BEI Cabut 92 Emiten dari Skema FCA Mulai 28 September 2026
Sunday, September 27, 2026       21:18 WIB

AI News - Bursa Efek Indonesia akan mengeluarkan 92 saham emiten dari skema Full Call Auction (FCA) efektif Senin, 28 September 2026, setelah mendapat persetujuan Otoritas Jasa Keuangan. Langkah ini menandai penerapan Peraturan Bursa I-X yang baru, yang mengembalikan emiten ke papan pencatatan reguler.

Poin Penting

  • Jumlah emiten yang dicabut dari FCA: 92 saham, berlaku mulai 28 September 2026.
  • Kapitalisasi pasar BEI turun 3,2 % menjadi Rp10,905 triliun pada pekan 21-25 September 2026.
  • IHSG melemah 3,09 % dan ditutup pada level 6.241,8 pada pekan yang sama.
  • Investor asing mencatat net sell sebesar Rp559,16 miliar pada perdagangan Jumat, 25 September 2026.
  • PT Bank Mandiri Tbk menjadi saham dengan net sell terbesar pekan ini sebesar Rp545,6 miliar.

Mengapa BEI Memutuskan Mencabut Emiten dari Skema FCA?


BEI memutuskan pencabutan 92 emiten karena regulasi baru I-X menghapus kriteria sebelumnya yang memungkinkan penempatan di FCA, menurut pernyataan Teuku Fahmi Ariandar, Kepala Divisi Peraturan dan Layanan Perusahaan Tercatat BEI. Perubahan ini diikuti persetujuan resmi dari OJK, yang memungkinkan bursa menyesuaikan tata cara perdagangan sesuai peraturan terkini. Dengan mengembalikan emiten ke papan utama atau papan pengembangan, BEI berharap meningkatkan transparansi dan mengurangi pembatasan harga yang khas pada FCA. Langkah ini juga menandai penyelarasan antara kebijakan regulasi dan praktik pasar, yang sebelumnya menimbulkan perbedaan perlakuan antar emiten. Akibatnya, semua 92 saham tersebut akan diperdagangkan melalui mekanisme reguler tanpa batasan FCA mulai tanggal 28 September 2026.

Apa Pengaruh Perubahan Regulasi Terhadap Likuiditas dan Aktivitas Perdagangan?


Penghapusan emiten dari FCA diperkirakan akan meningkatkan likuiditas karena saham-saham tersebut akan kembali diperdagangkan di papan utama dengan akses lebih luas bagi investor, seperti dijelaskan oleh Elsierra Putri Yosita, Sekretaris Perusahaan BEI. Data perdagangan pekan 21-25 September menunjukkan rata-rata volume transaksi harian naik 2,04 % menjadi 29,2 miliar lembar, meski nilai transaksi harian turun 21,32 % menjadi Rp11,98 triliun, menandakan pergeseran ke volume yang lebih banyak namun nilai lebih kecil per transaksi. Frekuensi transaksi harian juga mengalami penurunan 3,95 % menjadi 1,82 juta kali, mengindikasikan konsentrasi aktivitas pada saham dengan likuiditas tinggi. Dengan kembali ke papan reguler, emiten yang dulunya terbatas pada FCA akan dapat menarik partisipasi lebih luas, yang pada gilirannya dapat menstabilkan nilai transaksi dan memperkecil volatilitas harga. Dampaknya, investor institusi dan ritel diharapkan dapat menyesuaikan posisi mereka dengan kondisi pasar yang lebih terbuka.

Bagaimana Kinerja Pasar Saham Selama Pekan 21-25 September 2026 Mencerminkan Sentimen Investor?


Sentimen pasar terlihat bearish, terbukti dari penurunan IHSG sebesar 3,09 % dan penurunan kapitalisasi pasar sebesar 3,2 % pada minggu tersebut. Investor asing menjadi penjual bersih utama, dengan net sell Rp559,16 miliar pada Jumat 25 September, sementara secara tahunan mereka mencatat net sell kumulatif Rp77,52 triliun, menurut data Investor.id. Di sisi saham individual, selain yang mencatat net sell Rp545,6 miliar, data KabarBursa mencatat aksi jual bersih asing pada sebesar Rp957,6 miliar, menandakan tekanan jual kuat dari luar negeri. Saham sektor telekomunikasi juga mengalami tekanan, dengan PT Telkom Indonesia mencatat net foreign sell Rp491,1 miliar. Kombinasi penurunan indeks, penurunan nilai kapitalisasi, dan tindakan jual agresif oleh investor asing mengindikasikan keengganan pasar untuk mengambil risiko pada periode tersebut.

 Disclaimer: This article was produced automatically by Artificial Intelligence (AI) through the compilation and synthesis of information from multiple news sources. It is not independent reporting and does not constitute investment advice. 


Sumber : AI News