BBTN Gali Sumber CASA dari Ekosistem Wisata Bali, Potensi Transaksi Digital Rp280 Miliar/Tahun
Tuesday, May 12, 2026       14:22 WIB
  • kerja sama MKP kembangkan ekosistem wisata digital di Bali.
  • Strategi dorong penghimpunan dari transaksi wisata dan pembayaran digital.
  • Layanan BTN mencakup ATM, EDC, QRIS , dan platform digital.

Ipotnews - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk () memperluas potensi penghimpunan dana murah () melalui pengembangan ekosistem wisata digital. Langkah tersebut dilakukan melalui kemitraan strategis dengan PT Mitra Kasih Perkasa (MKP) dalam pengembangan sistem ticketing terintegrasi dan layanan keuangan digital pada sejumlah destinasi dan pelabuhan wisata di Bali.
Menurut Direktur Utama , Nixon LP Napitupulu, dalam siaran pers yang diedarkan Selasa (12/5), kerja sama tersebut menjadi bagian dari strategi BTN dalam memperluas layanan berbasis ekosistem, khususnya pada sektor pariwisata yang memiliki potensi transaksi tinggi dan melibatkan banyak pelaku usaha lokal.
"Bale by BTN kami dorong menjadi platform yang tidak hanya melayani kebutuhan perbankan, tetapi juga mendukung lifestyle dan transaction ecosystem masyarakat, termasuk sektor pariwisata," ujar Nixon sembari menyampaikan bahwa menjadi bagian dari keseluruhan perjalanan wisatawan melalui integrasi pembayaran, ticketing hingga layanan merchant.
Dalam kerja sama tersebut, MKP berperan sebagai penyedia sistem ticketing terintegrasi, sedangkan BTN menjadi exclusive banking partner yang mendukung transaksi tunai maupun non-tunai. Seluruh proses settlement transaksi juga ditempatkan pada rekening bank untuk memperkuat ekosistem keuangan yang lebih terintegrasi.
Melalui skema tersebut, kata Nixon, BTN berpeluang meningkatkan penghimpunan dari arus transaksi ticketing, pembayaran merchant hingga aktivitas transaksi wisata yang berlangsung di kawasan destinasi dan pelabuhan wisata Bali.
Perseroan juga akan menghadirkan berbagai kanal layanan perbankan di kawasan wisata dan Pelabuhan, seperti ATM dan CRM BTN, layanan pembayaran melalui EDC dan QRIS BTN hingga berbagai layanan transaksi digital lainnya.
Lebih lanjut Nixon menyebutkan, kolaborasi tersebut membuka peluang pertumbuhan transaksi, penghimpunan dana, serta penguatan basis nasabah dalam ekosistem pariwisata. Pada sisi lain, dukungan kapabilitas digital dan jaringan layanan BTN diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan maupun efisiensi operasional kawasan wisata.
Dia menambahkan, sektor pariwisata Bali memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui layanan keuangan dan transaksi digital terintegrasi. Pada 2025, jumlah kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara ke Bali mencapai sekitar 16,3 juta orang dengan kontribusi devisa pariwisata sebesar Rp176 triliun.
Menurut Nixon, MKP memiliki positioning strategis dalam ekosistem pelabuhan dan destinasi wisata Bali, di antaranya Pelabuhan Matahari Terbit Sanur dengan sekitar 1,25 juta pengunjung per tahun, Desa Wisata Penglipuran sekitar 724 ribu pengunjung, Pelabuhan Sampalan Nusa Penida sekitar 465 ribu pengunjung, Pelabuhan Serangan Denpasar sekitar 284 ribu pengunjung, serta Pelabuhan Bias Munjul Nusa Ceningan sekitar 9 ribu pengunjung per tahun.
CEO & Co-Founder MKP, Nicholas Anggada, mengatakan kolaborasi dengan BTN menjadi langkah strategis dalam memperkuat layanan sekaligus mengintegrasikan layanan keuangan dengan ekosistem pariwisata nasional yang semakin terdigitalisasi.
"Bersama BTN, MKP membangun connected tourism ecosystem yang mengintegrasikan layanan wisata dengan sistem keuangan digital secara end-to-end," ucapnya. (Budi/AI)

Sumber : Admin