- BI Rate Turun: Penurunan BI Rate 25 bps ke 5% diperkirakan menurunkan yield kredit sekitar 10-15 bps, namun dampaknya terhadap pendapatan bunga relatif minim.
- Strategi : Bank Mandiri akan mengelola tekanan margin dengan meningkatkan porsi kredit ritel dan UMKM , sambil menjaga keseimbangan portofolio wholesale.
- Pertumbuhan & Kualitas Kredit: Kredit wholesale tumbuh 15,8% (y-o-y), KPR 14,2% (y-o-y), dan ritel 8,95% (y-o-y), dengan NPL tetap rendah di 1,06% (bank only).
Ipotnews - Keputusan Bank Indonesia memangkas BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5 persen diyakini akan memberi dampak positif bagi perekonomian nasional. Manajemen PT Bank Mandiri (Persero) Tbk () menilai, kebijakan moneter akomodatif ini akan memperkuat dorongan bagi dunia usaha sekaligus menjaga stabilitas makroekonomi.
Menurut Direktur Finance & Strategy , Novita Widya Anggraini dalam siaran pers yang dikirim melalui surat elektronik, Rabu (27/6), penurunan suku bunga acuan akan segera direspons melalui penyesuaian bunga kredit, meski dampaknya terhadap pendapatan bunga diperkirakan relatif minimal.
"Penurunan BI Rate sebesar 25 bps berpotensi menurunkan yield kredit sekitar 10-15 bps di level portofolio. Namun, hal ini bisa dikelola dengan strategi peningkatan porsi kredit ritel dan UMKM sekaligus menjaga keseimbangan portofolio wholesale," kata Novita.
Novita menambahkan, transmisi kebijakan moneter terhadap suku bunga kredit dipengaruhi oleh kondisi likuiditas industri, struktur biaya dana, serta komunikasi bank kepada nasabah. Portofolio kredit yang langsung mengacu pada BI Rate pun hanya mencakup porsi terbatas dari keseluruhan kredit Bank Mandiri.
Meski yield kredit akan sedikit menurun, optimistis pertumbuhan kredit tetap kuat, khususnya di sektor produktif. Hingga Mei 2025, kredit wholesale tumbuh 15,8 persen (year-on-year), jauh melampaui rata-rata industri yang sebesar 8,43 persen (y-o-y). Kredit perumahan atau KPR juga mencatat pertumbuhan 14,2 persen (y-o-y), sementara itu kredit ritel naik 8,95 persen (y-o-y).
Dari sisi kualitas, kredit tetap terjaga dengan rasio NPL hanya 1,06 persen (bank only), lebih rendah dibandingkan rata-rata industri. "Pertumbuhan yang sehat adalah keharusan. Kami akan terus mengedepankan prinsip kehati-hatian agar tetap tangguh menghadapi berbagai siklus ekonomi dan dinamika pasar," ujar Novita.
(Budi/AI)
Sumber : admin