News & Research

Reader

Market Review Fixed Income 2018/05/25
Friday, May 25, 2018       14:36 WIB

Download PDF

Market Review
Pada Kamis (24/05) volume perdagangan SBN menjadi sebesar Rp12,1 triliun dengan frekuensi perdagangan menjadi 1.052 kali. Volume jual-beli obligasi korporasi pada Kamis (24/05) menjadi sebesar Rp1,14 triliun, dengan frekuensi perdagangan menjadi 133 kali. Selanjutnya, harga rata-rata surat berharga negara (SBN) dengan 20 volume perdagangan tertinggi ditutup dengan harga 101,0, sedangkan harga obligasi korporasi ditutup dengan rata-rata harga di 100,8. Sementara itu, obligasi yang diperdagangkan antara lain FR0069 (jatuh tempo 15/04/19; 101.20; 6,4%) dan FR0064 (jatuh tempo 15/05/28; 90,35; 7.5%); obligasi SMFP IV Tahap IVA (28/05/19; 100.02; 6,0%; AAA) dan obligasi I Tahap IIA (23/05/19; 100; 6,3%; AA-).
Ringkasan Berita
Perry Warjiyo Diangkat, Ada Lima Fokus Kebijakan BI Mendatang
Gubernur Bank Indonesia yang baru, Bapak Perry Warjiyo, memaparkan lima instrumen yang menjadi prioritas kebijakan bank sentral dalam menjaga stabilitas moneter dan mendorong pertumbuhan. Pertama, kebijakan moneter ditunjukan untuk menjaga stabilitas antara lain melalui kebijakan suku bunga dan stabilitas nilai tukar melalui langkah pencegahan seperti  front loading  dan  dual intervention . Kedua, relaksasi makroprudensial. Ketiga, percepatan pendalaman pasar keuangan khususnya untuk pembiayaan infrastruktur. Keempat, pengembangan sistem pembayaran untuk strategi nasional ekonomi dan keuangan digital. Kelima, memperkuat akselerasi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.
Pemerintah Terbitkan Samurai Bonds 100 Miliar Yen
Pemerintah berencana menerbitkan empat seri obligasi berdenominasi yen Jepang atau Samurai  Bonds  senilai 100 miliar Yen atau Rp `12,9 trilun pada 31 Mei 2018. Keempat seri tersebut adalah RIJPY0521(tenor tiga tahun dan tingkat kupon 0,67%), RIJPY0523 (tenor lima tahun dan tingkat kupon 0,92%), RIJPY0525 (tenor tujuh tahun dan tingkat kupon 1,07%), dan RIJPY0528 (tenor sepuluh tahun dan tingkat kupon 1,27%) dengan nominal JPY 49 miliar, JPY 39 miliar, JPY 3,5 miliar, dan JPY 8,5 miliar secara berturut-turut. Obligasi samurai telah   mendapatkan peringkat Baa2 dari Moody's, BBB- dari S&P, dan BBB dari Fitch. Sementara itu, Pemerintah menunjuk Daiwa  Securities Co. Ltd , Mizuho  Securities Co. Ltd , Nomura  Securities , dan SMBC  Securities  sebagai  Joint Lead Arrangers . Transaksi ini merupakan penerbitan kedua dengan format  Public Offering  dan pertama kalinya menggunakan skema  Japanese Shelf Registration . Pada transaksi ini, seri baru dengan tenor 10 tahun untuk pertama kali tanpa jaminan garansi Japan Bank for International Corporation ( JBIC ) dan berhasil menjadi  benchmark size  baru untuk Samurai Bonds.
Sumber: Bisnis Indonesia, Investor Daily

Sumber : IPS RESEARCH

powered by: IPOTNEWS.COM