BBTN Gandeng Pinhome Perluas Akses KPR Digital dan Akuisisi Debitor
Friday, June 05, 2026       14:23 WIB
  • menggandeng Pinhome untuk memperluas akses KPR digital, mencakup pembiayaan rumah baru, rumah second, dan take over kredit dalam ekosistem layanan terintegrasi.
  • Kolaborasi ini ditujukan untuk meningkatkan akuisisi debitor dan penetrasi pasar KPR non-subsidi, seiring meningkatnya penggunaan platform digital oleh generasi milenial dan Gen Z dalam mencari hunian.
  • BTN dan Pinhome akan mengembangkan mortgage ecosystem digital guna memperluas akses kepemilikan rumah, meningkatkan layanan KPR digital, dan mendukung pertumbuhan sektor properti nasional.

Ipotnews - PT Bank Tabungan Negara Tbk () menjalin kolaborasi strategis dengan platform properti digital PT Properti Solusi Manajemen (Pinhome) untuk memperluas akses pembiayaan perumahan melalui layanan digital yang lebih mudah, cepat, dan efisien.
Kerja sama penandatanganan nota kesepahaman (MoU) tentang kolaborasi digitalisasi proses kredit konsumer berlangsung di Jakarta, Kamis (4/6).
Kerjasama tersebut mencakup pemasaran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) rumah baru, rumah second, serta fasilitas take over kredit dalam satu ekosistem layanan yang terintegrasi.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, kolaborasi dengan Pinhome merupakan bagian dari strategi perseroan untuk menjawab perubahan perilaku konsumen yang semakin mengandalkan platform digital dalam mencari hunian dan layanan keuangan.
"BTN terus bertransformasi mengikuti perkembangan kebutuhan masyarakat. Kolaborasi dengan Pinhome menjadi bagian dari upaya kami memperluas akses pembiayaan rumah yang lebih mudah, cepat, dan relevan dengan gaya hidup masyarakat saat ini, khususnya generasi muda yang sangat akrab dengan teknologi digital," kata Nixon dalam siaran pers, Jumat (5/6).
mencatat telah menyalurkan sekitar 6 juta unit KPR sejak 1976. Menurut Nixon, pengalaman panjang tersebut perlu diperkuat melalui kolaborasi dengan pelaku digital yang memiliki jangkauan luas kepada calon pembeli rumah guna mempercepat akuisisi debitor dan memperluas penetrasi pasar KPR non-subsidi.
"Ekosistem properti saat ini semakin digital. Karena itu, kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui kanal-kanal yang memang menjadi pilihan mereka dalam mencari rumah dan memperoleh informasi pembiayaan," ujar Nixon.
Pinhome merupakan platform properti digital yang menyediakan layanan jual beli dan sewa properti, pembiayaan properti, hingga berbagai jasa hunian dalam satu aplikasi. Setiap tahun, platform tersebut mencatat ribuan leads KPR dan take over dari masyarakat yang ingin memulai proses pembiayaan rumah.
Melalui kerja sama ini, calon debitor dapat mencari properti sekaligus memperoleh informasi produk pembiayaan, simulasi kredit, serta pendampingan selama proses pengajuan sebelum diteruskan ke perbankan.
Nixon menilai kolaborasi tersebut akan menciptakan pengalaman yang lebih sederhana bagi masyarakat dalam mengakses layanan pembiayaan rumah.
"Yang kami bangun bukan hanya kerja sama pemasaran KPR. Kami ingin menciptakan journey pembiayaan rumah yang end-to-end dan seamless sehingga masyarakat bisa mendapatkan pengalaman yang lebih nyaman sejak mencari properti hingga proses pengajuan kredit," jelas Nixon.
Menurut dia, pendekatan tersebut semakin relevan seiring meningkatnya kebutuhan generasi milenial dan Gen Z terhadap layanan yang cepat, praktis, dan berbasis digital. Dengan jutaan pencari properti aktif yang mengakses platform digital setiap bulan, Pinhome dinilai memiliki potensi besar untuk memperluas jangkauan pemasaran KPR BTN sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis pembiayaan rumah secara berkelanjutan.
"Generasi muda merupakan pasar yang sangat potensial bagi industri perumahan. Kami ingin memastikan mereka mendapatkan akses informasi dan pembiayaan yang lebih mudah sehingga impian memiliki rumah dapat terwujud lebih cepat," tutur Nixon.
Selain mendorong pertumbuhan bisnis, sinergi tersebut juga diharapkan dapat memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat Indonesia. BTN dan Pinhome berencana terus mengembangkan kolaborasi dalam penguatan mortgage ecosystem dan ekosistem properti digital guna meningkatkan layanan KPR digital serta akuisisi debitor baru.
"Pada akhirnya, tujuan utama kami adalah menghadirkan solusi kepemilikan rumah yang semakin mudah dijangkau masyarakat. Dengan kolaborasi yang tepat, kami optimistis akses pembiayaan perumahan akan semakin luas dan mampu mendorong pertumbuhan sektor properti nasional," ucap Nixon.
Sementara itu, CEO Founder Pinhome Dayu Dara Permata mengatakan pihaknya berkomitmen menghadirkan kemudahan akses pembiayaan perumahan melalui pemanfaatan teknologi digital.
"Melalui aplikasi Pinhome, kami berupaya memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mendapatkan akses, memahami pilihan pembiayaan, dan menjalani proses pengajuan KPR maupun take over secara lebih mudah dan terarah. Pinhome memiliki fitur Simulasi KPR dan KPR Take Over yang memberikan rincian jelas mengenai simulasi dan biaya yang diperlukan. Selain itu, tersedia fitur Konsultasi KPR agar pengguna memperoleh pendampingan yang tepat dalam proses pengajuan," ujarnya.
Menurut Dayu, mayoritas pengguna Pinhome merupakan masyarakat usia produktif yang tengah berupaya meningkatkan kualitas hidup, termasuk mewujudkan kepemilikan rumah.
"Melalui kolaborasi dengan BTN, kami ingin membuka akses pembiayaan yang lebih luas dan mempermudah generasi muda untuk mewujudkan rumah impian mereka," katanya.
(Adhitya/AI)

Sumber : admin