News & Research

Reader

Bursa Sore: Saham Regional Bersinar Saat Cemas Lonjakan Inflasi Reda, IHSG Terkoreksi 
Friday, November 12, 2021       15:39 WIB

Ipotnews - IHSG finis di teritori negatif saat sesi II berakhir pada perdagangan hari Jumat (12/11). IHSG merosot sebesar 0,60 persen (41 poin) ke level 6.651.
Indeks LQ45 -0,66% ke 951.
Indeks IDX30 -0,63% ke 505.
Indeks IDX80 -0,51% ke 135.
Jakarta Islamic Indeks (JII) -0,11% ke 566.
Indeks Kompas100 -0,63% ke 1.192.
Indeks Sri Kehati -0,98% ke 372.
Indeks SMInfra18 -0,24% ke 312.
Saham Top Gainers LQ45: , , , , , , .
Saham Top Losers LQ45: , , , , , , .
Saham Teraktif: , , , , , , .
Nilai transaksi Rp11,64 triliun. Volume perdagangan sebanyak 455,75 juta lot saham. Investor asing net sell Rp344,66 miliar. Rupiah naik 0,41 persen terhadap USD ke kevel Rp14.219 (03.30 PM).
Bursa Asia
Market saham Asia kembali bersinar saat sesi sore pada perdagangan hari Jumat (12/11) seiring guncangan lonjakan inflasi USA yang mengejutkan mulai reda. Investor saat ini berharap penuh bahwa inflasi terburuk segera berlalu.
Pasar saham global turun terburuk dalam sebulan terakhir pada Rabu pekan ini menyusul inflasi di USA yang secara mengejutkan melonjak tinggi. Inflasi USA bulan Oktober tercatat 6,2 persen (YoY), tertinggi sejak Nopember 1990.
Analis dari Mitsubishi UFJ Morgan Stanley Securities, Norihiro Fujito menilai, inflasi sebelumnya adalah sebuah risiko untuk dicermati. Tetapi pasar saham akan menghadapi guncangan keras hanya jika the Fed berubah secara penuh merasa bersalah dalam penilaiannya serta dipaksa menaikkan suku bunga secara cepat.
"Bila kita melewati musim belanja liburan akhir tahun di USA, dimana demand akan memuncak, mungkin inflasi dapat mereda," kata analis Daiwa Securities, Hirokazu Kabeya.
Penjualan musim liburan di USA diperkirakan naik 8,5 persen hingga 10 persen tahun ini dimana konsumer menyatakan mulai belanja lebih awal dari biasanya karena khawatir terhadap gangguan pasokan. "Jika ini terjadi, Kami dapat melihat data penjualan ritel yang kuat pekan depan yang mana itu menjadi positif untuk pasar saham," tambah Kabeya.
Penguatan terjadi di pasar saham Hong Kong. Indeks Hang Seng naik 0,2 persen. Sementara pasar saham China daratan juga menghijau. Indeks Shanghai Composite bergerak naik 0,18 persen ke 3.539 dan Indeks Shenzhen Component naik tipis ke level 14.705.
Market saham Jepang ke zona hijau. Indeks Nikkei 225 naik 1,13 persen ke 29.609 dan Indeks Topix menguat 1,31 persen ke 2.040. Adapun pasar saham Korsel menguat setelah Indeks Kospi naik 1,5 persen pada posisi 2.968.
MSCI Asia Pacific Indeks (tidak termasuk Jepang) bergerak menguat 0,46 persen. Di bursa Australia, Indeks S&P/ASX200 menguat 0,83 persen finis di level 7.443.
Indeks dolar AS melaju ke level 95,198 dari sesi sebelumnya di 94,4.
Kurs Yen terkoreksi turun ke posisi 114,21 terhadap USD dari sesi awal di 113,5.
Nilai tukar dolar Australia melemah ke posisi $0,7293 terhadap dolar AS dari posisi $0,738.
Bursa Eropa
Pasar saham Eropa tertahan saat menit-menit awal pada perdagangan hari Jumat (12/11) pagi waktu setempat. Pelaku pasar berburu sentimen seiring sikap investor yang mencermati lonjakan data inflasi.
Indeks FTSE (London) melorot 3 poin ke level 7.381
Indeks DAX (Frankfurt) naik 5 poin ke 16.088
Indeks CAC (Paris) tergelincor 4 poin ke 7.056
Minyak
Harga minyak dalam tekanan di market Asia pada perdagangan sesi sore hari Jumat (12/11) seiring dolar AS terus menguat di tengah spekulasi bank sentral USA akan mengarah ke rencana kenaikan suku bunga untuk mengendalikan inflasi.
Minyak Brent melemah 0,8 persen ke posisi harga USD82,22 per barel. Sedangkan minyak WTI down 0,7 persen ke harga USD81,01 per barel.
(cnbc/idx/bloomberg/reuters)

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM


Berita Terbaru