- dominan: Jadi penyalur utama KUR di Indonesia Timur dengan Rp12,71 triliun.
- Total KUR: Realisasi mencapai Rp16,5 triliun, terbesar di Sulsel Rp8,18 triliun.
- Dorongan produktif: Pemerintah minta bank lebih aktif menyalurkan ke sektor produktif seperti pertanian, perikanan, dan industri.
Ipotnews - Pemerintah terus berupaya menggenjot penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Indonesia Timur karena kawasan ini dinilai tergolong masih rendah. Padahal jumlah pengusaha UMKM di Indonesia Timur sangat banyak dan memiliki potensi untuk terus tumbuh dan berkembang.
Provinsi Sulawesi Selatan menjadi provinsi dengan realisasi terbesar di kawasan Indonesia Timur, yakni mencapai Rp8,18 triliun. Kemudian Sulawesi Tenggara sebesar Rp2,03 triliun,Sulawesi Tengah Rp1,90 triliun dan Maluku Utara tercatat sebesar Rp315 miliar. Secara keseluruhan, penyaluran KUR di Indonesia Timur telah mencapai Rp16,5 triliun kepada 255.979 debitur UMKM .
"Hampir seluruh provinsi di kawasan Indonesia Timur memiliki jumlah debitur yang masih relatif kecil dibandingkan dengan total populasi UMKM . Artinya, masih banyak pelaku usaha yang belum terhubung dengan pembiayaan formal," ujar Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah ( UMKM ) Helvi Moraza dalam keterangannya, Sabtu (27/6).
Dari sisi lembaga penyalur, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk () tetap menjadi penyalur tertinggi di Indonesia Timur dengan realisasi mencapai Rp12,71 triliun dengan jumlah debitur 226.695. Kemudian PT Bank Mandiri (Persero) Tbk () sebanyak Rp2,26 triliun dengan jumlah debitur 15.843.
Lalu PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk () sebanyak Rp726,25 miliar dengan jumlah debitur 2.695, PT Bank Syariah Indonesia Tbk () sebesar Rp261,48 miliar dengan jumlah debitur 1.772. Sementara untuk bank daerah yang paling tinggi penyaluran KUR adalah BPD Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Bank Sulselbar) dengan realisasi sebesar Rp179,39 miliar kepada 1.240 debitur.
Helvi menilai masih terdapat peluang untuk meningkatkan kualitas penyaluran KUR di Wilayah Indonesia Timur. Dari 10 lembaga penyalur KUR, baru dua yang telah memenuhi target penyaluran ke sektor produksi minimal 65 persen, yaitu serta Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.
Oleh karena itu, ia mendorong seluruh lembaga penyalur agar lebih proaktif menjangkau pengusaha UMKM yang bergerak di sektor-sektor produktif, seperti pertanian, perikanan, industri pengolahan, ekonomi kreatif, dan berbagai sektor unggulan lainnya yang menjadi kekuatan ekonomi Indonesia Timur.
"Kami mengajak seluruh lembaga penyalur untuk semakin aktif mendampingi dan memperluas akses pembiayaan bagi UMKM di sektor-sektor produktif yang memiliki potensi besar untuk tumbuh dan naik kelas," ujarnya.
(Marjudin/AI)
Sumber : admin