BBTN Percepat Digitalisasi, Transaksi Balé by BTN Capai Rp67 Triliun
Tuesday, July 28, 2026       10:24 WIB
  • Bal by BTN memiliki 4,3 juta pengguna (+62,4% YoY) dengan 1,319 miliar transaksi senilai Rp67 triliun pada semester I-2026.
  • Bal Merchant dan Bal Bisnis mencatat pertumbuhan pengguna dan transaksi hingga lebih dari dua kali lipat secara tahunan.
  • Bal Korpora membukukan transaksi Rp201,8 triliun (+95,6% YoY), memperkuat strategi digital BTN untuk mendorong dana murah dan pendapatan berbasis komisi.

Ipotnews - Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk/BTN () terus memperkuat transformasi digital sebagai motor pertumbuhan dana murah (low-cost funding) dan bisnis transaksi.
Mengutip data Analys Meeting yang dipublikasikan pada 16 Juli 2026 dan dipantau Ipotnews pada Selasa (28/7), hingga semester I-2026, ekosistem digital Bal by BTN mencatat pertumbuhan signifikan dari sisi jumlah pengguna, transaksi, hingga saldo simpanan nasabah, seiring pengembangan berbagai layanan ritel, bisnis, properti, dan korporasi.
Berdasarkan paparan kinerja semester I-2026 perseroan, jumlah pengguna terdaftar Bal by BTN mencapai 4,3 juta hingga Juni 2026 atau meningkat 62,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sejalan dengan itu, total saldo tabungan pengguna meningkat menjadi Rp23,9 triliun, tumbuh 17,7% secara tahunan.
Aktivitas transaksi melalui platform tersebut juga mencetak rekor baru. Jumlah transaksi selama semester I-2026 mencapai 1,319 miliar transaksi, naik 41,6% dibandingkan semester I-2025, dengan nilai transaksi sebesar Rp67 triliun, meningkat 55,3% secara tahunan.
BTN juga mencatat tingkat keterlibatan nasabah yang lebih tinggi. Rata-rata saldo pengguna aktif Bal mencapai Rp15,7 juta, jauh di atas pengguna pasif sebesar Rp9,8 juta, sementara nasabah yang belum menggunakan Bal memiliki rata-rata saldo sekitar Rp1,9 juta.
Di sisi ekosistem digital, Bal Merchant menunjukkan pertumbuhan pesat. Jumlah merchant mencapai 344.213, melonjak 105,2% secara tahunan. Frekuensi transaksi meningkat menjadi 61 juta transaksi pada semester I-2026 atau tumbuh 150,1%, sedangkan nilai transaksi mencapai Rp5,3 triliun, naik 152,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, Bal Bisnis juga memperlihatkan akselerasi. Jumlah pengguna meningkat menjadi 18.302, atau naik 208,4% secara tahunan. Frekuensi transaksi melonjak 690,9% menjadi 110,8 ribu transaksi, sedangkan nilai transaksi tumbuh 339,8% menjadi Rp1,70 triliun.
Pada segmen properti, platform Bal Properti kini memiliki sekitar 1 juta anggota dengan total kunjungan mencapai 27,9 juta. Jumlah pengembang yang bergabung meningkat menjadi 14.501 atau naik 15,1% secara tahunan. Namun, aplikasi kredit rumah yang diajukan secara online pada semester I-2026 tercatat 22.271, turun sekitar 20,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain memperkuat layanan ritel, BTN juga mengembangkan Bal Korpora sebagai platform digital untuk nasabah wholesale. Solusi ini menyediakan berbagai layanan, mulai dari virtual account, cash pooling, payroll, trade finance, hingga layanan transaksi valuta asing (FX). Platform tersebut telah digunakan oleh berbagai institusi di sektor pendidikan, pemerintahan, kesehatan, jasa keuangan, hingga energi.
Kinerja Bal Korpora juga menunjukkan pertumbuhan positif. Frekuensi transaksi selama semester I-2026 mencapai 2,9 juta transaksi, naik 121,7% secara tahunan. Nilai transaksi meningkat menjadi Rp201,8 triliun, tumbuh 95,6%, sementara jumlah pengguna naik 39,7% menjadi 25,7 ribu. Pendapatan berbasis komisi (fee based income) dari layanan tersebut tercatat Rp23,3 miliar, relatif stabil dibandingkan semester I-2025.
Dalam presentasinya, BTN menyebut penguatan ekosistem digital merupakan bagian dari strategi transformasi perusahaan untuk memperluas basis dana murah, meningkatkan aktivitas transaksi nasabah, sekaligus memperkuat kontribusi pendapatan nonbunga melalui pengembangan layanan digital yang terintegrasi.(Adhitya/AI)

Sumber : Admin