News & Research

Reader

Market Review Fixed Income 2018/04/09
Monday, April 09, 2018       10:51 WIB

Download PDF

Market Review
Pada Jumat (05/04) volume perdagangan SBN menjadi sebesar Rp12,2 triliun dengan frekuensi perdagangan menjadi 638 kali. Volume jual-beli obligasi korporasi pada Jumat (05/04) menjadi sebesar Rp984 miliar, dengan frekuensi perdagangan menjadi 126 kali. Selanjutnya, harga rata-rata surat berharga negara (SBN) dengan 20 volume perdagangan tertinggi ditutup dengan harga 103,2, sedangkan harga obligasi korporasi ditutup dengan rata-rata harga di 101,7. Sementara itu, obligasi yang diperdagangkan antara lain FR0064 (jatuh tempo 15/09/26; 96,5; 6,6%) dan FR0061(jatuh tempo 15/05/22; 103,2; 6,1%); obligasi AKR Corporindo I Tahap IA (07/07/20; 100; 8,5%; AA-) dan obligasi Bank BRI II Tahap IC (01/12/21; 104,7; 6,8%; AAA).
Ringkasan Berita
Pemerintah Kembali Jajal Penerbitan Obligasi Hijau
Pemerintah tengah menjajaki kembali untuk menerbitkan SUN konvensional berwawasan lingkungan dan SUN berbasis syariah peduli lingkungan. Belum dipastikan kapan rencana penerbitan tersebut akan direalisasikan. Namun penerbitan surat utang baru yang lampau pada Feb18 berhasil menyedot minat 2,4x dibandingkan dengan jumlah penyerapan. Penerbitan obligasi domestik merupakan strategi untuk menanggulangi perubahan iklim.
Emisi Obligasi 1H18 Akan Capai Rp50 Triliun
PT Bursa Efek Indonesia mencatatkan 16 proyek penerbitan obligasi korporasi dengan total target emisi sekitar Rp19,6 triliun. Dengan demikian, angka ekspektasi emisi obligasi hinga semester I tahun 2018 diharapkan mencapai Rp50 triliun. Nilai penerbitan sebesar Rp19,6 triliun tersebut dua kali lipat lebih besar jika dibandingkan tahun 2017, menurut keterangan salah seorang direktur BEI. Adapun korporasi yang menerbitkan masih lebih didominasi oleh perbankan dan multifinance.
Pemerintah Akan Lelang Surat Utang Negara pada 10 April 2018
Pemerintah akan melakukan lelang Surat Utang Negara (SUN) pada Selasa, 10 April 2018 dalam mata uang rupiah dengan target indikatif Rp17 triliun untuk dua seri Surat Perbendaharaan Negara yakni SPN12180712  (reopening)  dan tiga seri obligasi dengan kupon tetap, yakni FR0063, FR0064, FR0065 dengan perincian sebagai berikut:
  • SPN12180712, jatuh tempo pada 12 Juli 2018, dengan diskonto;
  • SPN12190411, jatuh tempo pada 11 April 2019, dengan diskonto;
  • FR0063  (reopening),  jatuh tempo pada 15 Mei 2023, dengan kupon obligasi 5,625%;
  • FR0064  (reopening),  jatuh tempo pada 15 Mei 2018,   dengan kupon obligasi 6,125%;
  • FR0065  (reopening) , jatuh tempo pada 15 Mei 2033, dengan kupon obligasi 6,625%.

Sumber: Kontan, Investor Daily, DJPPR

Sumber : IPS RESEARCH

powered by: IPOTNEWS.COM