ARCI Gelontorkan Biaya Eksplorasi US$8,5 Juta dan Kedalaman Bor 39,1 Km pada Oktober 2026
Tuesday, October 13, 2026       16:39 WIB

AI News - PT Archi Indonesia Tbk melaporkan pada 12 Oktober 2026 bahwa perusahaan telah mengeluarkan total biaya eksplorasi sebesar US$8,5 juta serta menyelesaikan pemboran mencapai 39,1 kilometer dengan metode Diamond Drilling dan 31,0 kilometer dengan Reverse Circulation.

Poin Penting

  • Total biaya eksplorasi Januari-September 2026: US$8.506.766.
  • Kedalaman pemboran Diamond Drilling tercapai 39.107 meter; Reverse Circulation 31.031 meter.
  • Delapan interval emas teridentifikasi dengan kadar antara 2,10-25,18 g/t pada kedalaman 182,65-346,90 meter.

Apa Signifikansi Biaya Eksplorasi US$8,5 Juta Bagi Strategi ?


Biaya eksplorasi sebesar US$8,5 juta menegaskan komitmen untuk memperluas cadangan emas melalui program pengeboran intensif. Berdasarkan data IQPlus, anggaran ini dialokasikan pada anak perusahaan PT Meares Soputan Mining dan PT Tambang Tondano Nusajaya yang beroperasi di koridor Timur dan Barat, dengan dukungan teknis dari PT Maxidrill Indonesia. Pendanaan tersebut memungkinkan pelaksanaan metode Diamond Drilling dan Reverse Circulation secara simultan, sehingga meningkatkan cakupan area target. Dengan melibatkan dua koridor sekaligus, mengoptimalkan peluang menemukan endapan baru yang dapat menambah nilai aset perusahaan. Bagi investor, alokasi dana yang signifikan ini memperkuat prospek pertumbuhan produksi di masa mendatang.

Bagaimana Volume Kedalaman Pemboran Mempengaruhi Prospek Penemuan Emas?


Kedalaman total pemboran yang mencapai lebih dari 70 kilometer menunjukkan upaya eksplorasi yang sangat mendalam dan menyeluruh. IQPlus mencatat bahwa Diamond Drilling menembus 39.107 meter sementara Reverse Circulation menembus 31.031 meter, mencakup zona geologi yang berpotensi mengandung endapan emas signifikan. Kedalaman ini memungkinkan tim geologi mengakses formasi batuan yang sebelumnya belum teruji, memperluas basis data geologi dan memperbaiki model mineralogi. Hasilnya, dapat mengidentifikasi wilayah mineralisasi berpotensi tinggi dengan akurasi yang lebih baik, yang selanjutnya meningkatkan peluang menemukan zona dengan kadar emas optimal. Dampaknya, perusahaan berada pada posisi yang lebih kuat untuk mengkonversi temuan menjadi sumber daya tambang yang dapat diproduksi.

Apa Temuan Kadar Emas Tinggi yang Ditemukan pada Kuartal I-III 2026?


EmitenNews melaporkan bahwa eksplorasi menemukan delapan interval emas dengan kadar tinggi, menandakan keberadaan mineralisasi yang berharga. Contohnya, interval sepanjang 4,60 meter menunjukkan kadar 10,20 g/t pada kedalaman 342,30-346,90 meter, sementara interval 3,10 meter mengandung konsentrasi tertinggi 25,18 g/t pada kedalaman 285,80-288,90 meter. Selain itu, interval lain mencatat kadar 7,22 g/t (11,30 m pada 285,80-297,10 m) dan 4,25 g/t (23,00 m pada 213,00-236,00 m). Temuan ini didasarkan pada 244 titik pengeboran dengan total kedalaman sekitar 70,1 kilometer yang dilakukan antara Januari dan September 2026. Keberadaan variasi kadar emas yang signifikan ini memperkuat keyakinan bahwa zona Toka Tindung di Sulawesi Utara memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi proyek tambang baru, yang dapat menambah nilai produksi di masa depan.

 Disclaimer: This article was produced automatically by Artificial Intelligence (AI) through the compilation and synthesis of information from multiple news sources. It is not independent reporting and does not constitute investment advice. 


Sumber : AI News