- mencatat 5,02 juta pengguna bal by BTN hingga Oktober 2026, tumbuh 51% secara tahunan (yoy).
- Hingga September 2026, transaksi digital mencapai 2,23 miliar transaksi, naik 46% yoy, dengan nilai transaksi Rp103,53 triliun atau tumbuh 44%.
- Ekosistem digital BTN mendorong pertumbuhan pendanaan tabungan 30% dan fee-based income 42% yoy hingga September 2026.
Ipotnews - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk () mencatat pertumbuhan signifikan pada layanan perbankan digital bal by BTN dengan jumlah pengguna terdaftar mencapai 5.021.503 hingga Oktober 2026.
Sejak diluncurkan pada 6 Maret 2025, aplikasi tersebut terus memperkuat peran dalam transformasi digital perseroan.
Dalam siaran pers BTN, Senin (12/10), pertumbuhan basis pengguna bal by BTN mencapai 51% secara tahunan (year-on-year/yoy). Sejalan dengan peningkatan jumlah pengguna, aktivitas transaksi melalui aplikasi tersebut juga mengalami kenaikan.
Hingga September 2026, bal by BTN membukukan 2,23 miliar transaksi, tumbuh 46% yoy. Sementara itu, nilai transaksi mencapai Rp103,53 triliun, meningkat 44% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu, mengatakan pencapaian lebih dari lima juta pengguna merupakan hasil dari upaya perseroan memodernisasi layanan dan memperkuat bisnis transaksi digital dalam beberapa tahun terakhir.
"Pencapaian lima juta pengguna ini patut kita banggakan. Dalam waktu sekitar satu setengah tahun sejak diluncurkan, bal by BTN telah menjadi bagian penting dari modernisasi BTN. Ke depan, kami ingin bal by BTN semakin personal dan memiliki keunikan yang membedakannya dari layanan digital lainnya," kata Nixon dalam siaran pers perseroan, Senin (12/10).
Menurut Nixon, pertumbuhan pengguna dan transaksi didukung oleh pengembangan fitur aplikasi yang semakin beragam. Saat ini, bal by BTN memiliki lebih dari 764 fitur untuk memenuhi kebutuhan perbankan maupun aktivitas sehari-hari nasabah.
Melalui aplikasi tersebut, nasabah dapat melakukan transaksi perbankan, membeli tiket pesawat dan hotel, tiket kereta serta Whoosh, membeli pulsa dan paket data, memperoleh voucher belanja, mengakses layanan wisata dan acara, hingga memanfaatkan berbagai solusi pembiayaan.
BTN juga mengembangkan bal Properti untuk memudahkan masyarakat mencari hunian sekaligus mengakses proses pembiayaan rumah. Pengembangan ini menjadi bagian dari strategi perseroan membangun ekosistem digital yang mengintegrasikan kebutuhan finansial, properti, dan gaya hidup nasabah.
"Persaingan layanan digital akan terus berkembang dan fitur akan semakin mudah ditiru. Karena itu, bal by BTN harus memiliki pengalaman yang khas. Kami ingin layanan ini semakin dekat dengan kebutuhan nasabah dan memberikan kemudahan yang benar-benar relevan dengan aktivitas mereka," ujar Nixon.
Selain memperluas basis pengguna, mulai merasakan kontribusi yang semakin besar dari ekosistem digital terhadap kinerja bisnis perseroan.
Hingga September 2026, perolehan pendanaan (funding) tabungan melalui ekosistem digital BTN meningkat 30%, sedangkan pendapatan berbasis komisi (fee-based income) tumbuh 42% yoy.
Untuk memperluas jangkauan layanan, BTN terus menjalin kolaborasi dengan berbagai ekosistem, mencakup sektor perdagangan, pendidikan, transportasi, kesehatan, pariwisata, properti, serta mitra strategis lainnya.
Kolaborasi tersebut memungkinkan layanan BTN menjangkau aktivitas sehari-hari masyarakat secara lebih luas, tanpa mengharuskan seluruh interaksi nasabah berlangsung melalui kantor cabang.
Nixon mengatakan, seiring dengan semakin besarnya basis pengguna, perseroan akan berfokus pada peningkatan kualitas keterlibatan nasabah atau engagement. Strategi tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan aplikasi, meningkatkan aktivitas transaksi, serta memperkuat kontribusi ekosistem digital terhadap pertumbuhan bisnis.
"Setelah basis pengguna tumbuh, tantangannya adalah bagaimana kami mengoptimalkan pengguna, transaksi, dan ekosistem sehingga memberikan manfaat yang semakin besar bagi nasabah sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan bisnis BTN," sebut Nixon.
Di tengah pertumbuhan layanan digital, BTN juga memperkuat aspek keamanan untuk menjaga kepercayaan nasabah. Perseroan menilai peningkatan transaksi digital perlu diimbangi dengan penerapan teknologi yang andal dan edukasi mengenai keamanan bertransaksi.
"Seiring layanan digital berkembang, aspek keamanan harus dipikirkan sejak awal. Tantangan kejahatan digital tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga bagaimana masyarakat memahami dan menggunakan teknologi. Karena itu, keamanan dan edukasi nasabah harus berjalan bersama," katanya.
Ke depan, BTN akan terus mengembangkan bal by BTN sebagai pintu utama layanan digital bagi nasabah melalui pengalaman yang semakin personal, relevan, dan terintegrasi.
Dengan basis pengguna lebih dari lima juta orang dan ekosistem yang terus berkembang, bal by BTN diharapkan menjadi salah satu penggerak transformasi digital sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis .
(Adhitya/AI)
Sumber : admin