- memperkirakan tren perbaikan pasar kerja Indonesia akan terus berlanjut, didukung kenaikan upah, bertambahnya angkatan kerja, serta program magang dan pelatihan vokasi pemerintah.
- Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi 4,65% pada Mei 2026, dengan jumlah angkatan kerja mencapai 155,41 juta orang dan penduduk bekerja meningkat menjadi 148,19 juta orang.
- Kualitas pasar kerja terus membaik, ditandai peningkatan pekerja formal menjadi 40,70% dan kenaikan rata-rata upah buruh sebesar 3,08% menjadi Rp3,39 juta.
Ipotnews - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk () memperkirakan tren perbaikan pasar kerja Indonesia akan terus berlanjut dalam beberapa waktu ke depan.
Proyeksi ini didukung oleh kenaikan upah nominal, bertambahnya jumlah angkatan kerja dan penduduk bekerja, serta berbagai program pemerintah yang diarahkan untuk memperkuat kualitas tenaga kerja nasional.
Dalam publikasi Daily Economic and Market Review yang dipublikasikan di situs resmi perseroan, Office of Chief Economist Bank Mandiri menyebutkan bahwa kenaikan upah nominal sebesar 3,08% diperkirakan akan menopang daya beli masyarakat dan konsumsi rumah tangga dalam jangka pendek.
Prospek tersebut juga didukung oleh pelaksanaan program magang tahap kedua yang menjangkau 150 ribu peserta serta program pelatihan vokasi bagi 270 ribu peserta yang diperkirakan akan memperkuat kondisi pasar kerja ke depan.
Bank Mandiri mencatat, kondisi pasar kerja Indonesia telah menunjukkan perbaikan pada Mei 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi 4,65% atau lebih rendah 0,03 persen poin dibandingkan Februari 2026. Pada saat yang sama, jumlah angkatan kerja meningkat menjadi 155,41 juta orang, sementara jumlah penduduk bekerja bertambah 522 ribu orang menjadi 148,19 juta orang.
Dari sisi struktur ketenagakerjaan, sektor pertanian masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan pangsa 28,75%, diikuti perdagangan besar dan eceran sebesar 17,80% serta industri sebesar 13,53%. Namun, selama Februari hingga Mei 2026, penambahan tenaga kerja terbesar terjadi pada sektor akomodasi dan penyediaan makan minum sebanyak 195 ribu orang serta sektor transportasi dan penyimpanan sebanyak 121 ribu orang.
juga menilai kualitas pasar kerja terus membaik. Porsi pekerja formal meningkat menjadi 40,70% dari total penduduk bekerja, proporsi pekerja penuh naik menjadi 66,80%, sedangkan tingkat setengah pengangguran relatif stabil di level 7,28%. Selain itu, rata-rata upah buruh pada Mei 2026 meningkat menjadi Rp3,39 juta atau naik 3,08% dibandingkan Februari 2026 yang sebesar Rp3,29 juta.
(Adhitya/AI)
Sumber : admin