- Total dana yang diperoleh dari IPO sebesar Rp2,413 triliun, dengan biaya penawaran Rp114,7 miliar, sehingga dana bersih yang tersedia sebesar Rp2,298,4 triliun.
- Sesuai prospektus, dana bersih direncanakan 70% untuk ekspansi (Rp1,608,9 triliun) dan 30% untuk modal kerja (Rp689,5 miliar); hingga 30 Juni 2026 telah direalisasikan Rp954,2 triliun untuk ekspansi (59,3% dari total) serta seluruh alokasi modal kerja sebesar Rp689,5 miliar (100%).
- Sisa dana sebesar Rp654,7 miliar ditempatkan dalam deposito berjangka 2-6 bulan di PT Bank CIMB Niaga, PT Bank Maybank Indonesia, dan PT Bank UOB Indonesia dengan bunga 3,9%.
- Total biaya penawaran sebesar Rp114,7 miliar terdiri atas: biaya penjaminan Rp4,96 miliar (0,21%), biaya penyelenggaraan Rp36,74 miliar (1,52%), biaya penjualan Rp4,61 miliar (0,19%), biaya profesi penunjang pasar modal Rp36,97 miliar (1,53%), biaya lembaga penunjang Rp0,13 miliar (0,01%), biaya konsultasi keuangan Rp12,69 miliar (0,53%), dan biaya lain-lain Rp18,59 miliar (0,77%).
Sumber : AI Report