BBRI Salurkan KPP Rp9,21 Triliun hingga 25 Mei 2026, Kuasai 54,6% Realisasi Nasional
Saturday, June 06, 2026       18:29 WIB
  • menyalurkan Kredit Program Perumahan (KPP) Rp9,21 triliun hingga 25 Mei 2026, setara 54,6% dari total realisasi nasional Rp16,86 triliun, menjadikannya bank penyalur KPP terbesar di Indonesia.
  • Realisasi KPP terdiri dari pembiayaan demand Rp8,10 triliun kepada 65.576 debitur dan supply Rp1,10 triliun kepada 752 debitur. Kuota penyaluran 2026 juga ditingkatkan dari Rp8 triliun menjadi Rp12 triliun karena tingginya permintaan.
  • terus memperkuat pembiayaan perumahan melalui program FLPP , dengan target 60.000 unit rumah subsidi pada 2026 (naik 81,8% YoY), dan telah merealisasikan 12.500 unit hingga 25 Mei 2026.

Ipotnews - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk () mencatat realisasi penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) sebesar Rp9,21 triliun hingga 25 Mei 2026, menjadikannya bank penyalur KPP terbesar di Indonesia dengan porsi 54,6% dari total realisasi nasional.
Mengutip siaran pers perseroan, Sabtu (5/6), berdasarkan data Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), realisasi KPP secara nasional hingga 25 Mei 2026 mencapai Rp16,86 triliun. Dari jumlah tersebut, pembiayaan sisi pasokan (supply) tercatat sebesar Rp4,87 triliun kepada 1.875 debitur, sedangkan pembiayaan sisi permintaan (demand) mencapai Rp11,99 triliun kepada 78.001 debitur.
Adapun realisasi KPP mencapai Rp9,21 triliun yang terdiri atas pembiayaan sisi supply sebesar Rp1,10 triliun kepada 752 debitur dan sisi demand sebesar Rp8,10 triliun kepada 65.576 debitur.
Menteri PKP RI Maruarar Sirait menilai dominasi penyaluran KPP oleh menunjukkan besarnya kontribusi perseroan dalam mendukung program pembiayaan perumahan nasional sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat melalui sektor perumahan.
"BRI telah menambah kuota yang tadinya Rp8 triliun tahun ini menjadi Rp12 triliun. Kenapa? Karena Rp8 triliun sudah terserap semua. Sekarang sudah Rp9,2 triliun. Bahkan sejak April atau awal Mei 2026, BRI sudah melampaui plafon awal Rp8 triliun. Jadi terima kasih, kinerjanya BRI luar biasa," kata Maruarar.
Sejalan dengan tingginya kebutuhan pembiayaan masyarakat, juga terus memperluas sosialisasi program KPP di berbagai daerah sepanjang 2026. Di Sorong, Papua Barat Daya, realisasi mencapai 610 debitur dengan nilai pembiayaan Rp258,9 miliar. Di Tangerang, Banten, tercatat 255 debitur dengan nilai Rp202,4 miliar. Sementara di Majalengka, Jawa Barat, pembiayaan tersalurkan kepada 499 debitur senilai Rp151,98 miliar, dan di Pontianak, Kalimantan Barat, kepada 130 debitur dengan nilai Rp59,23 miliar.
Selain KPP, juga memperkuat dukungan terhadap program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan ( FLPP ) untuk rumah subsidi. Sepanjang 2025, perseroan merealisasikan pembiayaan 32.206 unit rumah atau mencapai 97,5% dari target 33.000 unit.
Pada 2026, target FLPP BRI meningkat menjadi 60.000 unit, tumbuh 81,8% dibandingkan target tahun sebelumnya. Hingga 25 Mei 2026, realisasi akad FLPP BRI telah mencapai 12.500 unit.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan jaringan layanan yang dimiliki perseroan menjadi faktor penting dalam mendukung pemerataan akses pembiayaan perumahan bagi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
"BRI memiliki jaringan luas di seluruh Indonesia, dengan lebih dari 7.500 titik layanan yang terdiri atas kantor cabang dan unit kerja. Dengan jaringan tersebut, program ini dapat dijalankan secara merata sejalan dengan sebaran layanan BRI di berbagai daerah. Masyarakat maupun nasabah pun dapat mengakses program ini melalui seluruh jaringan cabang BRI yang tersebar di seluruh Indonesia," ujar Hery.
Lebih lanjut, menyatakan kesiapan untuk mendukung penguatan skema pembiayaan perumahan yang tengah didorong pemerintah, termasuk opsi tenor pembiayaan hingga 40 tahun. Perseroan menilai langkah tersebut dapat menciptakan cicilan yang lebih ringan dan terjangkau bagi masyarakat, dengan tetap mengedepankan prinsip prudential banking dan manajemen risiko yang terukur.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, BRI menegaskan komitmennya untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak dan terjangkau, sekaligus memperkuat inklusi keuangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di berbagai daerah.
(Adhitya/AI)

Sumber : admin