News & Research

Reader

Bursa Sore: Faktor Inflasi dan Pandemi Jadi Penekan Saham Asia, IHSG Terbenam di Zona Merah
Monday, July 19, 2021       15:49 WIB

Ipotnews - IHSG makin tenggelam di teritori pelemahan pada akhir perdagangan hari Senin (19/7). Indeks tergerus 56 poin (-0,31 persen) pada level 6.017 mengikuti pelemahan yang terjadi di pasar regional.
Indeks LQ45 -1,09% ke 837.
Indeks IDX30 -1,02% ke 447.
Indeks IDX80 -1,08% ke 120.
Jakarta Islamic Indeks (JII) -0,75% ke 546.
Indeks Kompas100 -1,07% ke 1.063.
Indeks Sri Kehati -1,09% ke 316.
Indeks SMInfra18 -1,14% ke 281.
Saham Paling Aktif: ,BRIS, , , , , .
Saham Top Gainers LQ45: , , , , , , .
Saham Top Losers LQ45: , , , , , , .
Nilai transaksi Rp9,33 triliun. Volume perdagangan sebanyak 202,17 juta lot saham. Investor asing net buy Rp260,27 miliar.
Rupiah bergerak merosot 0,14 persen terhadap USD ke kevel Rp14.517 (03.30 PM).
Bursa Asia
Saham Asia tumbang ke posisi terendah sepekan terakhir pada perdagangan hari Senin (19/7) di sesi sore. Market Asia tertekan di tengah lonjakan tanpa henti penyebaran virus corona serta kekhawatiran kenaikan inflasi.
Pasar saham Jepang, Australia, Korsel dalam tekanan. Begitu pula dengan saham-saham blue chip di bursa China hanya naik tipis setelah di sesi pagi melemah. Hal ini membuat MSCI Asia Pacific Index (tidak termasuk Jepang) ke posisi terendah sejak 12 Juli.
Pertumbuhan ekonomi global mulai menunjukkan sinyal lemah. Sementara banyak negara khususnya di Asia berjuang mengekang penyebaran varian delta virus corona yang sangat menular. Asia dipaksa melakukan lockdown. Momok inflasi tinggi yang telah lama ditakuti pasar juga menghantui investor,
Tim analis Bank of America menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi USA menjadi 6,5 persen tahun ini dari 7 persen pada estimasi sebelumnya. Namun BoA mempertahankan proyeksi pertumbuhan tahun depan tetap 5,5 persen.
"Mengenai inflasi, kabar buruknya adalah kemungkinan akan tetap tinggi dalam waktu dekat," kata tim analis BoA tersebut. Tim BoA merujuk ke data terbaru laju inflasi berdasarkan simulasi milik mereka yang tetap menunjukkan angka tinggi. "Kabar baiknya adalah kemungkinan akan mendekati puncaknya beberapa bulan ke depan karena efek dasarnya kurang kondusif dan kekurangan tekanan berputar menjauh dari barang ke jasa," tambah BoA.
"Latar belakang covid-19 hanyalah salah satu dari beberapa faktor yang mungkin berdampak buruk," kata Lori Calvasina, analis di RBC Capital Markets. Dia menambahkan prospek pengurangan stimulus the Fed yang lebih cepat dari perkiraan juga ikut membuat buruk pasar.
Chairman the Fed Jerome Powell berulang kali mengatakan lonjakan inflasi diperkirakan sementara. Ini jadi sinyal kebijakan moneter the Fed tetap mendukung untuk beberapa saat. Namun pasar tetap sulit untuk diyakinkan.
Indeks Nikkei 225 di bursa saham Jepang finis terjungkal ke zona merah. Nikkei 225 turun 1,25 persen ke 27.652. Indeks Topix melemah 1,3 persen ke 1.907. Indeks Kospi (Korsel) melemah 1 persen ke 3.244.
Pasar saham Tiongkok naik tipis saat akhir sesi. Indeks Shanghai Composite flat ke level 3.539 dan Indeks Shenzhen Component menguat 0,138 persen ke posisi 14.992. Sedangkan di bursa Hong Kong, Indeks Hang Seng melemah 1,84 persen ke level 27.489. Hong Kong melemah paling buruk se-regional.
MSCI Asia Pacific Index (tidak termasuk Jepang) merosot 1,39 persen. Sedangkan Indeks S&P/ASX 200 di pasar saham Australia melemah 0,85 persen pada level 7.286.
Indeks dolar AS melaju ke posisi 92,902 dari level sebelumnya di posisi 92,4.
Kurs yen menguat ke posisi ke 109,86 terhadap USD dari posisi sebelumnya pada 110,4.
Nilai tukar dolar Australia bergerak melemah ke posisi $0,737 dari sebelumnya di $0,748.
Bursa Eropa
Saham Eropa bergerak melemah signifikan saat menit-menit awal pada perdagangan hari Senin (19/7). Pelaku pasar mendalami pernyataan terbaru OPEC plus tentang besaran produksi dan terus mempertimbangkan inflasi serta naiknya kasus penyebaran virus covid-19.
Indeks DAX (Jerman) -1,02% pada level 15.378.
Indeks FTSE (Inggris) -1,18% ke posisi 6.925.
Indeks CAC (Perancis) -1,36% di level 6.372.
Minyak
Pelemahan harga minyak sedikit tertahan pada perdagangan sesi sore hari Senin (19/7) di pasar komoditas Asia. OPEC plus berhasil mengatasi perpecahan internal dan setuju untuk meningkatkan produksi. Hal tersebut memicu kekhawatiran tentang surplus minyak mentah seiring lonjakan kasus virus covid-19.
Minyak WTI tertekan 0,9 persen ke posisi harga USD71,15 per barel. Sedangkan minyak Brent drop 0,8 persen ke harga USD72,98 per barel. (pukul 06.17 GMT)
(cnbc/idx/bloomberg/reuters)

Sumber : admin

powered by: IPOTNEWS.COM