- IHSG turun 0,68% ke 8.618 dan berpeluang koreksi ke 8.464-8.560.
- Dana asing masih masuk, terjadi rotasi dari konglomerasi ke perbankan.
- Saham rekomendasi mencakup , , serta peluang buy on weakness.
Ipotnews -- Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) melanjutkan penurunan sebesar 0,68 persen ke level 8.618. Tekanan jual masih mendominasi, meskipun mulai mengecil, dan indeks masih tertahan oleh garis rata-rata bergerak 20 harian (MA20).
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai IHSG tengah berada pada fase pelemahan lanjutan. "Kami memperkirakan IHSG sedang berada di bagian wave [iv] dari wave 5, sehingga rawan terkoreksi dulu untuk menguji 8.464-8.560," ujar Herditya dalam riset hariannya, Jumat (19/12).
Ia mengingatkan potensi skenario terburuk menuju level 8.000 jika koreksi mendalam terjadi. Level support diperkirakan di kisaran 8.553 - 8.493 dan resisten 8.714 - 8.821.
Dari pasar global, sentimen relatif positif. Bursa Wall Street ditutup menguat, dengan Dow Jones naik 0,14 persen, S&P 500 menguat 0,79 persen, dan Nasdaq melonjak 1,38 persen. Namun, sentimen tersebut belum cukup menahan pelemahan IHSG .
Laporan BRI Danareksa Sekuritas mencatat, tekanan IHSG dipicu oleh pelemahan saham-saham konglomerasi, meski sektor perbankan berperan menjaga penurunan tidak lebih dalam.
Analis teknikal BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menyebut likuiditas pasar sedang bergeser. "Ada potensi dana berotasi dari saham konglomerasi menuju perbankan dengan katalis window dressing akhir tahun," katanya.
BRI Danareksa merekomendasikan tiga saham unggulan yaitu , , dan untuk momentum perdagangan.
Di sisi lain, beberapa saham pilihan analis MNC Sekuritas menunjukkan peluang akumulasi. direkomendasikan speculative buy di 131-133 dengan target 145-154. memperoleh sinyal buy on weakness di 5.050-5.100 dan ditargetkan menguji 5.325.
juga dinilai berada dalam fase penguatan dengan level beli 1.180-1.205. direkomendasikan speculative buy di 520-530 dengan target 585 - 605.(Marjudin/AI)
Sumber : admin