News & Research

Reader

Vaksin Covid-19 Produksi China Diharapkan Mulai Produksi Massal Tahun Ini
Sunday, May 31, 2020       12:53 WIB

Ipotnews - Calon vaksin Covid-19 yang sedangdikembangkan di China diperkirakan akan segera tersedia pada akhir tahun ini. Pernyataan itu, diungkapkan oleh Komisi Pengawasan Aset dan Administrasi Milik Negara, China lewat akun Wechat resmi.
Vaksin yang saat ini sedang dikembangkan bersama oleh Institut Produk Biologis Beijing dan China National Biotec Group Co, telah menyelesaikan pengujian tahap II dan mungkin siap memasuki pasar pada akhir tahun ini atau awal tahun depan, ungkap lembaga itu, sepeti dikutip Bloomberg, Sabut (30/5).
Lini produksi untuk vaksin tersebut akan sepenuhnya didesinfeksi dan ditutup dalam persiapan untuk output yang akan dimulai Sabtu, dan akan memiliki kapasitas produksi penuh 100 juta-120 juta vaksin setiap tahun.
Pembuat obat berlomba untuk mengembangkan obat untuk mencebag penularan yang sejauh ini telah menewaskan sedikitnya 365.000 orang di dunia. Lebih dari 100 vaksin untuk virus korona sedang dikembangkan secara global, tetapi hanya sedikit yang berhasil mencapai tahap uji klinis manusia yang paling krusial dan terakhir. Sejauh ini para ilmuwan Cina memimpin dalam perlombaan tersebut.
Secara langsung maupun tidak langsung, upaya untuk segera menemukan vaksin Covid-19 itu, juga menjadi ajang persaingan Presiden China, Xi Jinping dan Presiden AS, Donald Trump.
Secara total, perusahaan China saat ini telah mengembangkan lima vaksin dan sedang diuji pada manusia, paling banyak di negara mana pun. Beijing telah mengerahkan otoritas kesehatannya, regulator obat-obatan dan lembaga penelitian untuk bekerja sepanjang waktu dengan perusahaan-perusahaan lokal untuk menghasilkan vaksin yang mampu meraih sukses pertama di dunia untuk menjinakkan Covid-19.
Presiden Xi Jinping telah berjanji untuk membagikan vaksin yang berhasil menjinakkan virus korona, secara global. Namun sejauh ini perusahaan Cina masih menghadapi tantangan, karena pengujian fase III perlu dilakukan di tempat di mana virus korona masih menyebar dengan cepat.
Sementara itu kasus Covid-19 di China telah jauh menyusut hanya ke menular ke beberpa orang setiap hari. Selain itu, vaksin yang efektif membutuhkan kemampuan produksi yang besar untuk memenuhi permintaan distribusi global.
Kandidat vaksin dari Beijing Institute of Biological Products dan China National Biotec Group menggunakan versi baru dari novel virus korona yang masih dapat memicu respons kekebalan. Vaksin tidak aktif semacam itu telah dikembangkan selama bertahun-tahun untuk melindungi populasi dari penyakit, termasuk polio dan hepatitis.
Namun vaksin yang tidak aktif mungkin lebih lambat untuk dikembangkan pada awalnya. Tapi jalur mereka yang akrab dengan produksi massal kemungkinan akan memungkinkan mereka untuk menggantikan penyuntikan dengan pendekatan baru yang lebih canggih. (Bloomberg)

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM