News & Research

Reader

Terapkan Tips Ini Agar Kocek Kembali Normal Usai Liburan
Thursday, June 21, 2018       16:00 WIB

Libur panjang Lebaran hampir usai. Momen libur panjang, bagi para pekerja maupun karyawan, mampu menyegarkan pikiran dan badan karena bertemu sanak saudara sekaligus juga berwisata di daerah.
Namun, sudah pasti, selama liburan, kondisi keuangan biasanya juga berubah drastis. Anggaran sering mendadak membengkak. Apalagi bagi mereka yang tidak terbiasa menyiapkan dana liburan jauh-jauh hari.
O, iya, pengeluran yang membengkak selama libur Lebaran, salah satunya dipengaruhi biaya untuk tiket transportasi dan akomodasi yang cenderung meningkat.
Oleh karena itu, banyak hal yang perlu diatur kembali setelah liburan, salah satunya urusan keuangan. Urusan memulihkan anggaran pasca liburan, bisa dibilang susah-susah gampang. Apalagi bagi mereka yang mengandalkan pemasukan bulanan saja seperti gaji, seperti para karyawan.
Baik karyawan atau ibu rumah tangga, urusan mengelola keuangan pasca liburan, tetap harus mendapat perhatian lebih. Jangan sampai, usai liburan justru terbebani persoalan pengelolaan anggaran.
Agar momen liburan di masa datang semakin terkelola dengan baik, evaluasi kembali satu per satu anggaran yang sudah digunakan di momen liburan kali ini. Harus disiplin, terbuka dalam mengelola keuangan.
Semakin cepat kondisi keuangan kita pulih seperti sedia kala usai liburan, maka semakin cepat pula kita bisa mulai lagi merencanakan liburan namun dengan lebih terperinci, dan bisa menyiapkan jauh-jauh hari.
Nah, salah satu yang bisa dilakukan agar keuangan tetap terjaga semasa liburan, adalah dengan selalu batasi penggunaan kartu kredit. Ketika jalan-jalan liburan, usahakan jangan menggunakan kartu kredit, namun gunakan anggaran yang sudah dialokasikan. Kalau pun terpaksa memakai kartu kredit, ingat langsung lunasi, agar tidak jadi beban di bulan-bulan berikutnya.
Hal berikutnya, selalu disiplin mengikuti anggaran yang sudah disusun. Jangan sampai, momen liburan justru over budget, melebihi alokasi yang sudah disiapkan. Tak ada salahnya lebih pelit pada diri sendiri daripada menjadi beban di kemudian hari.
Memang, tidak bisa dipungkiri, terkadang ada pengeluaran tak terduga yang membuat kita mengeluarkan uang melebihi batas anggaran liburan. Biasanya, hal itu terjadi karena ada momen-momen yang seakan tidak bisa ditolak. Antara lain ketika barang-barang yang sebelumnya sudah diincar, ternyata sedang didiskon atau harganya jauh lebih murah.
Jika ini terjadi, kata Anita, segera kembalikan dana yang terpakai itu terlebih dulu dengan memotong anggaran belanja. Jangan menggunakan dana simpanan alias tabungan untuk menutupnya.
Tidak kalah penting, selama liburan, selalu catat, uang yang sudah dikeluarkan digunakan untuk apa saja. Ini perlu dilakukan agar bisa dilakukan evaluasi agar di momen libur berikutnya bisa lebih disiplin, dan meminimalkan pengeluaran untuk hal-hal yang tidak penting.
Salah satu cara sederhana yang bisa dilakukan, untuk mengatasi masalah budget liburan sudah melebihi, adalah dengan selalu membawa bekal dari rumah ketika masuk kantor dan hindari membeli makanan di luar yang harganya biasanya lebih mahal. Dengan begitu, isi dompet seusai liburan tidak terlalu kering dan bisa memulihkan lagi dana yang sudah terpakai melebihi pos anggaran dengan lebih cepat. Berhemat tentu saja langkah tepat.
Cara lain, ketika sudah kembali bekerja, bisa saja dengan mengubah cara transportasi sehari-hari. Misal, kalau biasanya naik ojek agar lebih cepat dengan biaya Rp 30.000 sekali perjalanan, ganti dengan naik angkutan umum yang hanya Rp 4.000 sekali jalan. Ini bisa diterapkan asal bisa mengatur waktu perjalanan ke kantor.
Tetapkan juga anggaran baru untuk 2-3 bulan mendatang, hingga kondisi keuangan bisa kembali stabil. Salah satu cara yang terampuh yakni dengan fokus ke kebutuhan dasar dan memotong pengeluaran gaya hidup. Cara lain, cermati situs-situs atau website yang menawarkan promo atau diskon sehingga bisa lebih hemat.
Seusai liburan, simpan kartu kredit di rumah dan hanya gunakan uang tunai sehingga lebih sadar berapa jumlah uang yang dikeluarkan.
Karena biasanya usai liburan dana menipis, tak ada salahnya, mulai cek lagi barang-barang di rumah yang sekiranya sudah tidak terpakai, untuk kemudian dijual. Selain lebih bermanfaat, juga bisa mengurangi penumpukan barang-barang tak terpakai. Apalagi sekarang menjual barang-barang seken juga semakin mudah, sekalian mencoba nalar berbisnis.
Tak kalah penting, karena masa libur sudah usai, segera ubah pola pikir untuk fokus kembali ke dunia kerja dan mengumpulkan uang. Selain itu perketat anggaran belanja. Berhematlah dan kembalilah ke kebiasaan hidup sederhana saat kerja.
Jika dana darurat terpakai selama liburan, segera kembalikan dana tersebut. Meski kegunaannya tidak bisa diprediksi untuk hal apa, kapan, dan dimana, tapi dana inilah yang akan menyelamatkan kita ketika dilanda masa-masa sulit di masa depan. Hidup tanpa dana darurat sama saja selalu hidup dalam risiko yang besar. Sisihkan sejumlah uang, seberapapun besarnya untuk persiapan dana darurat.
Ingat, selalu disiplin. Kalau misalnya, ingin memiliki anggaran liburan Rp20 juta di momen Lebaran tahun depan, segera persiapkan dari sekarang. Jangan sampai menggunakan dana darurat untuk liburan.
Tentu saja, tak kalah penting, selalu sisihkan dana untuk berinvestasi. Ada beragam produk investasi yang bisa disesuaikan dengan risiko investor, dan tentu saja dapat dipakai sebagai salah satu cara untuk menyiapkan dana liburan di masa depan.
Investasi ini sangat penting, selain mampu melawan inflasi, jika rutin dan disiplin, bukan tidak mungkin keuntungan dari investasi bisa untuk digunakan menambah dana liburan di tahun depan.
Oleh: Anita, Direktur Utama PT Reliance Sekuritas Indonesia

Sumber : PT Reliance Sekuritas Indonesia (RELI)

powered by: IPOTNEWS.COM