News & Research

Reader

Terbebani Aksi Jual Wall Street, Bursa Eropa Melanjutkan Koreksi Tajam
Friday, October 12, 2018       03:59 WIB

Ipotnews - Bursa ekuitas Eropa melanjutkan pelemahan tajam pada penutupan perdagangan Kamis, dipengaruhi oleh kejatuhan pasar saham Amerika Serikat.
Stoxx 600 mengakhiri sesi anjlok 1,98 persen atau 7,28 poin menjadi 359,65, dengan saham keuangan dan migas memimpin kerugian, demikian laporan CNBC , Kamis (11/10) atau Jumat (12/10) dini hari WIB.
Aksi jual dramatis di Wall Street pada sesi sebelumnya mendorong indeks patokan Eropa jatuh ke level terendahnya dalam lebih dari 21 bulan sebelum sedikit pulih.
Di Inggris, indeks FTSE 100 menyusut 1,94 persen atau 138,81 poin menjadi 7.006,93, DAX Jerman turun 173,15 poin atau sekitar 1,48 persen menjadi 11.539,35, dan CAC 40 Prancis melorot 1,92 persen (99,85 poin) menjadi 5.106,37.
Pasar ekuitas global berguguran dalam beberapa hari terakhir di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi dunia dan naiknya suku bunga. Di Amerika Serikat, Nasdaq berada di jalur bulan terburuknya sejak November 2008.
Melihat saham individu di Eropa, WH Smith Inggris tergelincir ke bagian bawah indeks setelah mengumumkan rencana baru untuk merestrukturisasi toko high street-nya. Sahamnya yang terdaftar di London anjlok 11,16 persen di tengah berita tersebut.
Baca Juga: Wall Street Terjerembab Lagi, Dow Kehilangan Lebih dari 500 Poin
Hays Inggris juga diperdagangkan melemah tajam, setelah agen perekrutan itu memperingatkan gejolak mata uang dapat membebani tahun fiskal 2019. Sahamnya ditutup merosot 10,4 persen
Sementara itu, saham Dialog Semiconductor, Jerman, melonjak 16,58 persen, memuncaki Stoxx 600. Saham perusahaan itu melambung setelah mengumumkan kesepakatan baru senilai USD600 juta dengan Apple.
Koreksi Pasar
Pelaku pasar juga mencerna pernyataan Presiden Donald Trump. Rabu, dia kembali mengkritik Federal Reserve, menyebut bank sentral "gila" karena keinginannya untuk menaikkan suku bunga.
Trump juga mengomentari kejatuhan pasar, menyebutnya sebagai "koreksi yang kita tunggu untuk waktu yang lama."
Dana Moneter Internasional (IMF), awal pekan ini, memperingatkan bahwa tekanan tensi perdagangan, seperti antara Amerika dan China, dapat menyebabkan "kemerosotan tiba-tiba dalam sentimen risiko, memicu koreksi berbasis luas di pasar modal global dan pengetatan tajam kondisi keuangan global."
Kembali ke Eropa, Brexit sebagian besar menjadi fokus setelah kepala perunding Brexit Uni Eropa, Michel Barnier, menunjukkan nada optimistis pada kesepakatan untuk perpisahan Inggris dengan blok tersebut, mengatakan kesepakatan dapat dicapai secepatnnya pekan depan.
Dalam berita perusahaan, pabrikan otomotif Jerman, BMW, mengumumkan investasi USD4,2 miliar dalam usaha patungan dengan perusahaan China, Brilliance Auto, sehingga menjadikannya pemegang saham mayoritas.
BMW adalah raksasa otomotif pertama yang mengendalikan perusahaan patungan di China. (ef)

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM