News & Research

Reader

Perkuat Sektor Non Distribusi, Zebra Nusantara Bidik Pertumbuhan Laba 30%
Saturday, May 08, 2021       15:47 WIB

JAKARTA - PT Zebra Nusantara Tbk () akan mempercepat pertumbuhan bisnis perusahaan setelah PT Dos Ni Roha (DNR) atau DNR Corporation masuk dalam konsolidasi usaha. Bahkan, perseroan menargetkan pertumbuhan laba sebesar 30% pada tahun ini. Target itu akan ikut dikontribusi sektor non distribusi seperti logistik dan teknologi informasi yang berada di bawah naungan DNR.
Presiden Direktur Zebra Nusantara Rudy Tanoesoedibjo menyebutkan, sepanjang tahun 2020, DNR mencetak laba komprehensif sekitar Rp 287 miliar dengan laba operasi Rp 136 miliar lalu ekuitas Rp 1,06 miliar. "Target naik 30% dari laba operasi, kontribusinya datang dari non distribusi, termasuk dari online," katanya usai RUPST dan RUPSLB Perseroan, Jumat (7/5).
Diketahui Zebra Nusantara mendapatkan notasi khusus (notasi E) dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI) karena memiliki ekuitas negatif. "Setelah nantinya terkonsolidasi (DNR-), maka sudah pasti Ekuitas sudah tidak lagi negatif lagi," imbuh dia.
Ditambahkannya, saat ini DNR yang nantinya akan dikelola oleh memiliki aset yang cukup besar pada sektor distribusi. Meski demikian, tingkat profitabilitasnya belum optimal. "Ini adalah sektor bisnis yang potensial jika kami masuk lebih cepat. Ini juga merupakan upaya kami dalam mengurangi biaya logistik di Indonesia yang kerap menjadi halangan.
Apalagi, kami punya kekayaan di jaringan dan infrastruktur yang tersebar di seluruh Tanah Air, dari Aceh sampai Papua. Berbekal dengan itu, kami optimis akan menjadi perusahaan besar yang dapat menopang jaringan distribusi secara nasional serta bisnis logistik yang terintegrasi dalam satu perusahaan," ungkapnya.
Kedepan, , jelas Rudy ingin mengembangkan konsep bisnis integrated end-to-end supply chain solution lewat DNR bersama dengan unit usaha dibawahnya yaitu DNR Distribution, iStoreiSend Indonesia (SSI), MTG, DPORT, dan juga BIG.
"Melalui salah satu anak usaha yakni MTG, kami akan menyediakan layanan logistik yakni jasa pergudangan dan freight forwarding. Kemudian melalui Ipanganan.com, kami menyajikan serta melayani pengiriman berbagai kebutuhan sembako, ada lagi Digital Transportasi (DPORT) yang akan membantu jasa pengiriman supaya lebih efisien, dan masih banyak lagi bisnis perusahaan yang akan berkontribusi nantinyanya terhadap kinerja Zebra," jelas dia.
Sementara itu, dalam RUPST dan RUPSLB diputuskan bahwa mantan Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Robert Pakpahan ditunjuk menjadi Komisaris Utama dan Independen Zebra Nusantara.Selain itu pada dua kursi komisaris diisi oleh Julie Tanoesoedibjo dan Komjen.Pol. (Purn) Dwi Priyatno.
Sementara itu, posisi Presiden Direktur diisi oleh Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo atau Rudy Tanoe yang merupakan kakak Harry Tanoesoedibjo. Selanjutnya, Gary Tanoesoedibjo dan Paulus Lo melengkapi susunan direksi emiten yang sempat merambah di sektor taksi tersebut.
Selain itu, rapat kali ini juga membahas persetujuan atas rencana penambahan modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue kepada pemegang saham yang akan dilakukan oleh perseroan (PMHETD).
Untuk diketahui, dalam rights issue atau PMHETD II itu, PT Trinity Healthcare (THC), PT European Hospital Development (EHD), PT Jadegreen Equities (JGE), dan PT Holistic Ventures (HV) akan mengambil bagian atas saham baru Zebra Nusantara.
Sebelumnya, THC, EHD, JGE, dan HV merupakan pemegang saham PT Dos Ni Roha. Berdasarkan prospektus perusahaan, akan melakukan rights issue dengan melepas 3,42 miliar saham baru dengan asumsi harga pelaksanaan Rp 406 per saham. Oleh karena itu, perseroan akan mengantongi dana sekitar Rp 1,39 triliun. Sejumlah 77,7% dana dari rights issue digunakan untuk mengakuisisi 99% saham DNR Corporation senilai Rp 1,08 triliun.

Sumber : INVESTOR DAILY

powered by: IPOTNEWS.COM