Akumulasi di ASRI-BSDE-SMRA-SSIA Ceriakan Sektor Properti; Investor Baru Masuk OBMD
Monday, April 06, 2026       07:35 WIB
  • Saham sektor properti seperti , , , dan kompak mencatat aksi akumulasi.
  • Investor strategis baru masuk ke dengan kepemilikan awal di atas 7%.
  • Pergerakan pemegang saham jumbo mencerminkan rotasi dan positioning baru di pasar.

Ipotnews -- Aksi akumulasi oleh pemegang saham besar mewarnai sejumlah emiten properti di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (1/4), berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia ( KSEI ) yang dirilis Kamis (2/4).
Di Saham PT Alam Sutera Realty Tbk (), PT Manunggal Prime Development menambah 76,48 juta saham sehingga kepemilikannya meningkat dari 23,00% menjadi 23,39%. Aksi ini diimbangi oleh penjualan dalam jumlah yang sama oleh Maybank Sekuritas Indonesia (registrar), yang menurunkan porsi kepemilikannya menjadi 6,29%.
Aksi serupa juga terjadi pada PT Bumi Serpong Damai Tbk (), di mana PT Paraga Artamida menambah 3,85 juta saham, meningkatkan kepemilikan dari 6,90% menjadi 6,91%.
Akumulasi berlanjut di PT Summarecon Agung Tbk (). PT Semarop Agung membeli 1,50 juta saham, sehingga porsi kepemilikannya naik tipis dari 23,10% menjadi 23,11%.
Sementara itu, PT Surya Semesta Internusa Tbk () juga mencatat penambahan saham oleh PT Henan Putihrai Asset Management sebanyak 478,90 ribu saham, dengan kepemilikan meningkat menjadi 11,05%.
Di luar sektor properti, perhatian pasar tertuju pada masuknya investor baru di PT (). PT Suryaprana Nutrisindo mengakumulasi 57,35 juta saham dan langsung menguasai 7,12% kepemilikan, menandai kehadiran pemegang saham signifikan baru di emiten tersebut.
Sejumlah transaksi lain juga terjadi di berbagai sektor. Di antaranya, Lo Kheng Hong menambah kepemilikan di , sementara PT Media Nusantara Citra Tbk melakukan penjualan signifikan di . Di sisi lain, Ir. T. Permadi Rachmat kembali mengurangi kepemilikannya di , melanjutkan tren divestasi.
Secara keseluruhan, aktivitas ini menunjukkan meningkatnya minat terhadap saham properti serta adanya reposisi portofolio oleh investor besar, yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan saham dalam jangka pendek hingga menengah.(AI)

Sumber : Admin