News & Research

Reader

Simak rencana KINO usai menjadi pengendali Morinaga
Thursday, October 11, 2018       19:48 WIB

JAKARTA - PT Kino Indonesia Tbk () akan membeli seluruh saham PT Morinaga Kino Indonesia (MKI) yang dimiliki Morinaga & Co Ltd. Sehingga, akan menjadi pengendali Morinaga Kino Indonesia. Adapun nilai transaksi akuisisi tersebut Rp 74,90 miliar.
Direktur Independen Budi Muljono mengatakan, dana untuk akuisisi Morinaga diambil dari dana IPO dan kas internal. "Dari dana IPO sekitar Rp 38 miliar dan sisanya dari kas internal," ujarnya kepada Kontan.co.id, Kamis (11/10).
Presiden Direktur Harry Sanusi menambahkan, akuisisi seluruh saham Morinaga dilakukan agar Kino memiliki kontrol penuh atas Morinaga. "Morinaga memiliki platform untuk mengembangkan produk segmen food and confectionary. Dan kami percaya bahwa segmen tersebut masih memiliki potensi yang sangat besar," jelasnya.
Harry melanjutkan, setelah akuisisi ini perusahaan akan melakukan pembenahan atas produk yang saat ini telah ada dan mengembangkan pemasarannya serta jangkauan distribusinya.
"Kemudian Kino akan mulai mengembangkan produk-produk baru yang potensial untuk meningkatkan performa Kino di segmen tersebut," pungkasnya.
Ia juga bilang dampak akuisisi ini ke kinerja baru akan terlihat di jangka menengah dan jangka panjang. "Untuk jangka pendek, akuisisi ini belum akan berdampak ke kinerja, karena saat ini segmen tersebut baru menyumbang sekitar 10% dari pendapatan. Namun untuk jangka menengah dan panjang, potensi segmen ini akan dapat menyumbang kontribusi yang tinggi bagi perusahaan," paparnya.
Sementara di tahun 2019 nanti, Harry mengatakan bahwa pihaknya masih akan fokus di pembenahan perusahaan, perbaikan pemasaran dan perluasan jaringan distribusi.
Di saat bersamaan, Kino akan mengembangkan produk baru yang potensial. "Namun pengembangan tersebut mulai dari konsep sampai dengan launching biasanya akan memerlukan waktu cukup panjang sehingga belum dapat dipastikan apakah tahun 2019 sudah dapat terlaksana serta berapa nilainya," tuturnya.
Yang jelas, jika ekspansi ini baru bisa dilakukan tahun depan, setidaknya masih memiliki dana IPO yang dapat dipakai untuk pembuatan line produksi baru. "Untuk pabrik sendiri, kami telah memiliki fasilitas yang memadai," lanjutnya.
Hingga semester I 2018, telah menyerap dana capex sebesar Rp 60 miliar atau sekitar 50% dari rencana capex tahun ini. Adapun di tahun lalu, capex hanya sebesar Rp 50 miliar.

Sumber : KONTAN.CO.ID

powered by: IPOTNEWS.COM