News & Research

Reader

Market Review Fixed Income 2018/04/19
Thursday, April 19, 2018       11:01 WIB

Download PDF

Market Review
Pada Rabu (18/04) volume perdagangan SBN menjadi sebesar Rp11,5 triliun dengan frekuensi perdagangan menjadi 859 kali. Volume jual-beli obligasi korporasi pada Jumat (13/04) menjadi sebesar Rp774,27 miliar, dengan frekuensi perdagangan menjadi 97 kali. Selanjutnya, harga rata-rata surat berharga negara (SBN) dengan 20 volume perdagangan tertinggi ditutup dengan harga 105,3, sedangkan harga obligasi korporasi ditutup dengan rata-rata harga di 101,8. Sementara itu, obligasi yang diperdagangkan antara lain FR0068 (jatuh tempo 15/03/34; 109,3; 7,3%) dan FR0053 (jatuh tempo 15/07/21; 106,5; 6,0%); obligasi WOM Finance I Tahap IVB (22/12/18; 102.25; 7,1%; AA-) dan obligasi II Tahap IVA (20/04/19; 100,0; 5,9%; AAA).
Ringkasan Berita
BoE Diperkirakan Naikkan Suku Bunga
Bank of England (BoE) diprediksi akan menaikkan suku bunga acuan menjadi 0.75% pada Mei mendatang. Perbaikan ekonomi Inggris terlihat terus berlanjut sejak referendum Brexit dimana pengangguran jatuh ke titik terendah sejak 1975, di periode tiga bulan yang berakhir pada Februari 2018. Namun, pertumbuhan upah pada periode tersebut tidak sebesar yang diharapkan. BoE menyebutkan bahwa pertumbuhan berkelanjutan upah riil dapat mendukung kesepakatan untuk menaikkan suku bunga. Berdasarkan survei Reuters terhadap 76 ekonom, hampir seluruhnya memperkirakan Bank Sentral Inggris akan menambah lagi suku bunga acuan sebanyak 25 basis poin sebelum Inggris keluar dari Uni Eropa. Sementara, 37 dari 62 ekonom mengatakan BoE akan menaikkan suku bungan menjadi 1% atau lebih tinggi pada akhir kuartal pertama di 2019.
BUMN dan Anak Usaha BUMN Rencana Galang Dana melalui MTN
Sejumlah anak usaha BUMN berencana mengemisi MTN pada kuartal II/2018, di antaranya adalah PT Wijaya Karya Beton senilai Rp200 miliar, PT Waskita Karya Beton senilai Rp3 triliun, dan PT PP Properti senilai Rp600 miliar. Proses penawaran dan pencatatan untuk Wijaya Karya ditargetkan rampung pada April dan Mei 2018. Selain itu, PT PP Properti juga akan menerbitkan obligasi berkelanjutkan senilai Rp2triliun untuk memenuhi belanja modal yang tidak sepenuhnya diperoleh dari pinjaman bank.
BUMN akan Himpun Dana Rp90 Triliun di Pasar Modal
Penghimpunan dana dilakukan oleh BUMN melalui penerbitan obligasi, IPO saham anak usaha BUMN , reksa dana penyertaan terbatas ( RDPT ), kontrak investasi kolektif efek beragun aset (KIK- EBA), dan kontrak konsesi. Tercatat penghimpunan dana tahun ini turun menjadi Rp90 triliun dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp100triliun menyusul kritik terhadap besarnya emisi obligasi oleh BUMN . Sementara itu, berdasarkan keterangan Kementerian BUMN , kontrak konsesi memiliki potensi dikembangkan sebagai instrumen karena memiliki aset dasar milik negara ataupun BUMN . Selain itu, dari pasar saham, PT Asuransi Tugu Pratama Indonesa , PT BRI Syariah, dan PT Wijaya Karya Realty tengah dalam proses IPO. Instrumen obligasi juga menjadi incaran BUMN , tercatat 11 perusahaan pembiayaan menerbitkan total surat utang senilai Rp16triliun dan total emisi surat utang baru korporasi seara nasional senilai Rp38,7 triliun hingga 1Q18.

Sumber : IPS RESEARCH

powered by: IPOTNEWS.COM