BBRI Optimis Dana SAL Rp400 Triliun di Himbara Akan Perkuat Likuiditas Perbankan
Tuesday, June 30, 2026       10:23 WIB
  • menyambut positif rencana penempatan dana SAL Rp400 triliun di bank-bank Himbara karena dinilai akan memperkuat likuiditas perbankan dan menjaga fungsi intermediasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
  • Tambahan likuiditas akan disalurkan secara selektif ke sektor-sektor produktif, terutama UMKM , dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, manajemen risiko, dan kualitas kredit.
  • Hingga Maret 2026, pembiayaan bank only BRI mencapai Rp1.358 triliun, mayoritas kepada UMKM dan sektor riil, serta akan didukung penguatan penghimpunan DPK, khususnya dana murah (), melalui ekosistem digital.

Ipotnews - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk () menilai rencana pemerintah menempatkan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp400 triliun di bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) akan menjadi langkah strategis untuk menjaga kecukupan likuiditas perbankan nasional sekaligus memastikan fungsi intermediasi tetap berjalan optimal dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Direktur Utama Hery Gunardi menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang kembali diberikan pemerintah melalui Kementerian Keuangan kepada BRI dalam penempatan dana SAL. Menurutnya, sinergi antara Kementerian Keuangan dan industri perbankan menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus memperkuat momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
"Kami menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan pemerintah kepada BRI melalui penempatan dana SAL. Kebijakan ini menjadi langkah positif untuk memperkuat likuiditas perbankan sehingga kapasitas intermediasi dalam mendukung pembiayaan sektor-sektor produktif yang menjadi penggerak perekonomian nasional," kata Hery dalam keterangan resmi, Selasa (30/6).
Hery menambahkan, apabila kebijakan tersebut direalisasikan, tambahan likuiditas akan dimanfaatkan secara optimal dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudent banking) dan manajemen risiko yang baik. Penyaluran pembiayaan akan tetap diarahkan secara selektif kepada sektor-sektor produktif, termasuk UMKM yang selama ini menjadi fokus utama BRI, dengan mempertimbangkan kualitas kredit serta kebutuhan pembiayaan yang riil di perekonomian.
Menurut perseroan, tambahan likuiditas tersebut berpotensi memperkuat kapasitas intermediasi perbankan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional sesuai dengan permintaan pembiayaan yang sehat serta prospek usaha nasabah di berbagai sektor ekonomi.
Hingga Maret 2026, total pembiayaan BRI secara bank only tercatat mencapai Rp1.358 triliun yang mayoritas disalurkan kepada UMKM dan sektor riil. Ke depan, perseroan akan terus berperan aktif mendukung pembiayaan sektor-sektor produktif yang memiliki multiplier effect terhadap perekonomian, sejalan dengan mandat BRI sebagai bank yang berfokus pada pemberdayaan UMKM .
"Kami akan memastikan setiap penyaluran pembiayaan dilakukan secara terukur agar memberikan dampak nyata bagi perekonomian. Fokus BRI ialah pada sektor-sektor produktif yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat daya saing ekonomi nasional," imbuh Hery.
Untuk mendukung ekspansi pembiayaan tersebut, juga akan terus menggenjot penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK), khususnya dana murah atau current account savings account (), melalui penguatan ekosistem digital perseroan.
Sebagai informasi, pada Juni 2026 pemerintah melalui Kementerian Keuangan berencana kembali menempatkan dana SAL sebesar Rp400 triliun kepada lima bank Himbara, yakni BRI, Bank Mandiri, BNI, BTN, dan BSI, sebagai bagian dari upaya menjaga likuiditas sistem perbankan di tengah dinamika perekonomian.
"Dengan fundamental yang kuat serta fokus pada UMKM , BRI optimistis dapat terus berkontribusi sebagai penggerak utama ekonomi kerakyatan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia," tutur Hery. (Adhitya/AI)

Sumber : admin