News & Research

Reader

Dolar Tergelincir di Pasar Eropa, Aussie Tersendat Setelah Terkatrol Lonjakan Inflasi
Wednesday, October 27, 2021       15:50 WIB

Ipotnews - Dolar AS tergelincir ketika pasar Eropa dibuka, Rabu, sementara Aussie memangkas penguatan, setelah melonjak menyusul data inflasi yang sangat kuat yang mendorong kemungkinan kenaikan suku bunga lebih cepat dari yang direncanakan.
Pasar mata uang secara umum relatif sepi dalam beberapa sesi terakhir karena investor menunggu pertemuan Federal Reserve pekan depan, demikian laporan  Reuters,  di London, Rabu (27/10).
Investor juga akan mencermati pengumuman kebijakan minggu ini dari Bank Sentral Eropa, serta rekannya di Kanada dan Jepang, untuk petunjuk tentang prospek suku bunga di tengah latar belakang tekanan inflasi global yang didorong oleh sisi penawaran.
Pada pukul 15.02 WIB, Indeks Dolar AS (Indeks DXY), ukuran  greenback  terhadap sekeranjang enam mata uang utama, turun kurang dari 0,1% menjadi 93,877.
Imbal hasil US Treasury bertenor pendek melonjak karena investor berspekulasi bahwa inflasi akan mendorong kenaikan suku bunga.
Analis Standard Chartered memperkirakan sentimen risiko pasar mata uang akan terbatas hingga pertemuan The Fed pekan depan, di mana "risiko  hawkish  masih diantisipasi".
Dolar Australia naik 0,2% menjadi USD0,7513, setelah melesat setingginya USD0,7536, menyusul data yang menunjukkan inflasi inti Australia melonjak ke level tertinggi enam tahun pada September, yang mengejutkan pasar. Data tersebut mendorong kenaikan imbal hasil jangka pendek.
Reserve Bank of Australia akan menggelar pertemuan Selasa pekan depan, dan perhitungan pasar bertentangan dengan keinginan pembuat kebijakan RBA bahwa tidak akan ada kenaikan suku bunga sebelum 2024.
"Bagaimanapun juga, RBA mungkin akan dipaksa untuk bertindak," papar analis Commerzbank, Antje Praefcke, mengacu pada kenaikan imbal hasil bertenor 3-tahun.
"Pasar kemungkinan akan semakin berasumsi bahwa RBA harus memikirkan kembali kebijakan moneter ekspansifnya lebih lanjut mengingat perkembangan ekonomi dan inflasi, yang kemungkinan besar bakal mendukung AUD."
Dolar AS turun sekitar 0,4% terhadap yen Jepang, dengan pasangan itu berpindah tangan di 113,745 - masih dalam kisaran baru-baru ini dan mendekati level tertinggi empat tahun di 114,695 per dolar yang disentuh seminggu lalu.
"Posisi short-JPY jelas menjadi perdagangan yang sangat populer di kalangan spekulan...tetapi tampaknya masih sulit untuk melihat yen menemukan dukungan berkelanjutan saat ini," tulis analis ING.
Bank of Japan akan bertemu, Kamis, dan secara luas diperkirakan menurunkan penilaian ekonominya, dengan pasar berspekulasi tidak ada kenaikan suku bunga di masa mendatang.
Dolar Kanada sedikit berubah menjadi USD1,2402 menjelang pengumuman kebijakan bank sentral negara itu.
Bank Sentral Kanada diperkirakan menaikkan perkiraan inflasi dan bakal mengakhiri stimulus dari program pembelian obligasi era pandemi, memulai semacam hitungan mundur untuk kenaikan suku bunga yang pertama sejak Oktober 2018
Euro naik sekitar 0,1% menjadi USD1,1605. Bank Sentral Eropa, yang bertemu pada Kamis, diperkirakan mengambil sikap  dovish. 
Poundsterling turun 0,2% terhadap euro menjadi 84,39 pence per euro. RAPBN Inggris akan diumumkan hari ini, tetapi diperkirakan tidak akan berdampak pada pound. (ef)

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM