BEI Luncurkan IDX Green Equity Designation, Saham HGII, KEEN, TOBA Naik
Friday, August 28, 2026       14:32 WIB

AI News - Bursa Efek Indonesia resmi meluncurkan label IDX Green Equity Designation pada 27 Agustus 2026; tiga emiten pertama-

, , dan -ditetapkan dan pada sesi perdagangan hari itu saham masing-masing naik 2,33 %, 1,18 %, dan 12,15 %.

Poin Penting

  • Label baru IDX Green Equity Designation mulai berlaku pada 28 Agustus 2026.
  • Kriteria utama: lebih dari 50 % pendapatan atau investasi harus bersifat hijau atau dalam transisi sesuai taksonomi OJK.
  • , , dan mengalami kenaikan harga saham masing-masing 2,33 %, 1,18 %, dan 12,15 % pada 27 Agustus 2026.
  • Penilai eksternal yang digunakan meliputi S&P Global Ratings dan PT Sucofindo.
  • Dana kelolaan produk ESG meningkat menjadi sekitar Rp 6 triliun pada 2026, dengan 32 produk dikelola oleh 20 manajer investasi.

Apa itu IDX Green Equity Designation dan Bagaimana Kriterianya?


IDX Green Equity Designation merupakan label yang diberikan kepada perusahaan tercatat yang berhasil memenuhi standar hijau berdasarkan penilaian independen, kata Bisnis Indonesia. Mekanisme penetapannya melibatkan penilaian internal perusahaan yang selanjutnya diverifikasi oleh pihak eksternal (External Party Reviewer) seperti S&P Global Ratings atau Sucofindo, sebelum BEI memberikan persetujuan final. Kriteria utama mensyaratkan lebih dari 50 % pendapatan tahunan berasal dari aktivitas yang diklasifikasikan hijau dalam taksonomi OJK, atau bagi perusahaan pra-pendapatan, lebih dari 50 % investasi operasional atau modal harus diarahkan ke proyek hijau; untuk kategori transisi, persentase yang sama diterapkan pada aktivitas transisi. BEI menegaskan bahwa penilaian ini dilakukan tiap tahun dan hasilnya diumumkan pada bulan Juli, memastikan keberlanjutan status. Dengan demikian, label ini menjadi alat transparansi bagi investor yang ingin mengidentifikasi perusahaan dengan komitmen nyata terhadap ekonomi rendah karbon.

Mengapa Saham , , dan Mengalami Lonjakan Harga setelah Penetapan?


Harga saham , , dan melonjak tajam karena penetapan label green equity memberi sinyal positif kepada pasar bahwa ketiga perusahaan kini berada dalam kategori yang menarik bagi dana ESG, ujar Kontan. Investor menganggap label tersebut sebagai indikator kredibilitas keberlanjutan, yang mendorong aliran modal ke saham yang dipandang lebih aman secara lingkungan. Pada perdagangan 27 Agustus 2026, ditutup di Rp 132 naik 3 poin (2,33 %), di Rp 855 naik 10 poin (1,18 %), dan di Rp 600 naik 65 poin (12,15 %). Penilaian eksternal untuk dan dilakukan oleh S&P Global Ratings, sedangkan dinilai oleh PT Sucofindo, menambah kepercayaan pasar terhadap metodologi yang objektif. Lonjakan tersebut mencerminkan ekspektasi peningkatan likuiditas dan potensi premium valuasi bagi perusahaan yang mengadopsi praktek hijau, sekaligus menandakan permulaan tren penilaian ESG pada tingkat saham individual di Indonesia.

Bagaimana Peluncuran Designation ini Dapat Memengaruhi Pengembangan Produk Investasi ESG di Indonesia?


Peluncuran IDX Green Equity Designation diharapkan memperluas basis investor ESG dengan menyediakan label yang lebih konkret dibandingkan indeks tradisional, menurut Bisnis Indonesia. Karena designation melekat langsung pada perusahaan, manajer investasi dapat merancang produk-seperti reksa dana atau ETF-yang menargetkan saham berlabel, sehingga meningkatkan visibilitas dan likuiditas emiten hijau. Data Bisnis Indonesia mencatat bahwa dana kelolaan produk ESG telah tumbuh dari sekitar Rp 40 miliar pada 2014 menjadi Rp 6 triliun pada 2026, mengindikasikan permintaan yang kuat dan potensi pertumbuhan lebih lanjut. Dengan adanya enam indeks ESG yang sudah ada, designation menambah dimensi baru: bukan sekadar benchmark, melainkan standar kepatuhan yang dapat menjadi underlying bagi produk investasi baru. Oleh karena itu, peluncuran ini dapat memperkuat ekosistem produk berkelanjutan, memberi investor alat seleksi yang lebih tepat, sekaligus mendorong perusahaan untuk mempercepat transisi menuju ekonomi rendah karbon.

 Disclaimer: This article was produced automatically by Artificial Intelligence (AI) through the compilation and synthesis of information from multiple news sources. It is not independent reporting and does not constitute investment advice. 


Sumber : AI News