BBTN Perluas Bisnis di Luar KPR, Akuisisi Kredit Pensiun BTPN Rp20 Triliun
Sunday, August 30, 2026       10:59 WIB
  • akuisisi kredit pensiun hampir Rp20 triliun.
  • NPL turun ke 2,99%, cost of credit menjadi 0,7%.
  • KPR tetap tumbuh, Bale by BTN mencapai 4,5 juta pengguna.

Ipotnews - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk () memperluas bisnis di luar pembiayaan kredit pemilikan rumah (KPR) melalui akuisisi portofolio kredit pensiun PT Bank SMBC Indonesia Tbk () senilai hampir Rp20 triliun, sebagai bagian dari transformasi BTN menjadi bank berbasis housing financial ecosystem.
Chairman Infobank Institute, Eko B Supriyanto, menilai langkah tersebut menunjukkan keberanian untuk mengembangkan bisnis beyond mortgage sekaligus memperluas layanan keuangan sesuai perjalanan finansial nasabah, mulai dari membeli rumah hingga kebutuhan keuangan lainnya.
"BTN tidak meninggalkan bisnis perumahan. Justru bisnis perumahan diperluas menjadi ekosistem. Bank tidak lagi hanya melihat nasabah sebagai debitur, tetapi sebagai bagian dari perjalanan hidup," kata Eko dalam keterangan tertulisnya, Minggu (30/8).
Menurut Eko, perluasan bisnis tersebut menjadi salah satu bagian penting dari transformasi yang mulai menunjukkan hasil positif. Transformasi tidak hanya tercermin dari ekspansi bisnis dan digitalisasi, tetapi juga dari peningkatan kinerja serta perbaikan kualitas aset. "Transformasi BTN sudah mulai terlihat hasilnya. Bukan hanya dari pertumbuhan bisnis, tetapi juga dari perbaikan kualitas kredit dan penguatan fundamental," ucapnya.
Akuisisi portofolio kredit pensiun senilai hampir Rp20 triliun dinilai memperkuat kemampuan BTN dalam memenuhi kebutuhan finansial nasabah hingga memasuki masa pensiun. Langkah ini sekaligus memperluas cakupan bisnis perseroan di luar pembiayaan perumahan.
Pada sisi lain, tetap mempertahankan bisnis perumahan sebagai inti usaha. Pada semester I-2026, kredit perumahan subsidi BTN bertumbuh 8,1 persen menjadi Rp196,96 triliun, sedangkan Kredit Program Perumahan mencapai Rp4,1 triliun.
Perluasan bisnis tersebut juga berjalan beriringan dengan perbaikan kualitas kredit. Pada semester I-2026, rasio kredit bermasalah (NPL) menurun menjadi 2,99 persen dari 3,3 persen. Sementara itu, cost of credit berhasil ditekan menjadi 0,7 persen dari 2 persen. Pada periode yang sama, total kredit dan pembiayaan BTN mencapai Rp418 triliun, dengan aset Rp545 triliun dan dana pihak ketiga (DPK) Rp433 triliun.
Transformasi juga diperkuat melalui pengembangan ekosistem digital melalui Bale by BTN. Superapps tersebut kini memiliki 4,5 juta pengguna, didukung 358 ribu merchant dan 14 ribu developer, serta terintegrasi dengan 59 pemerintah daerah.
Dari sisi aktivitas transaksi, Bale by BTN mencatat volume transaksi mencapai 2,63 miliar transaksi dengan nilai Rp134 triliun. Besarnya ekosistem tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas hubungan dengan nasabah sekaligus membangun layanan keuangan yang terintegrasi.
Eko mengungkapkan, perkembangan tersebut menunjukkan mulai bergerak dari model bisnis yang berfokus pada pembiayaan KPR menuju ekosistem keuangan yang lebih luas, tanpa meninggalkan peran utamanya dalam pembiayaan perumahan nasional.
"Kalau melihat perjalanannya, arahnya sudah benar dan hasilnya mulai terlihat. Tantangannya sekarang adalah menjaga momentum transformasi, meningkatkan kualitas layanan dan memastikan ekosistem yang dibangun BTN terus memberikan nilai bagi masyarakat," ucap Eko. (Budi/AI)

Sumber : Admin