News & Research

Reader

Bursa Sore: Komoditas Melonjak Picu Inflasi Membuat Saham Asia Jatuh, IHSG Berjaya
Wednesday, October 06, 2021       15:33 WIB

Ipotnews - IHSG berlabuh di zona hijau saat akhir perdagangan hari Rabu (6/10). IHSG sukses bertahan menguat sebesar 129 poin (+2,06 persen) ke level 6.417. Para pemodal, khususnya pemodal asing masih terus mengincar dan mengakumulasi saham-saham bank kapitalisasi besar.
Indeks LQ45 +2,87% ke 928.
Indeks IDX30 +2,92% ke 493.
Indeks IDX80 +2,48% ke 132.
Jakarta Islamic Indeks (JII) +1,64% ke 562.
Indeks Kompas100 +2,62% ke 1.163.
Indeks Sri Kehati +3,46% ke 360.
Indeks SMInfra18 +1,44% ke 311.
Saham Paling Aktif: , , , , , , .
Saham Top Gainers LQ45: , , , , , , .
Saham Top Losers LQ45: , , , , , , .
Nilai transaksi Rp21,81 triliun. Volume perdagangan sebanyak 332,90 juta lot saham. Investor asing net buy Rp4,82 triliun. Rupiah stagnan terhadap USD ke kevel Rp14.252 (03.30 PM).
Bursa Asia
Market saham Asia drop saat sesi sore pada perdagangan hari Rabu (6/10) seiring investor berada pada kegelisahan terhadap inflasi karena harga minyak mencapai posisi tertinggi baru multi years.
Minyak WTI ke posisi tertinggi sejak 2014 dan Brent menyentuh harga tertinggi dalam 3 tahun terakhir pada sesi sebelumnya. Lonjakan harga komoditas minyak mentah didorong oleh kekhawatiran tentang pasokan energi dan keputusan OPEC plus pada hari Senin untuk tetap pada rencana produksi semula daripada terus meningkatkan produksi.
"Prospek OPEC tersebut menunjukkan pengurangan stok global berlanjut. Itu masalah mengingat persediaan minyak sudah rendah," kata tim riset CBA dalam catatan kepada klien.
Kekhawatiran tersebut juga membebani pasar saham. Investor khawatir kenaikan harga energi lebih tinggi dapat memaksa bank sentral menaikkan suku bunga lebih cepat untuk mengantisipasi kenaikan inflasi.
Indeks Nikkei 225 di bursa Jepang turun 1,05 persen ke 27.528 dan Indeks Topix melorot 0,3 persen ke 1.941. Pasar saham Korsel juga tergelincir turun. Indeks Kospi drop 1,82 persen ke 2.908.
Adapun Indeks Hang Seng di Hong Kong bergerak melemah 0,6 persen. Indeks S&P/ASX200 di pasar saham Australia melemah 0,58 persen ke posisi 7.206.
MSCI Asia Pacific Indeks (tidak termasuk Jepang) bergerak melemah 0,7 persen. Bursa saham China masih libur hingga Jumat mendatang.
Indeks dolar AS naik ke level 94,18 dari sesi sebelumnya di 93,9.
Kurs Yen melemah ke posisi 111,71 terhadap USD dari sesi awal di 111,2.
Nilai tukar dolar Australia merosot ke posisi $0,7241 terhadap dolar AS dari posisi $0,729.
Bursa Eropa
Pasar saham Eropa terjungkal ke zona merah saat menit-menit awal pada perdagangan hari Rabu (6/10) pagi waktu setempat. Ekspektasi opening bursa Eropa yang melemah muncul setelah reli di regional tersebut pada Selasa seiring sikap investor menepis pelemahan Wall Street.
Indeks DAX (Jerman) -1.19% di level 15.013.
Indeks FTSE (Inggris) -0,66% pada posisi 7.030.
Indeks CAC (Perancis) -1,34% ke level 6.488.
Minyak
Harga minyak menguat pada perdagangan sesi sore hari Rabu (6/10) di pasar komoditas Asia ke posisi tertinggi sejak 2014 di tengah perhatian global pada pasokan energi seiring sinyal pengetatan pasar komoditas minyak, LNG dan batu bara.
Minyak Brent melaju 0,8 persen ke posisi harga USD83,22 per barel. Sedangkan minyak WTI naik 0,53 persen ke harga USD79,35 per barel.
(cnbc/idx/bloomberg/reuters)

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM