News & Research

Reader

Pasar Saham Masih Rentan Melemah, Tetap Pilih ETF Defensif!
Monday, April 06, 2020       10:24 WIB

Ipotnews - Dalam prediksi menguat hari ini, Senin (6/4), namun pasar saham masih dalam ancaman penurunan, sehingga bisa dimanfaatkan untuk mengoleksi ETF bersifat defensif.
"Potensi koreksi IHSG dapat terjadi akibat penurunan harga minyak mentah dunia dan bertambahnya kasus dari wabah COVID-19 di Indonesia. Namun koreksi memberikan peluang untuk kembali menambah kepemilikan ETF yang cenderung defensive seperti (IDX30), (Sri Kehati), dan ( MSCI Large Cap)," papar ETF Desk Indo Premier dalam ETF Morning Notes-nya pagi ini.
Tim ETF Desk mengaku cenderung bertahan di ETF yang defensif karena posisi overweight di sektor perbankan yang sensitif terhadap suku bunga (terutama ) yang kami prediksi relatif bertahan di tengah ketidakpastian market saat ini.
Sebagai latar belakang, Tim ETF Desk mengingatkan, bursa Wall Street ditutup melemah pada Jumat pekan lalu. Selama sepekan kemarin, Bursa Wall Street masih bergerak melemah dengan sentimen negatif dari wabah COVID-19 yang diperkirakan akan menurunkan laba bersih dari perusahaan Amerika (Manufacturing, terutama Otomotif).
Harga minyak (Brent) juga kembali melemah 9% menjadi USD31.15/barrel setelah penundaan pertemuan darurat OPEC + terkait pengurangan produksi yang semula dijadwalkan hari Senin, hari ini diundur jadi Kamis depan. Penurunan harga minyak juga dapat menjadi sentimen negative di IHSG hari ini.
Faktor yang dipertimbangkan:
Otomotif: PT Suzuki Indomobil Motor berencana menghentikan produksi mobil di Indonesia di 3 lokasi (Cakung, Tambun, dan CIkarang) dari tanggal 13-24 April 2020 akibat merebaknya wabah COVID-19.
: Astra memprediksi penurunan penjualan mobil di tahun 2020 akibat wabah COVID-19. Manajemen mengatakan bahwa bebeapa cabang mengalami penurunan penjualan sebesar 30%. Namun melihat market share Astra tetap berada di 51% di tahun ini.
Toll Road: PT Hutama Karya mengatakan bahwa rata rata trafik harian di tol Trans Sumatera menurun 41% sementara trafik di JORR dan Tanjung Priok juga mengalami penurunan sebesar 58%. Secara general, volume kendaraan menurun 40-50% di minggu ke-4 Maret 2020.
: Hermina berencana alokasikan Rp100bn untuk buyback. Waktu buyback saham berada di 3 April - 2 Juli 2020.
COVID-19 Update : Indonesia: Positif 2,273Kasus; Sembuh 164 Kasus; Meninggal 198 Kasus. *Data per 5/4/20.

Sumber : admin

powered by: IPOTNEWS.COM


Berita Terbaru

Wednesday, May 27, 2020 - 12:03 WIB
IHSG Sesi I Bergerak Flat, Berakhir di Zone Merah
Wednesday, May 27, 2020 - 11:53 WIB
Financial Statements 1Q 2020 of ICBP
Wednesday, May 27, 2020 - 11:50 WIB
Target Price ASII
Wednesday, May 27, 2020 - 11:49 WIB
Survei Seismik ELSA di Jambi Merang Capai Sepertiga Dari Target
Wednesday, May 27, 2020 - 11:49 WIB
Target Price AALI
Wednesday, May 27, 2020 - 11:48 WIB
Financial Statements 1Q 2020 of YPAS
Wednesday, May 27, 2020 - 11:47 WIB
BI Perpanjang Jadwal Operasional dan Layanan Publik Menjadi 15 Juni 2020
Wednesday, May 27, 2020 - 11:45 WIB
Terjadi Perpindahan Basis Pelanggan, Ada Berkah Tersembunyi di EXCL
Wednesday, May 27, 2020 - 11:43 WIB
Financial Statements 1Q 2020 of TAMA
Wednesday, May 27, 2020 - 11:41 WIB
SE Asia Stocks-Philippines extends falls on heavyweights; Malaysia gains