- Wall Street menguat setelah data tenaga kerja AS yang lemah meredam ekspektasi kenaikan suku bunga Fed.
- Nonfarm payrolls September hanya bertambah 29.000, jauh di bawah estimasi Reuters 90.000.
- Peluang kenaikan suku bunga minimal 25 basis poin pada akhir Oktober turun menjadi 22,7%, dari 64,2% sepekan sebelumnya.
Ipotnews - Saham-saham AS menguat pada Jumat (2/10) akhir pekan ini. Dan mengakhiri perdagangan pekan ini di zona positif setelah data tenaga kerja yang lebih lemah dari perkiraan meredam ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve dalam pertemuan kebijakan bulan ini.
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan nonfarm payrolls hanya bertambah 29.000 pekerjaan pada bulan lalu. Jumlah pekerjaan untuk dua bulan sebelumnya juga direvisi turun tajam, jauh di bawah estimasi ekonom yang disurvei Reuters sebanyak 90.000 pekerjaan.
Data yang lebih lemah dari perkiraan tersebut menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga Fed setidaknya 25 basis poin dalam pertemuan pada akhir Oktober menjadi 22,7%, menurut CME FedWatch, dari 24,4% pada sesi sebelumnya dan 64,2% sepekan sebelumnya.
"Berita hari ini cukup baik karena menunjukkan ekonomi tidak sedang melaju terlalu kencang," kata Robert Bernstone, kepala perdagangan di SummitTX Capital, New York.
"Namun, seberapa baik kondisi tersebut? Memang bagus karena menghilangkan kenaikan suku bunga jangka pendek, tetapi ada kekhawatiran terhadap ekonomi, ada kekhawatiran terhadap inflasi, sehingga optimisme yang hati-hati menjadi sikap yang diambil orang-orang."
"Namun demikian, potensi kenaikan hingga akhir tahun, atau setidaknya untuk satu atau dua bulan ke depan, bisa terjadi hanya karena ini merupakan reli yang tidak disukai banyak orang."
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 250,40 poin atau 0,49% menjadi 51.176. Indeks S&P 500 bertambah 56,27 poin atau 0,73% menjadi 7.722. Sedangkan Nasdaq Composite naik 319,27 poin atau 1,19% menjadi 27.190.
Saham Berkapitalisasi Kecil Mengungguli
Ekspektasi kenaikan suku bunga yang lebih rendah membantu mengangkat saham-saham yang sensitif terhadap suku bunga, seperti indeks real estat S&P 500 yang naik 0,4%, serta indeks saham berkapitalisasi kecil Russell 2000 yang menguat 0,9% dan mencatat kenaikan harian terbesar dalam sebulan.
Saham-saham berkapitalisasi besar turut memimpin penguatan. Nvidia naik 1,3%, sedangkan Tesla melonjak 4,7% dan menjadi salah satu saham yang memberikan dorongan terbesar terhadap S&P 500.
Kenaikan saham Tesla membantu mengangkat indeks sektor consumer discretionary S&P 500 sebesar 1,4%, menjadikannya sektor dengan kinerja terbaik di antara 11 sektor utama S&P 500.
Serangkaian data terbaru yang menunjukkan aktivitas ekonomi tetap tangguh dan kenaikan harga lebih lambat dari perkiraan, ditambah komentar dari dua pejabat tinggi pembuat kebijakan yang memperingatkan agar tidak kembali menaikkan suku bunga. Hal ini telah membuat investor mengurangi ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga pada Oktober.
Meskipun menguat pada Jumat, Dow Jones dan S&P 500 sama-sama mencatat penurunan mingguan keempat dalam lima pekan terakhir. Sementara itu, Nasdaq membukukan kenaikan mingguan kelima dalam enam pekan terakhir. Dalam sepekan, S&P 500 turun 0,27%, Nasdaq naik 0,45%, sedangkan Dow Jones melemah 1,26%.
Nike merosot 3,6% dan menjadi saham dengan kinerja terburuk di Dow Jones setelah perusahaan pakaian olahraga AS tersebut memperkirakan penurunan tajam pendapatan tahunan yang tidak terduga akibat lemahnya pasar China. Nike juga mengumumkan pemutusan hubungan kerja dan memutuskan merombak divisi bisnis globalnya.
Saham perusahaan penyedia penyimpanan data juga melemah. Western Digital dan Seagate Technology sama-sama anjlok sekitar 10% dan menjadi saham dengan kinerja terburuk dalam indeks teknologi S&P 500. Nikkei melaporkan bahwa perusahaan teknologi Jepang Toshiba berencana menggandakan kapasitas produksinya untuk hard disk drive yang digunakan di pusat data AI pada tahun fiskal 2027.
Jumlah saham yang menguat mengungguli saham yang turun dengan rasio 1,67 berbanding 1 di Bursa Efek New York ( NYSE ), dan 1,34 berbanding 1 di Nasdaq.
S&P 500 mencatat 11 saham yang mencapai level tertinggi baru dalam 52 pekan dan 20 saham yang mencatat level terendah baru. Sementara Nasdaq Composite mencatat 57 saham yang mencapai level tertinggi baru dan 224 saham yang mencatat level terendah baru.
Volume perdagangan di bursa AS mencapai 16,93 miliar saham, dibandingkan rata-rata 17,28 miliar saham untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.
(reuters)
Sumber : admin