadi USD52,59 per barel.
  • Harga minyak mentah berjangka Brent naik 17 sen, menjadi USD61,61 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup melemah, setelah sempat mencapai USD1.297,08, tertekan oleh kenaikan indeks dolar dari posisi terendah tiga bulan. Investor memangkas posisi bearish terhadap dolar, merespon pernyataan Jerome Powell bahwa Teh Fed akan melanjutkan uaya perampingan neracanya. Pasar emas global menguat untuk empat sesi, tetapi kehilangan daya, Kamis, karena detail yang minim dari perundingan perdagangan AS-China serta rilis data ekonomi China dan Prancis yang memicu kekhawatiran ekonomi global.
  • Harga emas di pasar spot turun 0,35% menjadi USD1.288,57 per ounce.
  • Harga emas berjangka turun USD4,6 (-0,4%) menjadi USD1.287,40 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

powered by: IPOTNEWS.COM