- Pada akhir pekan, IHSG dibuka naik 74 poin ke level 5.960 dan terus bergerak di zona hijau dengan dukungan hampir seluruh sektor yang kompak menguat.
- Kesepakatan damai Iran-AS mendorong Wall Street ditutup positif, minyak melemah 4,5%, sementara batubara dan emas masing-masing naik 0,53% dan 3,5%.
- Kekhawatiran investor asing muncul akibat defisit fiskal kuartal I 2026 yang mendekati batas 3%, memicu aksi jual bersih besar.
Ipotnews - Pada akhir perdagangan di pekan ini, (12/6), IHSG dibuka menguat pada level 5.960 atau naik 74 poin dari sesi penutupan perdagangan kemarin yang melemah 0,28 persen ke level 5.886, menjeda kenaikan signifikan dua hari beruntun sebelumnya.
Kemudian pada pukul 09.05 WIB, indeks semakin melaju dengan menguat 1,59 persen atau 93 poin ke level 5.979. Indeks sempat menyentuh level tertinggi 5.981 dan terendah di level 5.952 yang tetap di zona hijau.
Sebanyak 423 emiten yang bergerak menguat, 108 emiten melemah dan 428 emiten stabil. Frekuensi transaksi mencapai 131,7 ribu kali dengan nilai Rp1,45 triliun serta kapitalisasi pasar mencapai Rp10,45 triliun.
Seluruh sektor tercatat menguat yaitu kesehatan 0,68 persen menjadi 1.414, bahan baku 2,74 persen menjadi 1.540, transportasi 1,04 persen menjadi 1.643, keuangan 0,95 persen ke level 1.309, industri 2,32 persen menjadi 1.519.
Kemudian sektor energi 2,13 persen ke level 2.783, konsumer primer 1,42 persen menjadi 877, konsumer non primer 1,22 persen menjadi 617, sektor teknologi 0,79 persen menjadi 6.578, sektor infrastruktur 1,13 persen menjadi 1.766 dan properti 0,89 persen menjadi 743.
David Kurniawan, Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas ( IPOT ) menyatakan bahwa di pasar Asia hampir semuanya bergerak positif pada hari ini. Ia memperkirakan IHSG juga akan menyusul dengan bergerak menguat.
Di pasar global, indeks Wall Street juga kompak ditutup menguat setelah adanya kabar tercapai kesepakatan perdamaian antara Iran dan Amerika Serikat. Kondisi ini kemudian direspons dengan penurunan harga harga minyak mentah dunia sebesar 4,5 persen ke level USD85,9 per barel.
Sementara harga batubara justru naik 0,53 persen ke USD151,75 per metrik ton, dan emas melonjak 3,5 persen ke USD4.217,6 per troy ounce.
Sementara itu kabar dari domestik, investor benar-benar mencermati rencana pemerintah untuk menata ulang sejumlah program unggulan untuk menjaga ruang fiskal. Defisit anggaran yang ditetapkan sebesar 3 persen di dalam UUD, namun pada kuartal I 2026 sudah mendekati batasnya. Hal ini menimbulkan kekhawatiran investor asing dan memicu aksi jual bersih (net sell) dalam jumlah besar.
"Perkembangan global yang positif dari kesepakatan damai Iran-AS memang memberi dorongan pada pasar, namun di sisi domestik investor masih menaruh perhatian besar pada kondisi fiskal yang ketat. Kombinasi faktor ini membuat sentimen pasar bergerak dinamis," ujar
Untuk rekomendasi saham hari ini, Ia menyarankan tiga emiten unggulan. Pertama, dengan rekomendasi Buy, entry level 715, target 760, dan stop loss 690.
Kedua, dengan rekomendasi Buy on Pullback, entry level 280-284, target 300, dan stop loss 272.
Ketiga, dengan rekomendasi Buy, entry level 2.610, target 2.780, dan stop loss 2.500.
(Marjudin/ AI)
Sumber : Admin